Posted in ilmu, masyarakat

Catatkan Perkawinan Anda

Beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan sebuah Rancangan Undang-Undang Materiil Peradilan Agama bidang Perkawinan. Titik fokus pembicaraan mulai dari legislatif dan yudikatif adalah perihal sebuah pasal tentang nikah sirri. Di dalam pasal tersebut pernikahan sirri diancam dengan pidana maupun denda sebagai dampak atau turunan dari pasal 2 ayat 2 Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Mari kita simak bunyi pasal tersebut:

Pasal 143
Setiap orang yang dengan sengaja melangsungan perkawinan tidak dihadapan pejabat pencatat nikah sebagai mana dimaksud dalam pasal 5 ayat (1) dipidanan denda paling banyak Rp 6.000.0000,- (enam juta rupiah) atau hukuman paling lama 9 (enam) bulan penjara.

Di dalam RUU “jin” (yang draftnya masih dipertanyakan keberadaanya tersebut) tidak hanya membahas perihal nikah sirri, tetapi nikah kontrak atau biasa disebut dengan nikah “mut’ah” juga diancam dengan pidana. Jika nikah sirri mungkin sudah lumrah dikalangan masyarakat Indonesia, maka tidak halnya dengan nikah mut’ah. Nikah Mut’ah merupakan sebuah pernikahan yang dilaksanakan antara pria dan wanita dengan jangka waktu tertentu, sehingga setelah pernikahan melewati jangka waktu tersebut maka pernikahan dianggap tidak pernah ada.

Continue reading “Catatkan Perkawinan Anda”

Posted in Uncategorized

Saran Dari Asossiasi Pengusaha Warnet-Komunitas Telematika (APWKomIntel)

Berikut ini adalah draft final saran dari Apwkomintel terhadap Rancangan Peraturan Menteri tentang Konten Multimedia yang ditujukan kepada bapak Gatot pada alamat email gatot_b@postel.go.id, selamat membaca:

Saran Dari Asossiasi Pengusaha Warnet-Komunitas Telematika (APWKomIntel)

Menanggapi diluncurkannya Rancangan Peraturan Menteri mengenai Konten Multimedia yang menurut kami terkesan represif dan membatasi kebebasan berekspresi di Indonesia, maka kami dari Asossiasi Pengusaha Warnet-Komunitas Telematika (APWKomIntel) memberikan tanggapan atas Rancangan Peraturan Menteri sebagai berikut:

Continue reading “Saran Dari Asossiasi Pengusaha Warnet-Komunitas Telematika (APWKomIntel)”

Posted in Uncategorized

Kerancuan dalam Vonis Antasari Azhar

1. Turut serta menganjurkan

Menyatakan terdakwa Antasari Azhar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pidana turut serta menganjurkan pembunuhan berencana…”

Itulah diktum dari putusan majelis hakim terhadap terdakwa Antasari Azhar dalam persidangan dengan agenda pembacaan putusan pada hari Kamis, 12 Pebruari 2010 kemarin. Bagi saya pribadi, di dalam diktum tersebut ada sebuah “keanehan” yang jelas, yaitu pada redaksi “turut serta menganjurkan”.

Di dalam hukum pidana, turut serta atau yang biasa disebut dengan medepleger dan penganjuran atau uitlokker merupakan dua hal yang berbeda. Sebelum kita analisis lebih jauh, ada baiknya kita merujuk pasal yang digunakan dalam kaitannya turut serta dan penganjuran ini, yaitu pada pasal 55  KUHP:

(1) Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:
1. mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan;
2. mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.

(2)   Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya. (Pasal 55).

Continue reading “Kerancuan dalam Vonis Antasari Azhar”

Posted in ilmu, Internet, Kerjaan Ofis, masyarakat

Reportase Seminar "Continuous Security in Preventing Modern Crime 2010"

Pada 4 Februari 2010 yang lalu Universitas Gunadarma mengadakan seminar dengan judul “Continuous Security in Preventing Modern Crime 2010” yang berkaitan dengan IT dengan mengundang beberapa ahli di bidangnya seperti security jaringan, digital forensik, hukum telematika, dan sebagainnya. Beberapa pembicara kawakan hadir seperti Edmond Makarim, Ruby Alamsyah (digital forensic, incident handling principle and method), Gildas Deograt (pentingnya uji penetrasi secara etis), Avinanta Tarigan (model and theory security), M. Shalahuddien, dan ternyata anggota DPR Komisi 1 yaitu Roy Suryo (permasalahan dan pengalaman dalam mengkomunikasikan masalah sekuriti ke publik) di dapuk juga menjadi narasumber.

Seminar ini dapar dikategorikan sebagai seminar yang cukup unik dikarenakan antara Ruby Alamsyah dan Roy Suryo beberapa hari sebelumnya sempat “bersitegang” masalah tayangan skimmer ATM salah satu bank swasta. Beberapa kalangan IT antusias menyambut seminar di Universitas Gunadarma tersebut dengan tangan terbuka dikarenakan pembicaranya sedang “naik daun”. Acara jam 13.30 WIB dimulai dengan pembicara minus Roy Suryo yang datang terlambat dikemudian. Pembicara pertama adalah Avinanta Tarigan dilanjutkan dengan presentasi dari Gildas Deograt. Setelah kedua pembicara itu barulah pakar digital forensik Ruby Alamsyah mempresentasikan pemikirannya.

Sekitar jam 15.00-15.30 datanglah Roy Suryo dengan gaya khasnya yang ramah tamah penuh dengan senyuman khasnya menyalami para panelis satu persatu. Tibalah presentasi dari pak Didin yang khas dengan joke-jokenya membuat para hadirin sumringah girang. Menyikapi masalah perseteruan antara Roy dan Ruby, beliau berceletuk “ah saya gak mau demoin step-by-step nanti di laporin mas roy seperti Ruby” tukas dirinya. Singkat cerita tibalah waktunya dari KRMT Roy Suryo untuk menjadi panelis. Hal-hal yang beliau tampilkan pada acara tersebut lebih mengarah pada bentuk fisik dari gadget bukan dalam bentuk pemikiran atas kemajuan IT.

Continue reading “Reportase Seminar "Continuous Security in Preventing Modern Crime 2010"”