Posted in ilmu, Internet, masyarakat

Tangkap Pelaku Jamming Radio Relawan Merapi !!!

Ketika menulis artikel ini saya sedang gemas, kalau dalam bahasa Jawa getem-getem. Sejak radio relawan merapi mengudara saya selalu mendengarkan apa yang sedang terjadi di Yogyakarta. Tetapi beberapa waktu ini ada orang-orang yang usil dan tega “memakan” daging saudaranya sendiri yang melakukan aksi jamming radio relawan merapi.

Mereka (jammer) sengaja menganggu frekeunsi radio relawan radio Merapi dari beberapa titik. Kabar jamming terhadap radio relawan Merapi inipun tersiar ke media cetak dan elektronik. Undang-Undang Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi (selanjutnya disebut Undang-Undang Telekomunikasi) mengklasifikasikan tindakan menganggu komunikasi ini sebagai delik.

Pasal 22 memberikan larangan tindakan tanpa hak, tidak sah, atau memanipulasi suatu akses terkait komunikasi:

Setiap orang dilarang melakukan perbuatan tanpa hak, tidak sah, atau memanipulasi:

  1. a. Akses ke jaringan telekomunikasi; dan atau
  2. b. Akses ke jasa telekomunikasi; dan atau
  3. c. Akses ke jaringan telekomunikasi khusus.”

Pasal 38 memberikan larangan terhadap segala sesuatu tindakan yang dapat menganggu penyelenggaraan Telekomunikasi. Bunyi pasal tersebut sebagai berikut:

Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi.”

Beberapa tindakan tersebut diantaranya:

  1. tindakan fisik yang berakibat rusaknya suatu jaringan telekomunikasi
  2. tindakan fisik yang berakibat hubungan telekomunikasi tidak berjalan semestinya
  3. penggunaan alat telekomunikasi yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis yang berlaku.
  4. penggunaan alat telekomunikasi yang bekerja dengan gelombang radio yang tidak sebagaimana mestinya sehingga mengakibatkan gangguan terhadap penyelenggaraan telekomunikasi lainnya.
  5. penggunaan alat bukan komunikasi yang tidak sebagaimana mestinya sehingga menimbulkan pengaruh teknis yang tidak dikehendaki suatu penyelenggara telekomunikasi.

Sanksi pidana terhadap “pengganggu” hubungan telekomunikasi sesuai dengan ketentuan pidana 2 pasal diatas adalah sebagai berikut:

Pasal 50 pidana terhadap Pasal 22 Undang-Undang Telekomunikasi:

Barang siapa yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).”

Pasal 55 pidana terhadap Pasal 38 Undang-Undang Telekomunikasi:

Barang siapa yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah)”.

Jamming sendiri sudah jelas merupakan tindakan yang dapat mengakibatkan terganggunya hubungan komunikasi dan dapat juga menganggu akses komunikasi. Pada kasus jamming terhadap relawan merapi, tindakan jamming menganggu relawan menerima, mengirim, dan menyebarkan berita terkait kondisi Merapi dan keadaan pengungsi.

Tindakan tidak manusiawi ini sudah selayaknya ditindak tegas, terlebih disaat terjadi suasana bencana. Balai Monitoring Pos dan Telekomunikasi dan ORARI sendiri dapat melakukan fox hunting untuk melacak jammer ini dan selanjutnya melaporkan kepada yang berwenang. Semoga tidak ada jamming kembali ditengah situasi berduka ini dan para pelaku segera sadar bahwa tindakannya justru membuat nyawa orang lain celaka.

UPDATE 10 November 2010 !!!

Salah satu pelaku jamming ditangkap !

http://twitter.com/jalinmerapi/status/2262023698128896

UPDATE 11 NOVEMBER 2010 !!!!!

Gambar jammer di polisi

 

Dari tim Awas Merapi yang di Re Tweet Jalin Merapi

22 thoughts on “Tangkap Pelaku Jamming Radio Relawan Merapi !!!

  1. pertanyaan pertama saya terhadap kasus ini adalah, dari mana kita tahu bahwa terganggunya saluran komunikasi dilakukan secara “sengaja” oleh para “jammer”?

    Apa yang menjadi indikasi ke arah tersebut? Seperti yang pernah saya sampaikan di twitter, bisa saja kan permasalahan ini ternyata murni akibat teknologi malfunction?

  2. Klo malfunction itu imposible. Sebab ada suara anak kecil yang ngomong “kontek-kontek”, juga ada orang yang ngomong misuh2 trus ada yang ngasih suara musik whatever musik itu. Setelah itu ada yang mengganggu semacam nge-jam.

    Ada beberapa indikasi emang:
    1. Nggak sengaja kepencet tombol HT-nya (ini kemungkinannya kecil).
    2. Ada orang iseng (bisa jadi)
    3. Ada yang ingin mengacau (bisa jadi).

  3. Oh ya, satu lagi frekuensi yg dipake relawan itu 149 yang biasanya digunakan untuk sekuriti. Sedangkan frekuensi 150 ke atas digunakan oleh saluran berbayar. Jadi…ya…..gimana ya.

    1. Kalau saya melihat dari asas kemanfaatan dan gerakan cepat terhadap komunikasi, apalagi ini situasi diluar batas kewajaran (situasi bencana), overmacht…

  4. Maksudnha apa sih? Iseng kokngawur. Kalo mau unjuk kepinteran mbok ya cari cara lain. Kalo kurang kerjaan mbok ya mbantu relawan — kalo jadi relawan ndak bisa. Kalo pake hukum biadab, itu orang kalo ketangkep pasti dikepruki.😦

  5. fox hunting sendiri ndak usah nunggu orari, karena orari tarlalu arogan, bukan tanpa alasan ini faktanya

    “@denis_aditya sudah dikasi tahu koq ke @jalinmerapi… tinggal pada mau gak silaturahmi ke ORARI DIY :)” – http://twitter.com/onnowpurbo/statuses/1404117071171584

    mustinya orari diy ndak perlu disowani mestinya mereka sigap, ya entah kalo memang orari sendiri yang ngelakuin atau orari takut sama yang ngejam.

    yuk saweran beli alatnya atau bayar orang yang bisa fox hunting. galang pengumpulan dana atau pengumpulan relawan buat gebukin.

    keywordnya ARDF atau fox hunting.

  6. ganti frekuensi yang aman mas, jangan frekuensi umum, trus inputnya jangan hanya satu, harus ada filtering, dan tentunya agar tidak menambah pating blasur, operator harus profesional, … memang banyak yang harus disiapkan.. karena bukan hanya untuk kalangan umum dan tanggap darurat namun kejelasan informasi dan penyaringnya harus jelas dan terlatih…

    kadang ya mikir juga.. kalo dengar streaming dengan suara-suara dan eyel-eyelan yang nggak jelas.. siapapun nggak suka.. jadi mending tak matiin aja streamingnya.. , so meskipun itu jalin merapi.. harus juga menghormati para pendengar dan pengaksesnya agar tambah sukses dalam melayani semuanya…

  7. ganti frekuensi ndak menyelesaikan masalah, cari tangkap dan publish (sebelumnya digebukin dulu), mereka itu relawan tidak tidur tidak istirahat demi kemanusiaan, tidak punya nurani mereka yang melakukan jamming itu.

    saweran po-o nggo modali seng fox hunting, yakin deh kalo udah ada duitnya pasti banyak yang mau bantu cari dan gebuki yang ngejam.

      1. ya jgn menuduh organisasi atau kelompok dulu…salahkan individunya dulu…apakah dia gak punya hati? karena ini misi kemanusiaan koq mlh dihambat………….jgn memecah belah bangsa ini dalam keadaan seperti ini..saling bahu-membahu dulu itu yang penting…siapa yang bisa mempunyai kemampuan silahkan bergabung untuk membantu sesama….itu saja..tks

  8. @jalinmerapi : RT @AwasMerapi : Seorang jammers (pengacau HT relawan #Merapi ) di freq. 149.070) berhasil ditangkap di daerah Timoho.

  9. sepakat mas.. dan dalam keadaan darurat seperti ini hukuman bagi mereka juga harus digandakan, karena tidak hanya merugikan tapi sangat merugikan, bahkan bisa mmpertaruhkan nyawa manusia.

  10. Sialan bener tuuh orang… kakay ngga ada kerjaan aja….

    dihukum mati aja, cz udah menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, relawan lagi…..

    Ya ALLAH…. Berilah mereka pembalasan yg setimpal…!!!

  11. sepertinya ini jadi pelajaran berharga bagi semua… semoga pemerintah bisa menyiapkan beberapa (tidak hanya satu) kanal frekuensi khusus yang bisa digunakan untuk keperluan bila ada bencana, baik digunakan oleh pemerintah maupun digunakan oleh umum…
    *jan-jane aku ra mudheng soal per-radio-an… sumpah!*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s