Posted in ilmu, masyarakat

Ary Muladi: Tokoh Kontroversial dalam Kasus Bibit-Chandra bag. 2

Pada artikel bagian pertama dijabarkan bahwa Ary Muladi diindikasikan memberikan uang suap terhadap 2 pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit Samad dan Chandra M. Hamzah. Pada artikel di bawah akan dijabarkan dari perspektif keterangan ahli lie detector mengenai indikasi berbohonganya Ary Muladi dalam penyidikan.

Ahli Lukas Budi Santoso merupakan ahli polygraph atau dalam bahasa awam merupakan ahli dibidang Lie Detector. Lie Detector merupakan alat untuk mengetahui suatu rangkaian tindak pidana dengan menggunakan instrumen polygraph yang bertujuan memberikan informasi atas subyek yang berbohong dalam memberikan keterangan. Lukas Budi Santoso sudah lebih dari seratus kali melakukan pemeriksaan terhadap beberapa subyek dari tahun 2000 dalam beberapa kasus seperti Bom Bali I, Bom Makasar, pembunuhan di Mataram, kasus Munir.

Data ahli:

Nama Ahli: Ir. Lukas Budi Santoso, M.Si.

Pekerjaan  : Polri

Alamat       : Puslabfor Bareskrim Polri Jl. Trunojoyo No. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Memberikan keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (selanjutnya disebut BAP) No. 2382/FSF/2009. Pada tanggal 23 Oktober 2009 ahli melakukan pemeriksaan terhadap saksi Ary Muladi dalam kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah.

Keterangan ahli pada pokoknya sebagai berikut:

  1. Polygraph atau lie detector laboratoris kriminalistik adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan instrumen polygraph untuk mengetahui kemungkinan gejala kebohongan subyek dalam memberikan keterangan.
  2. Dengan instrumen polygraph dan itu merupakan tugas ahli sebagai examiner atau pemeriksa dan juga merupakan keahlian ahli dalam mengoperasionalkan peralatannya serta melakukan pemeriksaan terhadap subyek.
  3. Pendidikan umum tamat S1 dari bidang Fisika ITS tahun 1986, mengikuti sekolah kepolisian sepapolsuk tahun 1987/1988, menyelesaikan S2 jurusan Fisika dari Universitas Indonesia tahun 1997, mengikuti training polygraph dari American Polygraph Institute Psychophysiology tahun 2003, jabatan kepala unit deteksi khusus forensik sampai tahun 2008 kemudian menjabat sebagai kasubbag puslabfor Polri sampai sekarang.
  4. Instrumen yang dipergunakan adalah hardware LX2000 W Polygraph Workstation dan software LX 2000 Polygraph sistem 6.0, metode yang digunkan adalah Global Diagnostic Evaluation Value. Meliputi: wawancara, pemeriksaan polygraph, dan evaluasi hasil pemeriksaan.
  5. Dalam BAP No. 2382/FSF/2009 tanggal 23 Oktober 2009  sesuai laporan polisi No. Pol : LP/482/VIII/2009/BARESKRIM tanggal 25 Agustus 2009 pada bab IV. 5a dan IV. 5b subyek Ary Muladi terindikasi berbohong ketika dipertanyakan: “kasus suap, apakah anda menyerahkan uang dari Sdr. ANGGODO kepada Sdr. YULIANTO ?” subyek menjawab “Ya”, “TERINDIKASI BERBOHONG”.
  6. Dalam BAP No. 2382/FSF/2009 tanggal 23 Oktober 2009 sesuai laporan polisi No. Pol : LP/482/VIII/2009/BARESKRIM tanggal 25 Agustus 2009 pada bab IV. 6 subyek Ary Muladi terindikasi berbohong ketika dipertanyakan “kasus suap, apakah anda menyerahkan uang dari Sdr. ANGGODO kepada Sdr. ADE RAHARDJA ?” subyek menjawab “Tidak”, “TERINDIKASI BERBOHONG”.
  7. Dalam BAP No. 2382/FSF/2009 tanggal 23 Oktober 2009 sesuai laporan polisi No. Pol : LP/482/VIII/2009/BARESKRIM tanggal 25 Agustus 2009 pada bab IV. 6 dengan metode pick of tension subyek Ary Muladi terindikasi berbohong ketika dipertanyakan “kasus suap, apakah anda menyerahkan uang dari Sdr. ANGGODO kepada Sdr. ADE RAHARDJA ?” subyek menjawab “Tidak”, “TERINDIKASI BERBOHONG”.
  8. Keterangan yang ahli berikan adalah benar dan sesuai dengan bidang kajian akademik yang dapat dipertanggungjawabkan, dan ahli setiap saat bersedia menghadap bila diperlukan adanya keteranan yang harus ahli berikan.

Berdasarkan keterangan dari ahli, sosok Yulianto yang selama ini digembar-gemborkan Ary Muladi di berbagai media massa adalah bohong belaka karena diindikasikan Ary Muladi tidak pernah memberikan uang suap kepada Yulianto yang hingga kini diragukan keberadaannya.

4 thoughts on “Ary Muladi: Tokoh Kontroversial dalam Kasus Bibit-Chandra bag. 2

  1. Sebagai suatu grand desain, maka sosok Ary Muladi adalah kambing hitamnya. Sementara blantiknya malah sudah tak ngurusi itu kambing…….

  2. Ary Muladi itu sebagai perantara antara KPK dan Anggodo adalah fakta yang tidak bisa dibantah, jadi posisi dia bukan kambing hitam, melainkan pelaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s