Soal Anonymous yang Tidak Anonymous

Tags

, ,

Ya benar. Saat ini memang banyak abegeh yang mengaku sebagai hacker dan coba mencari peruntungan dengan bergabung dengan berbagai forum keamanan informasi tentunya dengan kemampuan yang…entahlah saya tidak bisa ngomongnya. Tahun lalu, saat Snowden membongkar usaha penyadapan Australia terhadap Indonesia, banyak yang mengaku hacker dan berlindung dibalik kata Anonymous serang-menyerang dengan sekedar double click software DDoS dan SQL Injection pada beberapa website Australia (untuk sekedar melakukan apa yang mereka bangga menyebutnya sebagai hacking). Salah satunya bisa dilihat pada link ini, bagaimana mereka mempunyai skill yang sangat tinggi sampai-sampai saya sendiri bingung mereka sebenarnya ngomong apa.

Continue reading

Selamat Jalan bu Sri

Hari Minggu kemarin saya kehilangan sosok guru, teman diskusi yang baik, dan “ibu” yang senantiasa memberikan motivasi dan arahan positif kepada saya. Seperti disambar petir dan seolah tak percaya bahwa bu Sri Lestariningsih yang juga dosen pembimbing utama tugas akhir saya itu menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Panti Nirmala Malang.

Sedih dan terpukul rasanya orang yang selama ini peduli dengan saya tiba-tiba meninggalkan saya yang masih butuh bimbingan ini. Saya mengetahui kepergian beliau melalui teman saya Finnes lewat BlackBerry Messenger pada jam 12.15 WIB. Awalnya ia bertanya kepada saya apakah benar bahwa bu Sri telah meninggal. Setelah saya mendapat kabar itu saya mencari informasi dan ternyata benar bu Sri telah tiada. Hari Sabtu malam memang saya mendapat kabar kondisi beliau sudah kritis.

Continue reading

Soal Perbuatan Tidak Menyenangkan

Mahkamah Konstitusi pada tanggal 16 Januari 2014 dalam Perkara Nomor 1/PUU-XI/2013 Perihal Pengujian Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana memutus bahwa frasa “sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan” dalam Pasal 335 ayat (1) KUHP bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

Saya melihat bahwa putusan Mahkamah Konstitusi itu sudah tepat dikarenakan frasa tersebut memang awalnya merupakan frasa “sisipan” dari pemerintah kolonial untuk menekan masyarakat Hindia-Belanda. Ada dua alasan saya, sebagai berikut:

Continue reading

Soal Ziarah Kubur

Tags

, ,

Saya iseng-iseng mencari putusan pengadilan tentang cybercrime yang berhubungan dengan penyebaran kebencian atas nama SARA kemarin malam. Setelah beberapa saat akhirnya saya menemukan Putusan Pengadilan Tinggi Bandung No. 89/Pid/2013/PT.BDG atas nama Fitria Kurniawan alias Abu Fahd Negara Tauhid. Dakwaan terhadap Fitrian disusun secara alternatif yaitu:

  1. Pasal 27 ayat 3 Undang-undang RI No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo. Pasal 45 ayat (1) Undang-undang RI No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
  2. Pasal 28 ayat 2 Undang-undang RI No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo. Pasal 45 ayat (2) Undang-undang RI No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
  3. Pasal 310 ayat (1) KUHP
  4. Pasal 311 ayat (1) KUHP

Continue reading

Soal Barang Bukti Kasus Terorisme

Tags

, , ,

Selamat tahun baru 2014 bagi para pembaca blog saya, semoga tahun 2014 ini menjadikan kita lebih baik dari tahun sebelumnya. Beberapa hari yang lalu ada seseorang yang mengirimkan pesan ke direct message Twitter saya mengenai definisi barang bukti dan apa kaitannya dengan suatu tindak pidana.

Saya menjelaskan panjang lebar berdasarkan beberapa doktrin (pendapat para sarjana hukum) tentang definisi barang bukti dan kaitannya dengan suatu tindak pidana. Beberapa penjelasan tersebut saya rangkum sebagai berikut:

  1. Istilah barang bukti tidak dikenal memang di dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), istilah tersebut ada di dalam praktik. KUHAP hanya mengenal istilah alat bukti yang dipakai untuk membentuk keyakinan hakim, jumlahnya minimal 2 alat bukti (Pasal 183 KUHAP dan Pasal 184 KUHAP). Barang bukti bukanlah alat bukti.
  2. Salah satu contoh definisi, menurut polisi, yang disebut barang bukti adalah benda baik yang bergerak atau tidak bergerak, yang berwujud maupun yang tidak berwujud yang mempunyai hubungan dengan tindak pidana yang terjadi.1
  3. Definisi lain adalah menurut pendapat sarjana hukum. Menurut Prof. Dr. Andi Hamzah. Menurutnya istilah barang barang bukti dalam perkara pidana yaitu barang mengenai mana delik dilakukan (obyek delik) dan barang dengan mana delik dilakukan. misalnya pisau yang dipakai untuk menikam orang. Termasuk juga barang bukti ialah hasil dari delik. Misalanya uang Negara yang dipakai (korupsi) untuk membeli rumah pribadi, maka rumah pribadi tersebut merupakan barang bukti atau hasil delik.2
  4. Berdasarkan dua hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa barang bukti adalah barang yang berhubungan dengan suatu tindak pidana, bisa berupa alat untuk melakukan tindak pidana atau hasil tindak pidana.

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,091 other followers