Posted in Uncategorized

Sosok Ruby Zukri Alamsyah dalam Percaturan ICT

Publik beberapa akhir ini dikejutkan dengan analisis tajam seorang Ruby Zukri Alamsyah yang piawai dengan digital forensic dalam kasus skimmer yang hinggap di ATM BCA. Sosok yang booming ini ternyata bukanlah “pemain” baru dalam jagad digital forensic di Indonesia. Pria yang dilahirkan 35 tahun silam ini sering kali dimintai pendapatnya dalam berbagai kasus yang menyentuh ranah Internet, khususnya delik yang berhubungan dengan cyber. Mungkin public baru mengetahui nama dirinya dalam berbagai kasus belakangan ini seperti kasus pembunuhan, David NTU Singapore, Nasruddin Zulkarnain dan terakhir sebagai ahli ad charge dalam kasus Prita Mulyasari yang secara pro bono.

Ternyata tidak hanya itu saja, sudah sejak lama Ruby Alamsyah “turun gunung” dalam membantu pihak yang berwajib menginvestigasi kasus-kasus delik dalam dunia cyber, inilah beberapa keahlian Ruby yang digunakan dalam investigasi dari pihak berwajib berdasarkan keahlian serta background akademis.

Continue reading “Sosok Ruby Zukri Alamsyah dalam Percaturan ICT”

Posted in ilmu, Internet, masyarakat

Rekaman dan SMS dari Sidang Antasari Azhar

Publik dihebohkan dengan kasus pembunuhan direktur PT. Rajawali Banjaran yang ternyata secara langsung mengaitkan dengan mantan ketua KPK Antasari Azhar. Kasus yang masih dalam proses persidangan ini tak kurang sempat menjadi kejutan dan menjadi buah bibir menyangkut hubungan segitiga antara Antasari Azhar, Nasrudin, dan Rani, tapi kita tidak akan membahas kasus pidana ini, melainkan hanya barang buktinya saja yang kita bahas.

Barang bukti yang digunakan dalam persidangan yang telah diajukan JPU (Jaksa Penuntut Umum) yaitu sms yang diduga dikirim Antasari Azhar  kepada Nasrudin di hp pribadinya serta rekaman pembicaraan. Keduanya terdapat permasalahan, yaitu tidak bisa dijadikan alat bukti hakim memutus perkara (setidak-tidaknya dalam arti alat bukti petunjuk) karena tidak sesuai dengan kriteria di dalam KUHAP Indonesia. Ada baiknya kita melihat terlebih dahulu konsep apa itu alat bukti yang layak diajukan ke proses persidangan menurut hukum positif Indonesia.

Di dalam KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) terdapat aturan yang membahas kriteria alat bukti, yaitu di dalam Pasal 183-189:

Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya. (ayat 183).

Alat bukti yang sah ialah:

a.keterangan saksi;

b.keterangan ahli;

c.surat;

d.petunjuk;

e.keterangan terdakwa.

Hal yang secara umum sudah diketahui tidak perlu dibuktikan. (pasal184 ayat 1-2)

Continue reading “Rekaman dan SMS dari Sidang Antasari Azhar”