Posted in ilmu, masyarakat

Adolf Hitler, Twitter, dan Menteri Komunikasi dan Informatika

Pada tanggal 8 April 2010 kemarin, dunia twitter digemparkan oleh tweet seorang Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring. Dalam tweetnya tersebut, mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera atau biasa disingkat PKS tersebut mengutip sebuah pendapat atau quote dari seorang pengikut fasisme Jerman yang dikenal dengan Partai Nazinya, yaitu Adolf Hitler. Berikut ini adalah skrinsut dari twitter yang bersangkutan:

Tweet Tifatul
Tifatul's Quotation on Twitter
Another screenshoot

Bagi sebagian orang, mungkin sosok Adolf Hitler yang terkenal dengan sebuah buku, Mein Kampfnya mungkin di idolakan karena strategi perangnya melalui partai Nazi dan kegigihannya. Tapi kita juga perlu mengerti bahwa Hitler bagi sebagian orang bisa dianggap sebagai biang keladi atau sosok utama dan aktor yang bertanggung jawab penuh atas pembantaian bangsa Yahudi di Jerman. Bagi umat Yahudi yang menjadi sasaran pembantaian, sosok Hitler mungkin menjadi luka yang tak pernah disembuhkan karena pengejaran dan pembantaian yang dilakukan oleh Hitler sudah merupakan bentuk kebencian etnis secara membabi buta tak pandang pri kemanusiaan serta hak asasi manusia.

Beragam tanggapan muncul dari followers Tifatul Sembiring, seperti Luthfi Assyaukanie, Ph.D dan Bara Hasibuan. Menurut Luthfi Assyaukanie kutipan dari Tifatul Sembiring itu seperti seseorang yang mengutip tanpa menyadari banyak narasumber yang masih dapat dikutip. Di dalam twitternya alumnus  University of Jordan menanggapi Tifatul Sembiring dengan  “kayak gak ada kutipan lain aja“.

Tak urung, kecaman datang dari salah seorang aktivis demokrasi dan anti korupsi, yaitu Fadjroel Rahman dalam twitter yang sama. Fadjroel mengecam tindakan Tifatul Sembiring yang menurutnya Adolf Hitler merupakan bentuk pemimpin otoriter yang dapat menghambat proses demokrasi. Fadjroel mengatakan tindakan pengutipan tidaklah hanya berhenti pada pengutipan saja, tetapi juga harus diperhatikan efek-efek yang terjadi. Menurut Fadjroel, Jerman sendiri merasa malu karena pernah memmpunyai sosok seperti Hitler, dan menganggap Hitler sebagai mimpi buruk karena pemicu Perang Dunia dan pembantaian terhadap umat Yahudi.

Berikut ini adalah petikan dari Fadjroel Rahman ( @fadjroel ) di dalam akun twitternya:

Reply from Fadjroel Rahman

Dalam timeline yang sama, Fadjroel juga memperingatkan akan dampak pengutipan tersebut di dunia Internasional. Beberapa hari setelah pengutipan tersebut, beberapa media Internasional dan beberapa media milik Israel memberitakan tentang tweet dari mantan Presiden PKS yang saat ini menjadi sorotan dari Israel:

Dari media di Indonesia:

http://www.thejakartapost.com/news/2010/04/09/tifatul-quotes-adolf-hitler-twitter.html

Dari media Israel:

http://www.israelforum.com/blog_article.php?aid=2708311

http://israelmilitary.net/showthread.php?p=61773

http://paraisrael.com/2010/04/syndicated-blogs/jihad-watch/indonesian-information-minister-quotes-hitler-approvingly-on-twitter/

http://www.silobreaker.com/tifatul-quotes-adolf-hitler-on-twitter-5_2263360746807099483

Mungkin jika warga negara Indonesia biasa, dalam mengutip hal seperti itu tidak akan membawa dampak lokal maupun global, tetapi bagaimana jika hal tersebut dikutip oleh salah seorang menteri yang juga seorang politikus ? Saya rasa disinilah kita harus lebih berhati-hati dalam mengutip pendapat seseorang, apalagi sosok kontroversial yang dikutip. Sebenarnya jika kita sadar hal itu, misalkan ada ditanya oleh seseorang “apakah anda tahu siapa Pol Pot ?” pasti yang muncul di benak anda adalah orang yang telah melakukan mass murder dan bagi orang-orang lainnya mungkin ketika ditanya “siapakah Adolf Hitler ?” mungkin ada yang menjawab “pelaku kejahatan Genosida”, dan wajar hal itu. demikian.

5 thoughts on “Adolf Hitler, Twitter, dan Menteri Komunikasi dan Informatika

  1. “Saya rasa disinilah kita harus lebih berhati-hati dalam mengutip pendapat seseorang.” mengutip dari atas..
    dan selayaknya juga kita harus lebih berhati-hati dalam mebuat status,thread dalam sebuah social site juga.. jgn lagi ada crooooooooooooot..

  2. Weits… itu juga… mending kalo ada “croooot”nya di buat private deh… wkwkwk…

    btw, ternyata efek social site gedhe juga ya… gimana nih kalo ntar gw terkenal, bakal susah cari privasi di social site… hm… (thinking)

  3. Kejadian ini terlalu dilebih-lebihkan. Emang kenapa kalo ngutip Hitler? Emang tidak ada kebaikan sedikit pun tersisa dari seorang Hitler, apakah seorang Paus tidak mempunyai dosa, apakah seorang Nabi tidak mempunyai dosa?

    Slain itu Hitler jadi jahat hanya karena sejarah bukan? Kira-kira Hitler itu dianggap penjahat nggak kalo misalnya dia memenangkan PD II. Belum tentu bukan? Selain itu ada beberapa orang juga yang percaya bahwa pembantaian Yahudi itu adalah mitos. Benar atau tidak, hanya Tuhan yang tahu.

    Terus mengutip seorang Hitler apa bedanya dengan mengutip McArthur? McArthur juga patut disebut penjahat karena memerintahkan untuk mengebom Nagasaki dan Hiroshima. McArthur malah dianggap pahlawan, kenapa? Karena ia bersama sekutu adalah pemenang perang. Ingat “sejarah itu ditulis oleh para pemenang”. Belum tentu benar!

    Saya sendiri bukan pendukung Hitler, cuma saya menolak dibutakan atau didikte tentang suatu yang menurut kebanyakan orang adalah kebenaran.

    Intinya mengutip siapapun gak masalah, kalao gak setuju jangan diikuti, jangan dibaca. Gak usah neko-neko, ini namanya demokrasi. Toh gak mengganggu kan. Dulu jaman Orba juga begini nih, mengutip Soekarno bisa-bisa masuk penjara dan banyak yg mengikuti karena menganggap Sukarno penjahat. Siapa yang menganggap dia penjahat dan tidak layak dikutip. Tentu saja pemenang, iyalah yg menulis (ulang) sejarah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s