Posted in Uncategorized

Teknologi Informasi, Keterangan Ahli, dan Bukti di Persidangan Kasus Munir

Barang bukti:

1. Hp Nokia milik Wisnu Dipoyono Budi

2. Hard Disk Deputi V BIN

3. Hard Disk Kloning milik ahli Jhon Turino

4. 3 lembar recovery surat dari hard disk Deputi V BIN

5. Print out Call Data Record

6. Sim card reader, sim card

1. Pemeriksaan Ahli Jhon Turino

Materi Pertanyaan Pembuka Majelis Hakim

Ahli mengaku tidak mengenal Terdakwa. Ahli mengaku tidak memiliki hubungan keluarga dengan Terdakwa. Ahli mengaku sanggup disumpah sesuai dengan keahliannya.

Lutfi interupsi dengan mempermasalahkan pekerjaan ahli sehari-hari sebagai karyawan. Suharto mengingatkan untuk menyamakan berkasa BAP yang menulis pekerjaan ahil. (Terdakwa yang menunjukkan berkas tersebut kepada Lutfi).

Lutfi mengingatkan majelis mengenai kualifikasi seseorang ahli harus memiliki background akademis yang cukup dapat dikatakan ahli. Lutfi menegaskan ahli bukan sebagai karyawan di suatu tempat sehingga dia tidak dapat secara independent memberikan pendapatnya di persidangan ini.

Suharto menanggapi hal itu dengan saya akan catat di dalam berita acara mengenai keberatan tersebut. Kemudian saksi menjelaskan bidang keahliannya mengenai pengamanan di bidang softwarenya.

Lutfi masih keberatan dengan keberadaan ahli ini. Ambarita spontan memotong pembicaraan Lutfi dengan mengatakan tidak ada masalah bekerja dimana ahli.

Suharto mengingatkan Lutfi agar tidak terjebak dalam areal penilaian terhadap ahli ini. Suharto mengingatkan kepada Tim JPU dan PH bisa memiliki penilaian fakta di persidangan, jangan sampai sidang hari ini kekurangan fakta persidangan dari ahli ini. Suharto menegaskan keberatan Penasehat hukum telah dicatat dan dimasukkan dalam berita acara.

Lutfi mewakili dari Tim Penasehat hukum menyatakan kami tidak melihat orang ini sebagai ahli. Namun Suharto tetap memberikan kesempatan kepada ahli ini untuk memberikan pendapatnya sesuai dengan keahliannya.

(ada 3 orang sahabat munir tepuk tangan)

Kemudian ahli disumpah menurut tata cara agama islam. Suharto menegaskan maksud kedatangan ahli adalah dimintakan pendapatnya sesuai dengan keahliannya.

Saksi mengaku pernah diperiksa oleh penyidik sebanyak satu kali. Saksi mengaku telah membaca dan mengerti BAP yang telah ditandatangi berikut memparaf setiap halamannya.

Suharto mempersilahkan kepada Tim JPU untuk mengawali pemeriksaan ini.

Materi Pertanyaan Tim JPU

Maju Ambarita, SH

Seputar Berkaitan Dengan Komputer:

v  Sepengetahuan ahli mengenai hard disk, ahli menjelaskan hard disk adalah satu perangkat yang didalamnya ada piringan untuk menyimpan data.

v  Sepengetahuan ahli mengenai secara general isi daripada hard disk, ahli menjawab isinya adalah kumpulan-kumpulan sektor dan ada kluster-kluster untuk menyimpan data.

v  Sepengetahuan saksi mengenai penyimpanan data, ahli menjawab mengetik tanpa penyimpanan tidak ada gunanya. Ahli menambahkan kalau data tersebut disimpan baru bisa berhubungan dengan hard disk.

v  Sepengetahuan saksi mengenai pernah diperlihatkan hard disk oeh penyidik sewaktu diperiksa menjadi saksi ahli, ahli mengatakan pernah.

(Ambarita memohon kepada majelis untuk memperlihatkan hard disk tersebut yang merupakan salah satu barang bukti JPU. Ambarita memohon kepada Ketua Majelis Suharto untuk dibacakan Serial Number daripada Hard Disk tersebut. Tim JPU terlihat hampir semua maju ke depan meja majelis kecuali Risman dari Tim PH ada Syahrial, Lutfi juga Mahendradatta)

Ahli mengatakan pernah diperlihatkan serial number tersebut hard disk bermerek Seagate ST-320014-A dengan nomor seri 5-JZEZ-5SE.

Ambarita menjelaskan bahwa ada tiga hard disk

Ahli menjelaskan tahapan tersebut yakni untuk menormalisasi atau untuk membangkitkan agar hard disk satu tidak terkontaminasi maka tidak berakibat apa-apa kepada hard disk yang kedua. Lalu untuk hard disk yang ketiga hanya merecovery hard disk.

Lutfi keberatan dengan ahli yang menjelaskan bukan areal penglihatan. Saksi meminta maaf kepada majelis.

Ambarita meyambung tentang pertanyaan tahapan-tahapan tersebut diperuntukkan untuk apa, ahli menjawab untuk menguji daripada data intergritas.

Lutfi keberatan kembali dengan keterangan ahli. Suharto memohon kepada ahli untuk menyatakan pendapat bukanlah fakta. Ambarita meneruskan pertanyaannya dengan mengacu kepada keterangan BAP mengenai melampirkan berkas perkara, ahli belum menjawab Mahendradatta memotong berbicara kalau dibacakan bukan ahli.

Suharto menyarankan agar sidang berjalan lancar kalaupun ada keberatan dari Tim Penasehat hukum akan di catat dalam berita acara untuk areal penilaian ada pada masing-masing pihak. Ambarita kembali meneruskan pertanyaan.

v  Sesuai dengan keahlian ahli mengenai Surat Keterangan (lalu diperlihatkan terlebih dahulu ke meja persidangan bersama Sinaga) ketika selesai Ambarita menanyakan kepada tingkat akurasi namun ahli dipotong oleh lutfi keberatan kemudian diambil alih Suharto bertanya hasil clooningnya benar tingkat akurasi bagaimana, ahli mengatakan tingkat akurasi 100% hard disk. Ambarita memohon untuk dicatat karena 100% benar.

Suharto ambil alih

v  mengenai syarat-syarat apa yang harus dilakukan untuk mengkloning, ahli menjelaskan itu ada kluster-kluster jika satu hard disk pertama gagal maka akan menjadi corrupt.

v  Ditegaskan kalau ada syarat-syarat pengerjaan mengkloning, ahli menjawab jika tidak ada eror maka tidak ada peringatan lancar.

v  Sepengetahuan ahli mengenai hard disk yang tidak bisa di clooning, ahli menjawab kondisi fisik hard disk yang rusak tidak dapat di clooning karena jika secara fisik luar rusak berat maka isi daripada hard disk itupun rusak.

v  Sepengetahuan ahli mengenai untuk mengkloning hard disk, ahli menjawab tidak harus mengetahui isi daripada hard disk tersebut.

Ketika Lutfi hendak mengambil alih Suharto justru ikut mengambil alih

v  Sepengetahuan ahli mengenai latar belakang pendidikan, ahli mengatakan setelah diploma hingga gelar Doktor pun ada (Lutfi memohon untuk dicatat). Mempertegas pendapat ahli mengenai hard disk tidak akan rusak jika secara fisik tidak rusak.

Mahendradatta, SH.MA.MH

v  Sepengetahuan ahli mengenai waktu penunjuk yang ada di komputer, ahli mengatakan secara dasar setiap komputer ada yang dapat mengatur setiap kita merekam sesuatu ada waktunya. BIOS (Basic Input Output System) itu ada waktunya dan kita bisa mengaturnya.

(Tim JPU tidak interupsi ketika pertanyaan Mahendradatta telah menyudutkan ahli, justru saksi yang merasa pertanyaan tidak relevan karena ahli komputer berbeda dengan ahli digital forensik, Ambarita memohon kepada majelis namun tetap Mahendradatta bertanya pendapat kepada ahli)

v  Sepengetahuan ahli mengenai time itu merupakan digital, ahli menjawab iya itu betul.

v  Sepengetahuan ahli mengenai waktu penyimpanan file, ahli menjawab komputer tidak bisa diatur atau dirubah waktu penyimpanan. Ahli menambahkan file tidak bisa dirubah termasuk waktunya, file belum ada yang bisa diatur.

v  Sepengetahuan ahli mengenai file dengan penujuk waktu bisa atau tidak, ahli mengatakan antara lain ada yang kapan dibuat secara otomatis komputer akan mencatat lalu ada kapan diprint lalu kapan di edit.

Syahrial Litoha, SH

Seputar Aktivitas ahli

v  Sepengetahuan ahli mengenai pernah membuat buku, ahli mengatakan tidak.

v  Sepengetahuan ahli mengenai pernah mengajar, ahli mengatakan tidak.

v  Sepengetahuan ahli mengenai mengikuti asosiaso digital forensik, ahli mengatakan tidak.

v  Sepengetahuan ahli mengenai mengikuti ikatan ahli komputer, ahli menjawab tidak mengikuti karena tidak memiliki kepentingan.

v  Sepengetahuan ahli mengenai apakah hard disk bisa dijadikan barang bukti, ahli mengatakan bisa. Ditegaskan lagi apakah print out elektronik bisa dijadikan barang bukti atau tidak, ahli mengatakan bisa, ahli menegaskan di luar dari pendidikan saya mengikuti yang namanya digital forensik software sehingga hasil penemuan dari hard disk dapat dijadikan pendukung.

v  Sepengetahuan ahli pernah membaca atau membuat buku tentang itu, ahli mengatakan tidak.

Tambahan pertanyaan Ambarita kepada ahli apakah masih mengingat mengenai mendemostrasikan clooning tersebut, Lutfi keberatan ini bukan uji kemampuan kalau seperti itu di luar persidangan saja (BMP tepuk tangan), Mahendratta menambahkan pernyataan Lutfi dengan memohon untuk dicatat di berita acara bahwa Tim JPU membawa ahli yang tidak sesuai kualifikasi ahli. Anggota Tim JPU meneruskan kali ini Risman mengenai seputar tingkat kebeneran, Lutfi mengajukan keberatan lagi dengan alasan apa tingkat kebenaran itu tidak jelas. Risman mengulang kembali merubah konstruksi pertanyaan menjadi seberapa tingkat kerahasiaan lalu indikasinya, ahli baru mengatakan secara proses..Lutfi memotong itu pendapat yang mulia. Risman memohon agar Tim PH memberikan kesempatan kepada ahli untuk memberikan pendapatnya di pemeriksaan ini.

(sahabat munir ada yang berteriak betul)

Materi Pertanyaan Majelis Hakim

Suharto ambil alih mengenai hard disk,

v  Sepengetahuan ahli mengenai apakah sebuah hard disk bisa disi secara penuh atau setengah, ahli mengatakan bisa kedua–duanya. Lutfi menyeletuk itu masih bisa di kloning.

v  Sepengetahuan ahli mengenai hard disk yang tidak penuh apakah ruangan penambahan itu ahli menjawab secara umum masih bisa disimpan data selama belum penuh,

v  Sepengetahuan ahli mengenai hard disk yang belum terisi penuh apakah bisa disisipi ahli  mengatakan bisa.

v  Sepengetahuan ahli mengenai code etik clooning, ahli menjawab tidak akan merubah isi data selain daripada rekap data. Sepengetahuan ahli mengenai hard disk yang dikloning dengan identik clooning yang keduanya tidak sah.

Haswadi, SH MH

v  Sepengetahuan ahli mengenai hasil clooning bisa di print out, ahli mengatakan bisa saja isi seluruh hard disk dapat diprint out.

v  Sepengetahuan ahli mengenai perbedaan hasil print out dari clooning, ahli mengaku tidak bisa membedakan jika sudah dalam keadaan print out.

Tambahan dari Lutfi

v  Sepengetahuan ahli mengenai mengetahui data asli atau data tambahan oleh pihak lain,ahli mengatakan selama bukan ahli tidak dapat diketahui. Lutfi merasa cukup.

Barang Bukti Yang diajukan ke dalam persidangan:

  1. Risman mengajukan Surat panggilan Budi Santoso oleh JPU kepada Departemen Luar Negeri.  Saksi berhalangan hadir karena bertugas ke Afganistan.
  2. Supardi mengajukan Surat perintah Disposisi Budi Santoso kepada saksi Kawan. Sebelumnya saksi mengatakan mengenal tulisan Budi Santoso namun ketika diperlihatkan ke meja majelis justru mengaku tidak mengenali tulisan tersebut.
  3. Ambarita memperlihatkan Hard Disk yang belum di clonning beserta Hard Disk yang sudah di clooning.

Sinaga memperlihatkan di meja majelis mengenai surat keterangan yang telah ditandatangani oleh staff ahli bidang forensik untuk ditanyakan tingkat akurasinya

2. Pemeriksaan Ahli Ruby Zukri Alamsyah

Materi pertanyaan pembuka Majelis Hakim

ahli mengaku tidak mengenal dengan Terdakwa, ahli mengaku tidak mempunya hubungan keluarga  dengan Terdakwa, ahli mengaku sanggup untuk disumpah. (lalu menghampiri Juru Sumpah, Bismilahhi waw allahi demi allah saya bersumpah sebagai ahli akan memberikan pendapat saya dengan sebenar-benarnya, ahli mengambil posisi duduk kembali)

ahli mengaku pernah diperiksa oleh penyidik dalam kasus ini. Ahli mengaku menandatangani berita acara, ahli mengaku membaca dengan baik isi daripada berita acara, ahli memparaf setiap halaman. Kemudian majelis mempersilahkan kepada Tim JPU untuk mengawali sesi pemeriksaan ini.

Materi Pertanyaan Tim JPU

Maju Ambarita, SH

Seputar Latar Belakang Ahli:

  • Sepengetahuan ahli mengenai latar belakang pendidikan, ahli menjawab lulus S1 mengambil jurusan IT di Universitas Gunadharma lalu sedang menyelesaikan Master di Universitas Indonesia dan juga mempunyai delapan sertifikat bertaraf internasional.
  • Sepengetahuan ahli mengenai sertifikat bertaraf internasional, ahli menjelaskan antara  lain Microsoft Sertified Engineeer, Forensik Investigator
  • Sepengetahuan ahli mengenai pekerjaan sebelum bekerja di PT.Jaringan Nusantara (pertanyaan Ambarita sempat membuat ahli tidak mengerti maksudnya dengan mengatakan “apa latar belakang pekerjaan ahli sebelum di sini?”) ahli menjawab berhubungan dengan Provider Internet, Telekomunikas dan security.

Seputar CDR:

  • Sepengetahuan ahli mengenai call data report, ahli menjawab termasuk rutinitas membaca file.
  • Apa artinya, ahlinya menjawab data base dari log transaksi dari operator.
  • Apakah call data report bisa dihapus, ahli menjawab CDR sangat penting untuk pihak penagih sehingga membutuhkan data tersebut.
  • Call data report bisa di print out, ahli mengatakan data yang paling benar.
  • Apa arti incoming atau outcoming, ahli menjawab incoming adalah transaksi seperti SMS atau telepon masuk.

(Ambarita memperlihatkan CDR dari Telkomsel bersama dengan Iwan Setiawan dari PH ada Akhmad Kholik, Wirawan adnan DAN Syahrial Litoha)

  • Arti atau istilah dari Print out yang dijadikan barang bukti JPU, ahli menjelaskan satu per satu yakni date adalah tanggal transaksi dimulai, hour adalah jam transaksi dimulai, number adalah pihak pemanggil, cable adalah serial number dari pihak pemanggil, BT adalah menunjukkan position, Bnumber adalah tujuan pemanggil, Durasi adalah lamanya waktu dalam bertransaksi, call type adalah outgoing dan ingoing sebuah SMS.
  • Yang tercantum Bnumber artinya apa, ahli menjawab yang melakukan pemanggilan adalan 0811900978 (Nomor Terdakwa) yang melakukan pemanggilan adalah 0811….65
  • Untuk lebih dari satu kali bagaimana Bnumber tersebut (saksi meminta untuk diulangi pertanyaannya) ada Anumber ada Bnumber untuk frekuensi komunikasi, ahli menjawab ada transaksi yang cukup tinggi antara Anumber dengan Bnumber karena melakukan intensitas yang cukup tinggi.

(Lutfi keberatan karena telah melampui keahliannya, ambarita menjawab baik kami teruskan oleh rekan lain.)

Iwan Setiawan, SH

Keterangan BAP mengenai CDR Tanggal 1 -30 September 2004

Anumber 0811900978, Bnumber 62517407459 bisa disimpulkan kedua kali

(Lutfi keberatan lagi iwan ingin tetap membaca suharto mengizinkan ada sorakan wuuuu dari pengunjung, ditanya benar keterangan itu, ahli menjawab betul itu jawaban saya. Suharto mempersilahkan PH)

Materi Pertanyaan Tim PH

Lutfi Hakim, SH

Seputar Sim Card:

  • mengawali dengan memohon untuk memperlihatkan tiga alat bukti yang diajukan dalam pembelaan PH, Suharto meminta ini dicatat dalam berita acara.
  1. Sim card reader;
  2. sim cardnya;
  3. CD (Tertulis dengan Ray Tex)
    • Pertanyaan jelaskan fungsi dari sim card reader, ahli menjawab sim card yang tadi diperlihatkan adalah alat untuk membaca data ke komputer dengan menggunakan software bermerek simex.
  • Dipotong oleh Lutfi dengan mempertanyakan pendapat kepada ahli mengenai apakah saya bisa melakukan penggandaan terhadap sim card tersebut, ahli menjawab bisa di clooning sim card yang lain yang masih kosong.

Seputar IME:

  • Pertanyaan berikut colom IME (Input method editor) apakah merupakan nomor surat dari sim card, ahli mengatakan handsetnya.
  • Lutfi meminta pendapat sim card punya Serial number, ahli berpendapat serial number adalah nomor tersebut kalau handset adalah IME tersebut.
  • Lutfi menegaskan kalau mengkloning suatu nomer jika menggunakan handset yang berbeda apakah IME tetap sama, ahli menjawab mengenai IME antara handset a dengan handset b tidak sama.

(Memperlihatkan IME di meja majelis oleh Iwan Setiawan, Lutfi Hakim, bersama ahli dengan ditemani oleh Wirawan Adnan. Nampak Lutfi menertawakan iwan. Setelah duduk diteruskan kembali pertanyaan kepada saksi)

  • Sepengetahuan ahli mengenai nomor handphone identik yang sama (Anumber) dengan nomor seri yang berbeda, ahli menjawab kita dapat melihat tabel yang paling kanan (call type) IME yang ada CDR adalah IME yang memanggil, kedua adalah IME yang berbeda itu merupakan incoming (penelpon)
  • Sepengetahuan ahli mengenai sim card yang digandakan, ahli menjawab akan muncul IME yang berbeda.
  • Sepengetahuan ahli mengenai apakah TELKOMSEL memiliki data standar yang bisa dirubah, ahli mengatakan standar untuk merubah adalah tergantung daripada company itu sendiri.

(Lutfi memperlihatkan IME yang sama khusus pada tanggal 6 September 2004. Suharto menyatakan  telah dicatat di berita acara. Lutfi menunjukkan IME yang sama dengan menggunakan handphone yang berbeda. Lutfi meminta untuk dicatat lagi oleh Majelis dalam berita acara.)

Suharto ambil alih

Mengulangi khusus pada tanggal 6 September 2004 untuk jam 7:39 dan atau 7:59:10 ini lalu bertanya kepada ahli ini menunjukkan hal apa, ahli menjawab nomor saya call type sama dengan IME berbeda.

Suharto mengatakan “ke sini saja ahli” (menghadap ke majelis saja) nampak Terdakwa tertawa. Ahli menegaskan pendapatnya handphone diganti dengan yang lain mungkin perbedaan itu dikarenakan baterai sudah habis lalu sim card tetap sama.

Wirawan Adnan:

  • Sepengetahuan ahli bisa langsung mengetahui bahwa sim card tersebut adalah dari provirder TELKOMSEL, ahli mengatakan ketika diperiksa oleh penyidik saya baru tahu namun untuk sumber aslinya tidak tahu.
  • Sepengetahuan ahli mengenai CDR secara teknis apakah bisa di delete, ahli mengatakan karena itu data logical sehingga tidak mungkin di delete.
  • Sepengetahuan ahli sebeberapa penting dari sebuah CDR, ahli berpendapat itu penting system security, dan orang yang mengerti hal tersebut adalah orang yang mempunya level tinggi.

(Wirawan cukup lalu ditambah oleh Lutfi)

  • Mekanisme voice recording, Sepengetahuan ahli mengenai mekanisme voice recording di TELKOMSEL pada umumnya, ahli berpendapat prosedur pihak operator melalui undang-undang tidak bisa hanya melalui request basis tidak sembarang. Ahli menambahkan kalau tidak request tidak ada rekaman percakapan telpon. (Wirawan memohon untuk dicatat)
  • Telepon Paralel, sepengetahuan ahli mengenai nomor 740…milik Pollycarpus pada tanggal 6 September 2004 jam 18.00 WIB pada kolom ada kemungkinan di paralel, ahli berpendapat posisi bisa saja dimungkin untuk diparalelkan.
  • Ditegaskan oleh wirawan apakah sampai keluar rumah Pollycarpus dapat diparalelkan ahli berpendapat jika posisi tidak terlalu jauh sinyal power akan semakin turun.
  • Mengenai jarak persisnya dapat lemah posisi sinyal, ahli berpendapat lupa berapa persisnya, lima hingga sepuluh meter masih bisa mendapat signal.

Materi Pertanyan Majelis Hakim

Suharto, SH MH

Seputar  CDR:

  • Sepengetahuan ahli mengenai IME Kosong, ahli berpendapat operator yang menjawab pasti muncul.
  • Sepengetahuan ahli mengenai keberadaan CDR ada transaksi, ahli menjawab keberadaan ini diperuntukkan tagihan (makanya untuk istilah transaksi).
  • Sepengetahuan ahli CDR digunakan hanya menggunakan handset, ahli berpendapat bisa dipastikan CDR tersebut antara handset dengan handset lain.
  • Sepengetahuan ahli mengenai manipulir dalam CDR, ahli berpendapat bahwa pelanggan provider akan komplain.

Seputar Sim Card

  • Sepengetahuan ahli mengenai sim card yang digandakan oleh orang lain, ahli berpendapat bahwa tagihan akan tetap pada master clooning sim card.
  • Sepengetahuan ahli mengenai bagaimana cara membedakan antara master dengan clooning, ahli berpendapat (sempat berpikir lama) bilan mana sim card di clooning maka operator tidak tertagih ada pengguna clooningnya.
  • Sepengetahuan ahli mengenai jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengkloningkan sim card ahli berpendapat dalam proses pengkloningan membutuhkan waktu sebanyak tujuh hingga delapan jam.
  • Sepengetahuan ahli mengenai saran untuk tidak bisa dikloningkan suati sim card, ahli menjawab disarankan untuk menganti sim card yang baru supaya tidak bisa dikloning. Ahli menambahkan pada saat ini porvider yang bisa mengkloningkan sim card baru porvider X (PT Excelcomindo Pratama).

Ahmad Yusak, SH

Seputar Penghapusan oleh Operator:

  • Sepengetahuan ahli mengenai aturan jangka waktu untuk menghapus, ahli berpendapat masing-masing operator internal provider memiliki masing-masing keterbatasan hardware (untuk menyimpan seluruh transaksi).
  • Sepengetahuan ahli mengenai regulasi dari pemerintah untuk dapat menghapus data (sempat diberikan contoh Arsip yang hanya bisa dimusnahkan setelah 30 tahun) ahli menjawab pernah mendengar bahwa ada hitungan yang digunakan oleh operator akan menghapus dalam kurun waktu 12 bulan.
  • Sepengetahuan ahli mengenai IME yang muncul dengan sim card baru, ahli berpendapat akan muncul karena akan ada regsitrasi baru dalam transaksi SMS (Short Message Service).

Diambil alih Suharto

Seputar Perekaman

  • Penegasan dari Suharto atas Sepengetahuan ahli mengenai suatu operator yang dilarang merekam, ahli berpendapat perekaman hanya bisa dilakukan kalau ada permintaan.
  • Sepengetahuan ahli mengenai waktu permintaan untuk merekam, ahli berpendapat bahwa tanpa ada permintaan musthahil dilakukan perekaman,ahli menambahkan jika semua percakapa dilakukan dengan perekaman maka operator tersebut membutuhkan hardware yang sangat besar  untuk menyimpan data voice.

Tambahan Ambarita

  • Sepengetahuan ahli mengenai perpindahan sim card ke handset lain, ahli mengatakan IME akan berbeda.
  • Sepengetahuan ahli mengenai perpindahan handset dengan IME berbeda dengan dilakukan titik posisi yang sama, ahli mengatakan durasi callnya maka CDR akan menganalisa durasinya ahli menambahkan semua operator akan menghapus di bawah tiga detik durasi pemakaian oleh pelanggan.
  • Ditegaskan oleh Ambarita dimungkin transkasi dapat dilakukan dengan orang yang sama meskipun handphone berbeda dan dilakukan pada titik yang sama. (Ambarita meminta mohon dicatat).

Supardi, SH

  • Sepengetahuan ahli mengenai penyisipan waktu ke dalam data base, ahli berpendapat bahwa tidak bisa dilakukan kecuali operator itu sendiri yang melakukan hal tersebut. Ahli menambahkan kalau hal tersebut dilakukan oleh internal dari operator yang bersangkutan maka illegal.

Lutfi keberatan atas pertanyaan yang mengulang, Suharto bersikeras itu belum pernah ditanyakan sebelumnya karena redaksi yang berbeda.

Supardi (terlihat bersama Iwan, ahli dan juga Lutfi bersama wirawan di meja majelis) ingin memperlihatkan transaksi print out pada tanggal 11 September 2004 pada jam 05.22.00 WIB tercatat bahwa penelpon sedang berada di Dukuh Kampung Rambutan.

(saat itu Stanley Wahju tanpa menggunakan toga berdiri di pintu JPU untuk melihat arah pengunjung sidang, mereka duduk kembali ke posisi masing-masing, Supardi kembali bertanya)

Seputar Posisi Penelpon:

  • Sepengetahuan ahli mengenai print out yang sudah diperlihatkan menujukkan apa, ahli berpendapat pada tanggal 11 September 2004 telah diadakakan pemanggilan dari 0811900978 (nomor Terdakwa) kepada 0815 (nomor pollycarpus), ahli menambahkan bahwa lokasi BTS menunjukkan penelpon sedang berada di Dukuh Kampung rambutan. Ahli berasumsi bahwa pemanggil melakukan transaksi di Tol Jagorawai (kampung rambuta) ke Bukit Sentul Bogor.
  • Sepengetahuan ahli mengenai print out yang ditunjukkan pada tanggal 7 September 2004, ahli berasumsi bahwa penerima telpon dengan berada di Bandara Surabaya.

Tambahan Iwan mengenai sim card :

  • Sepengetahuan ahli mengenai sim card yang hilang, ahli berpendapat pasti bisa dimintakan sim card baru ke operator.
  • Sepengetahuan ahli mengenai kepemilikan sim card, ahli berpendapat bisa dimiliki oleh orang lain dengan di jual bebas.
  • Sepengetahuan ahli mengenai keahlian untuk dapat menkloning sim card, ahli berpendapat dibutuhkan keahlian untuk dapat melakukan clooning hardware maupun software sehingga tidak semua orang dapat melakukan. (iwan mengatakan dengan suara keras “mohon dicatat yang mulai” dengan tersenyum)

Dilanjutkan oleh Ambarita mengenai clooning:

  • Sepengetahuan ahli mengenai waktu untuk dapat mengkloning sim card, ahli berpendapat dibutuhkan waktu 7 hingga delapan namun rata-ratanya bahkan dari delapan hingga sembilan jam.
  • Sepengetahuan ahli mengenai posisi sim card, ahli mengatakan sim card yang dikloning harus dilepaskan dari handset handphone.
  • Sepengetahuan ahli mengenai ada proses komunikasi ketika sedang dikloningkan ,ahli berpendapat bahwa tidak mungkin dilakukan komunikasi pada saat di kloningkan. (Ambarita memohon untuk dicatat)

Tambahan dari Iwan yang mengulang mengenai sim card clooning

  • Sepengetahuan ahli mengenai sim card yang telah dikloning dapat digunakan secara bersamaan, ahli berpendapat sim card master dengan clooning tidak dapat dilakukan secara bersama-samaan.

Tambahan dari Lutfi

  • Sepengetahuan ahli apakah seseorang yang ingin melakukan kloning harus mengikuti program pendidikan khusus untuk mengkloning, ahli berpendapat tidak.

Suharto mengambil alih

  • Sepengetahuan ahli mengenai orang yang bisa mengoperasi komputer bisa melakukan clooning juga, ahli berpendaat tidak harus menggunakan pendidikan khusus untuk mengkloning. Ahli menambahkan pendapatnya bahwa seseorang untuk dapat mengkloning dia harus mengerti IT, Komputer dan elektronik.

Penegasan Lutfi

  • Sepengetahuan ahli apakah untuk melakukan proses clooning bisa dilakukan dengan otodidak, ahli menjawab bisa. Lutfi merasa cukup.

Beberapa hal penting dalam proses persidangan:

  1. Master dengan clooning tidak bisa digunakan secara bersamaan.
  2. Adanya hubungan telepon dari Bukit Sentul Bogor pada tanggal 11 September ke nomor Pollycarpus, lalu adanya report Pollycarpus menerima telpon dari Bandara Surabaya dari nomor handphone Terdakwa

Barang bukti yang diajukan dalam persidangan:

  1. Iwan memperilihatkan ke meja majelis sebuah surat panggilan kepada saksi ahli Rahmat Yulianto kepada PH Akhmad Kholik.
  2. Ambarita memperlihatkan CDR dari Telkomsel kepada saksi.
  3. Lutfi mengajukan tigal alat bukti berupa Sim Card Reader, Sim Card, CD Ray Tex.
  4. Lutfi menunjukkan IME di meja majelis
  5. Supardi ingin memperlihatkan transaksi print out pada tanggal 11 September 2004 yang menyatakan posisi penelpon sedanga berada di Dukuh Kampung Rambutan Jakarta.

3. Pemeriksaan Ahli Rahmat Budianto

Materi Pertanyaan Pembukaan Majelis Hakim

Ahli mengaku tidak kenal dengan Terdakwa, ahli mengaku tidak mempunyai hubungan keluarga dengan Terdakwa. Ahli dihadirkan dipersidangan ini sebagai ahli yang dimintakan pendapat sesuai dengan keahliannya dan dari pengalaman-pengalamannya dari kegiatan yang sesuai dengan keahliannya. Suharto mempersilahkan ahli berdiri untuk disumpah dengan tata cara agam islam.

(saksi menghampiri juru sumpah dan mengikuti perkataan juru sumpah)

Ahli mengaku pernah diperiksa oleh penyidik. Ahli mengaku pernah membubuhkan tandatangan pada akhir pemeriksaan. Ahli mengaku membaca berita acara pemeriksaan. Ahli mengaku memparaf setiap halaman berita acara. Suharto mempersilahkan kepada Tim JPU untuk mengawali pertanyaan.

Materi Pertanyaan JPU

Maju Ambarita, SH

Seputar Latar Belakang Pendidikan Ahli, sebagai berikut:

v  Sepengetahuan ahli mengenai latar belakang pendidikan, ahli menjelaskan pendidikan SD, SMP, SMU di Solo (Jawa Tengah)  menyelesaikan S1 di ITB jurusan Teknik Elektro tahun 1992, menyelesaikan S2 Magister Teknik Elektro ITB tahun 2000 bidang karya pada waktu S2 adalah rekayasa jaringan telekomunikasi dan beberapa pendidikan yang berkaitan dengan teknologi networking teknolongi international dan beberapa pendidikan teknik maupun elektronik yang lain.

v  Sepengetahuan ahli mengenai CDR yang berkaitan apa dikerjakan ahli selama di PT.TELKOMSEL INDONESIA, ahli menjawab berkiatan dengan CDR.

v  Sepengetahuan ahli mengenai bundel data (lalu meminta untuk diperlihatkan di meja majelis bundel data tersebut oleh iwan setiawan bersama Wirawan, Rusdianto, Syahrial Litoha melihat bundel tersebut, Terdakwa bertanya kepada Akhmad Kholid “si lutfi kemana?”), ambarita melanjutkan kembali bertanya tentang kapan pertama kali melihat CDR, ahli menjawab pada saat pemeriksaan di hadapan penyidik.

Seputar Pengetahuan Istilah Data (IMEI, Outcoming, Incoming, Position)

v  Sepengetahuan ahli mengenai IMEI, ahli menjawab IMEI adalah IMEI itu adalah Di dalam call data record atau CDR itu terdapat dimana CDR itu menandai suatu informasi tertentu yang dipertanyakan apakah yang dimaksud dengan IMEI, IMEI itu adalah international mobile equiptment identity, yang dimaksud dengan IMEI itu adalah identitas unit dari setiap handset yang ada, IMEI itu unit secara internasional itu yang pertama yang kedua masalah location itu untuk CDR, ada tiga informasi yang berkaitan adalah LAC, IC, dan Location.  LAC, IC dan location, LAN adalah Location Area Code, IC itu  cell id, yang dimaksud dengan itu adalah satu cardrigde tertentu yang dicover oleh satu BTS tertentu. Jadi LAC itu menandakan keadaan geografis yang kodean dimana Tell  tersebut dicover oleh suatu BTS. BTS tersebut berdekatan dengan LAC.

v  Sepengetahuan ahli mengenai anumber adalah pihak berinisiatif telekomuniakasi dengan bnumber dimana informasi tentang anumber itu terkait dengan Call time kalo call timenya adalah 01 atau doin call berarti anumber itu pihak yang menginisiasi atau pihak melakukan panggilan kepada jaringan telekomunikasi, sedangkan bnumber adalah pihak yang dihubungi. Ditegaskan oleh Ambarita jadi Anumber yang punya insiatif, ahli menjawab Anumber adalah pihak yang berinisiatif (pihak yang memanggil).

v  Sepengetahuan ahli mengenai Anumber terkait dengan sim card, ahli menjawab anumber adalah identitas simcard dalam istilah umumnya adalah nomor telpon yang biasa dikenal,anumber jadi pihak simcard yang menginiasiasi adanya panggilan, kalau panggilan itu dibutuhkan adanya call type, waktu incoming call kalau call type ada incoming call a number adalah pihak yang dipanggil.

v  Sepengetahuan ahli mengenai cetakan print out pada tanggal  7 September 2004 jam 10.40.13 Anumber dengan nomor 0811900978 pada posisi Bnumber 6217407459 (Suharto sempat bertanya tentang tanggal kepada Ambarita mengenai tanggal komunikasi), ahli mengatakan arti dari informasi tersebut bahwa pada Date 70409 karena format yymmdd jadi tanggal 7 September 2004.pada jam 18 (langsung dikoreksi) 10.40 telah terjadi dicatat oleh MSC transaksi antara Anumber antara 0811900978 dengan Bnumber 6221707459. pada tanggal 6 September pukul 18.00.16 WIB juga dicatat oleh MSC juga dicatat telah terjadi hubungan komunikasi antara nomor 62811900978 yang dicatat di LAC pada 00301071 data yang tadi dengan print out  62217407459 dimana Anumber catatan ini menerima telpon dari Bnumber.  Penegasan oleh Suhart yang memanggil bernomor berapa, ahli menjawab 0217407459 dan yang dipanggil 0811900978.

v  Sepengetahuan ahli mengenai MSC, ahli menjawab MSC itu adalah mobile searching fungis MSC itu adalah melayani panggilan komunikasi bagi seluruh pelanggan. Selain berfungsi sebagai mengalihkan panggilan juga menghubungkan selain menghubungkan di dalam MSC itu dilakukan pencatatan pencatatan untuk keperluan billing, pencatatan-pencatatan oleh MSC itulah yang dilakukan oleh Call Data Report. sistem yang ada pada MSC alat komunikasi pada dasarnya seluruh transaksi telekomunikasi baik panggilan suara panggilan sms pengirim sms maupun pengirim video call dalam hal handset tersebut mempunyai layanan 3G. Dan cara kerja MSC adalah pelangan menginisiasi atau memulai melakukan panggilan itu ada proses yang namanya signalling. signalling, jadi waktu sim card dengan handphone itu mengirimkan permintaan-permintaan kode signalling dalam permintaan tersebut mengandung informasi dan panggilan yang seperti apa yang dikehendaki, nomor tujuan yang dikehendaki dan MSC menunjukkan signalling itu mencarikan kode sehingga panggilan tersebut disesuaikan pada yang diminta pada waktu itu kalau berupa panggilan voice MSC akan menyambungkan seolah-olah menyambungkan Anumber ke Bnumber sehingga dan itu bisa terjadi kalau berupa sms MSC akan menyerahkan message  tersebut kepada center.

v  Sepengetahuan ahli mengenai fungsi dari MSC ahli menjawab fungsinya adalah mencatat semua transaksi yang terjadi. transaksi dicatat tersebut disebut dengan call data record. Selesai MSC mencatat CDR, sebenarnya ini diproses didalam sistem operator itu namanya revenue recycle proses begitu CDR sudah terproses dikirim ke sistem lain, sistem revenue recycle di dalam revenue itu di design untuk error free, maksudnya error free sistem menjaga e..MSC itu bekerja dengan akurasi tinggi dan akurasi yang tinggi lalu mempunyai kemampuan-kemampuan merecover kalau terjadi terjadi data corrupt dan sebagainya, jadi menjamin data yang masuk yang tertera disitu tercatat dengan baik. Di dalam revenue recycle tersebut, yang terkait itu hanya mempunyai fungsi tunggal, yang tidak mempunyai fungsi melihat, memproses tidak mempunyai fungsi parameter dan sebagainya. Sampai akhirnya ada unit lain yang menerbitkan terakhir adalah invoice, jadi yang menerbitkan pun juga mengetahui.

v  Sepengetahuan ahli mengenai mencetak CDR, ahli menjawab Dalam hal pelanggan meminta tidak bisa di print sampai dengan proses billing selesai dan jika ada permintaan dari penyidik dari aparat, ada mekanisme dimana call data record tersebut itu dihandle oleh fungsi tertentu yang bisa melakukan menampilkan data tersebut.

v  Sepengetahuan ahli mengenai fungsi tagihan CDR kapan dimintakan untuk dicetak, ahli menjawab dalam pelanggan yang meminta, namun tidak bisa mengeprint semua data, hal itu dihandle yang hanya bisa memperilhatkan. Ditegaskan oleh Ambarita bagaimana mekanisme teknis, ahli menjawab untuk jangka waktu satu bulan berada di bagian production namun lebih dari dua bulan disimpan karena penyimpan tersebut diatur dalam undang-undang, yang menyiman CDR tanpa yang lain demi penyidikan dan penuntutan.

v  Sepengetahuan ahli mengenai CDR dapat dimungkinkan ditambah dengan data lain, ahli menjawab tidak dimungkinkan untuk menambah data lain dalam mekanisme disarankan CDR untuk proses penagihan dalam CDR sampai dengan tagihan ada proses verfikasi setiap perbedaan di proses kembali ketika di print (tagihan) untuk sehari-hari dijaga karena Berdasarkan Judul dan sistem yang ada pada kami tidak dimungkinkan untuk melakukan penambahan maupun. Secara teknis maupun internal tidak dimungkinkan ditambahi data Didalam sistem mekanisme kami dikenal dengan revenue recycle karenaKarena CDR itu dalam segi operator adalah data yang digunakan untuk proses penagihan, jadi pengelolaan CDR itu ada di revenue, di dalam pengelolaan CDR itu ada proses-proses dimana pemidahan data tersebut dibuat verifikasi, dan setiap perbedaan dari hasil tersebut harus diverifikasi kembali sehingga pada waktu dicetakkan di printkan menjadi tagihan itu intergritynya dijamin, dan didalam pengelolaan sehari hari untuk menjaga supaya eksistensi dan konsistensi ter..terjadi kami diamanatkan oleh akseler audit untuk melakukan yang namanya securition of duty .

Diambil alih Suharto

Menjelaskan keterangan ahli sebelumnya yang menyatakan bahwa bisa ditambahkan lalu mengingatkan ahli Rahmat untuk tidak menjawab pertanyaan JPU yang bernuansa PT.TELKOMSEL namun hanya berkaitan dengan keahlian IT saja.

v  Sepengetahuan ahli mengenai data CDR bisa disisipi atau ditambahkan, ahli menjawab tidak mungkin dari segi science Karena setiap call data record itu dibuat suatu mekanisme sistem yang namanya di engeering itu namanya squence number, jadi semua transaksi pasti urut Kalau disisipi berarti ada yang double dan ada yang kurang berarti squence yang kosong.

(sempat ribut dikursi pengunjung wartawan SCTV dengan seseorang berbaju kuning yang menggunakan kacamata hitam)

v  Sepengetahuan ahli mengenai terkait dengan sim card clooning disisipi atau ditambahkan bisa atau tidak, ahli mengaku tidak memiliki keahlian dalam mengkloning.

Maju Ambarita menegaskan mohon izin yang majelis, yang ahli terangkan call data record, sim card yang seperti ini ini yang tidak mungkin ditambah.

kemudian Suharto ambil alih kembali, ahli Jhoni Torino dengan pendidikan Diploma Tiga yang menyatakan bahwa data bisa disisipi bagaimana tanggapan ahli Rahmat tentang hal ini, ahli menjawab dalam pengadaan proses pengerjaan sistem yang bekerja tidak dimungkinkan Untuk adanya kerusakan, pekerjaan yang ada dalam pengerjaan call data record, itu adalah transksasi yang terjadi mungkin sudah lewat waktu katakanlah ketika semua transaksi akan di closed sampai semua sequence number, istilah penambahan adalah ketika di waktu telah terjadi , penyisipan adalah rule baru di masa disisipkan jadi itu tdak mungkin.

Suharto langsung menyarakan penilaian atas kesaksian ini pada areal masing-masing. Ambarita kembali bertanya sebagai berikut:

v  Sepengetahuan ahli mengenai CDR Anumber 0811900978 dengan Bnumber 08159202267 lalu meminta dibacakan dan diartikan (iwan memberikan print out dengan diperlihatkan kepada ahli), ahli menjawab terjadinya beberapa transaksi dalam dicatat oleh MSC sebagai referensi yang tidak bisa disisipkan tidak hanya dicatat. Ambarita menegaskan apa arti sehubungan keahlian tentang print out lebih detail berapa kali transaksi yang ada pada call data record tersebut ahli menjawab Dengan frekuensi yang tinggi, efektif dengan intensitas yang tinggi pada transaksi tersebut..

v  Sepengetahuan ahli mengenai Ditegaskan kembali Sepengetahuan ahli mengenai Apa yang dimaksud dengan intensitas yang tinggi ahli menjawab Artinya dalam laporan itu banyak transaksi antara anumber dengan bnumber.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Ditambahkan lagi Sepengetahuan ahli mengenai apa yang dimaksud dengan frekuensi tinggi ahli menjawab Frekuansi yang tinggi artinya lebih dari satu kali.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Urutan ahli menjawab sequence number, tingkat akurasi kebenaran data ahli menjawab secara operasional keseharian kesalahan 0% eror free.

Tim JPU cukup sementara dan beralih kepada Tim PH.

Wirawan Adnan, SH

Menyarankan kepada ahli Rahmat untuk mendekatkan microphone ketika menjawab pertanyaan.

Seputar CDR

v  Sepengetahuan ahli mengenai penyitaan Sim card TELKOMSEL, ahli menjawab berdasarkan stempel TELKOMSEL maka ahli mengetahui sim card tersebut dari PT.TELKOMSEL INDONESIA.

v  Sepengetahuan ahli mengenai dokumen ada tanda tangan pejabat, ahli menjawab tidak ada tanda tangan pejabat dari PT.TELKOMSEL INDONESIA.

v  Sepengetahuan ahli mengenai verifikasi dokumen, ahli menjawab berdasarkan surat pengantar pemeriksaan bahwa itu benar stempel untuk format TELKOMSEL.

v  Sepengetahuan ahli mengenai mengidentifikasi hanya berdasarkan stempel, ahli mengatakan iya berdasarkan stempel itu asli dari TELKOMSEL.

v  Sepengetahuan ahli mengenai keaslian, ahli menjawab didasarkan surat tersebut bersifat transformert. Ditegaskan asli atau tidak dari TELKOMSEL, ahli mengatakan asli.

Seputar Komunikasi, Proses Signalling

v  Sepengetahuan ahli mengenai apa yang dimaksud dengan komunikasi, ahli Komunikasi dalam pengertian, adalah terjadi hubungan informasi antara pihak-pihak yang berkomunikasi dan itu di represetasikandengan catatan yang dibuat  MSC dengan komunikasi-komunikasi yang telah sampaikan di depan.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Rekam oleh MSC pada proses signalling, ahli mengatakan belum pada waktu proses signalling, Pada waktu bnumber memberikan acknowlegde positif. Jadi pada waktu dalam signalling itu ada proses lalu diangkat pada saat itulah titik saat itu yang menandai komunikasi dilakukan.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Durasi untuk SMS, ahli mengatakan Untuk kasus voice artinya bnumber dalam prakteknya dengan menekan tombol yes sejak saat itu komunikasi itu sudah bisa dimulai, kalau sms tidak terjadi durasi.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Ada suara atau transaksi suara, ahli menjawab operator tidak bisa mengetahui isi transaksi pembicaraan telepon (Wirawan memohon untuk dicatat)

v  Sepengetahuan ahli mengenai JPU tadi menyebutkan 0031 apa artinya, ahli menjawab telah terjadi durasi selama 31 detik. Ada durasi setelah acknowledge positif dalam durasi 31 detik setelah itu.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Bagaimana bisa mengetahui yang menerima adalah pelanggan, ahli menjawab tidak diketahui. Jadi call data record tidak diketahui nama.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Alasan penyimpanan data CDR satu bulan, ahli menjawab untuk kepentingan biilling oleh pelanggan.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Penyimpanan oleh pihak operator tidak ada suara (pihak operator) untuk membedakan A dengan B, ahli menjawab pihak operator tidak berhak mengetahui isi pembicaraan.

Kembali ke CDR

v  Sepengetahuan ahli mengenai CDR bisa disisipi atau ditambah ahli mengatakan tidak mungkin karena pengamanan informasi pengamanan data dan juga pengamanan proses.itu sebenarnya ada security number eksak itu yang menjaga bahwa data yang itu sesuai dengan jumlah pemakaian seseorang. Ditegaskan oleh Wirawan tidak mungkin atau tidak bisa secara teknis atau tidak boleh, ahli menjawab setiap transaksi selalu ada pengamanan data itulah yang disesuaikan dengan proses.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Eror free apakah berlaku untuk general atau khusus untuk PT.TELKOMSEL INDONESIA, ahli menjawab system itu berlaku untuk general diseluruh dunia. Sistem billing di design untuk error free.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Voice number bisa disisipkan,  ahli menyatakan seluruh infomasi itu di design untuk eror free ditegaskan oleh ahli semua berjalan sesuai dengan design.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Ada kemungkinan redesign, ahli menjawab semua designer atau developer tidak bisa mempunyai akses ke bagian production advance.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Apa ada pihak lain yang mengetahui design, ahli menjawab Karena pemilik parameter dengan pelaksana parameter itu berbeda.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Apakah pemilik PT.TELKOMSEL INDONESIA dapat mengakses, ahli menjawab tidak bisa. Ditegaskan oleh wirawan tidak bisa atau tidak boleh, ahli menjawab tidak bisa.

(tiga kali dengan pertanyaan sama dilakukan oleh Wirawan kepada ahli)

Kembali ke CDR

v  Sepengetahuan ahli mengenai Masyarakat umum dapat memperoleh CDR, ahli menjawab tidak bisa.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Sim card yang sama tetapi IMEI berbeda, ahli menjawab komunikasi dilakukan dengan sim card yang sama namun dengan handphone yang berbeda.

v  Sepengetahuan ahli mengenai IMEI itu pesawatnya, ahli mengatakan iya.

Tim PH merasa cukup dan digantikan oleh Majelis.

Materi Pertanyaan Majelis Hakim

Suharto, SH MH

v  Sepengetahuan ahli mengenai singkatan BTS, ahli menjawab BTS based transifer section.

v  Sepengetahuan ahli mengenai BAP latar belakang pendidikan S2 yakni rekayasa jaringan telekomunikasi Suharto menerangkan bahwa ada ahli Ruby yang ahli di bidang IT Security Digital Forensik, ahli menjawab Didalam rekayasa jaringan itu hasilnya berkepentingan dengan design, berkepentingan untuk telekomunikasi modified, sedangkan digital forensik itu berkepentingan rights atau hak yang diberikan kepada e….komunikasi dan pengamanan kemungkinan yang disalagunakan oleh orang lain.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Suharto mengingatkan perbedaan keterangan saksi ahli Ruby yang mengatakan durasi tiga detik tidak ada pencatatan otomatis terhapus sedangkan saksi ahli rahmat ini menyatakan sejak ditekannya tombol yes maka pencatatan mulai secara otomatis. Hal ini dicatat dalam berita acara.

v  Sepengetahuan ahli mengenai IMEI dan IC, ahli menjawab Selain itu IMEI dan UCI itu ada mobile substantion enggering itu adalah telepon yang kita kenal 0811 sekian 0852 sekian sedangkan UCI adalah identifikasi unit sim card secara intenational, jadi setiap sim card seluruh identifikasinya disebut dengan IC. Di dalam sim card hanya identitas muncul dan diketahui hanya IMEI dan IC.

v  Sepengetahuan ahli mengenai dalam data base Tercatat atau tidak nomor nama pelanggan ahli diam kemudian dirubah konstruksi pertanyaan oleh Suharto bertanya apakah melihat data base mutlak orang yang melakukan pemanggilan dengan yang mendaftar ke TELKOMSEL, ahli mengatakan yang membayar itu yang mendaftar yang lain tidak mutlak.

Hakim Anggota Theresia, SH MH

(suara kecil tidak terdengar dengan  micrphone)

v  Sepengetahuan ahli mengenai Pihak TELKOMSEL bisa mendeteksi, ahli menjawab pencatatan pada waktu melakukan panggilan, untuk verifikasi tidak dilakukan untuk sistem pra bayar.

Kembali oleh Suharto

v  Sepengetahuan ahli mengenai Pasca dan pra bayar apakah menggunakan kode, ahli menjawab iya untuk kode 0811 adalah pasca bayar selain itu tidak ada identifkasi karena tidak ada verifikasi dari pihak TELKOMSEL.

v  Sepengetahuan ahli mengenai Sim card reader, ahli menjawab bukan keahliannya.

Suharto menawarkan kepada JPU ada pertanyaan tambahan.

Ambarita menambahkan mengenai data base pelanggan

v  Sepengetahuan ahli mengenai Data base pelanggan untuk kode 0811 apakah mencantumkan alamat pelanggan, ahli menjawab untuk pasca bayar dengan kode 0811 ada (mencantumkan data pelanggan).

v  Sepengetahuan ahli mengenai nomor tersebut jika adalah Telepon pada rumah atau kantor, ahli menjawab Kalau teleponnya PSTN itu diluar dari pasca bayar (mohon dicatat dalam berita acara). Suharto menegaskan apa itu PSTN, ahli menjawab telepon rumah menggunakan listrik.

v  Sepengetahuan ahli mengenai nomor telpon 7407459 di daerah mana (di Jakarta, Bandung atau dimana), ahli mengatakan berdasarkan nomor  tersebut adalah nomor Indonesia melihat nomor tersebut adalah pelanggan TELKOM.

Wirawan kembali bertanya mengenai pencatatan CDR secara umum dikaitkan dengan eror free

v  Sepengetahuan ahli mengenai Dibuat proteksi, istilah error free apakah CDR rusak, ahli menjawab Tidak mungkin secara keseluruhan.karena error free.

v  Sepengetahuan ahli mengenai CDR terkena virus, ahli menjawab Salah satu tujuan dibuat CDR adalah mengatasi terkena virus.

v  Sepengetahuan ahli mengenai pencatatan CDR yang untuk tidak diketahui nomor panggilannya, ahli menjawab tidak tercatat  (wirawan sambil melihat kertas kecil lalu mengatakan tadi ketika ditanya oleh Hakim anggota Theresia mengatakan tercatat, ahli menegaskan bahwa pencatatan CDR itu tadi yang dimaksud adalah berkaitan dengan voice mail yang tercatat sebagai transaksi voice mail )

Artha Theresia menegaskan,

Suharto menambahkan pencatatan kode dari TELKOMSEL ahli menjawab ada TELKOMSEL melakukan pencatatat untuk itu namun pencatatan yang dilakukan oleh TELKOM tidak mengetahui.

Wirawan bertanya Sepengetahuan ahli mengenai dimungkinkan mengaktifkan perekamanan yang tidak diketahui  oleh pelanggan, ahli mengatakan secara teknologi dimungkinkan. Ditegaskan oleh wirawan bisa dibedakan suara yang menerima panggilan ahli menjawab hal tersebut dengan mengatakan itu diluar keahlian saya.

Suharto bertanya Sepengetahuan ahli mengenai apakah ada regulasi yang memungkinkan untuk pengaktifan rekaman suara pelanggan, ahli mengatakan operator tidak boleh melakukan hal tersebut karena telah diatur dalam regulasi.

Tim JPU dan PH merasa cukup memberikan pertanyaan. Dari Terdakwa pun tidak ada pertanyaan maupun tanggapan. Iwan segera mengambil kembali berkas print out (Barang Bukti JPU) dari tangan ahli sebelum keluar ruangan. JPU Stanley Wahju masuk ke ruangan Langsung menghampiri ahli untuk keluar ruangan. Sekitar pukul 10.40 WIB ahli selesai pemeriksaan.

Kemudian dilanjutkan untuk saksi verbal lisan, suharto mengingatkan kepada Tim JPU agar lebih fokus pada BAP yang telah dibantah oleh saksi Kawan, Aripin Rahman dan Zondi. Sekitar tiga menit kemudian saksi verbal lisan pertama masuk dengan mengenakan kemeja garis-garis biru kacamata hitam diaLAC Kompol.Daniel Tifauna yang telah melakukan pemeriksaan kepada saksi Kawan Aripin Rahman, Zondi (sempat pula melakukan pemeriksaan kepada saksi Pollycarpus). Seperti biasa acara formal persidangan majelis mempertanyakan identitas saksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s