Posted in cybercrime, ilmu, Internet, masyarakat

Cyberfraud: Kasus Dunia Camera

Satuan cybercrime Polda Metro Jaya akhirnya dapat meringkus pemilik dari blog http://duniacamera.blogspot.com yang saat ini kabarnya telah “diblokir” oleh satuan itu. Blog tersebut berisi iklan penawaran dan penjualan kamera berserta lensa kamera dlsr bermerk Nikon dan Canon. Harga-harga yang ditawarkan relatif lebih murah daripada harga pasaran “resmi” di Indonesia sehingga para pembeli yang melihatnya ingin melakukan transaksi elektronik dengannya.

Dibalik “rendahnya” harga produk yang ditawarkan ternyata terdapat maksud yang tidak terpuji, apalagi lingkup yang diambil termasuk dari salah satu delik, yaitu penipuan. Modus operandi dari blog ini adalah menawarkan seuatu produk yang jika ingin memilikinya pembeli haruslah melakukan transfer ke rekening tertentu terlebih dahulu, anehnya blog ini menolak keras melakukan cash on delivery (COD) tidak seperti beberapa penyedia e-commerce lainnya. Beberapa korban yang curiga karena barang yang diinginkan oleh “pelaku usaha” tersebut pada akhirnya melaporkan kepada Polda Metro Jaya.  Satuan cybercrime Polda Metro Jaya akhirnya menangkap Y dan L yang diduga pelaku.

Adapun screenshoot dari blog tersebut sebagai berikut:

front-page
Halaman Dunia Camera
Daftar Posting Data Camera dan Contact Person
Salah Satu Produk dari Dunia Camera
Daftar Harga Dunia Camera
Daftar Harga Dunia Camera

Adapun cara kerja mereka melakukan penipuan terhadap masyarakat adalah sebagai berikut:

Cara Kerja

Apabila terbukti, maka dapat dikenakan pasal penipuan dalam bentuk pokok di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana terdapat di dalam Pasal 378 yang berbunyi sebagai berikut:

Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum , dengan memakai nama palsu atau martabat palsu; dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

Ada 2 unsur fundamental di dalam Pasal tersebut yang harus kita kaji bersama:

a. unsur obyektif:

1. perbuatan: menggerakkan atau membujuk (dalam kasus ini memajang barang dan/atau harga produk tertentu).

2. yang digerakkan: orang (dalam kasus ini pembaca blog)

3. perbuatan tersebut bertujuan agar:

  • Orang lain menyerahkan suatu benda (dalam kasus ini melakukan transfer uang)
  • Orang lain memberi hutang; dan
  • Orang lain menghapuskan piutang.

4. Menggerakkan tersebut dengan memakai:

  • Nama palsu;
  • Tipu muslihat (dalam kasus ini memosting cara dan proses dalam kolom “CARA PEMESANAN” yang dilakukan Dunia Camera setelah terjadi transfer, yaitu mengirimkan barang, tetapi ternyata barang tidak dikirimkan)
  • Martabat palsu; dan
  • Rangkaian kebohongan

b. unsur subyektif:

  • Dengan maksud (agar korban transfer sejumlah uang setelah membaca blog);
  • Untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain (melalui uang yang ditransfer);
  • Dengan melawan hukum (tindakan tersebut melanggar hukum).

Kalaupun menggunakan pasal penipuan dalam bentuk konvesional tidak dapat memenuhi rumusan delik diatas, maka Undang-Undang no. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (selanjutnya disebut UU ITE) dapat diberlakukan karena kejadian ini dilakukan melalui media atau sarana Internet, yaitu mengacu kepada Pasal 28 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 2 UU ITE :

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

(5) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Sebagai seorang pencita fotografi, hendaknya para fotografer khususnya dan para pembaca blog pada umunya agar berhati-hati manakala melakukan transaksi elektronik agar tidak menjadi korban penipuan seperti ini. Ketika melakukan transaksi elektronik dengan pihak yang belum pernah ada interaksi dengan anda hendaknya perhatikan beberapa hal berikut:

1. Integritas pelaku usaha tersebut

2. Kejelasan contact person

3. Kejelasan barang dan jasa yang akan mereka tawarkan

4. Jika mencantumkan alamat, maka cek and ricek terlebih dahulu alamat tersebut

5. Kalau mencantumkan harga, maka sebaiknya anda bandingnkan dengan harga pada umumnya, pergunakan rasio anda.

6. Jika mereka dapat melakukan transaksi COD, maka relatif lebih “aman”.

🙂

20 thoughts on “Cyberfraud: Kasus Dunia Camera

  1. Bisa ya yang belum jadi korban buat melaporkan? Kan kalau belum jadi korban berarti belum ada bukti kerugian? Ini gue nanya karena banyak kasus percobaan penipuan seperti iming2 hadiah mobil tapi mesti setor duit buat pajak dulu, tapi gak bisa dilaporkan selama kita belum jadi korban penipuan.

    Terus kalau seperti maxgain yang ngirim mail lowongan palsu gak ada pasalnya ya? Lagi2 harus yang jadi korban yang berhak melaporkan ke polisi?

    1. Pasal-pasal yang berkaitan dengan dengan penipuan itu masuk dalam kategori delik materiil, artinya petindak dapat dibebani pertanggungjawaban manakala perbuatannya telah terjadi dan mengakibatkan kerugian terhadap korban,kalau ada kasus percobaan kita mengetahui (tentunya dalam artian ada bukti permulaan yang cukup yang meneguhkan laporan) maka tentu saja dapat kita laporkan, dan memang itu dapat dikenai masalah percobaan.

      Masalah maxgain yang memakai lowongan palsu itu dapat dilaporkan juga, percobaan penipuan andai kata tidak terjadi kerugian, karena seperti yang saya sebutkan diatas, penipuan itu terjadi manakala ada akibat kerugian yang ditimbulkan.

  2. ouw..
    eh tanya sekalian, dlu kan mashendri/MHC juga menemukan web penjual kamera
    http://toko-kamera.tk
    dan itu bukan blognya hendri yang ngakunya cakep itu Sam,
    tapi orang lain yang bernama hendri (kalo ga salah) tapi memasang fotonya Hendri/MHC.
    coba di cek deh, itu gmana Sam?

  3. wokeh jadi begini, kalo mau beli kamera didunia ONLEN dan dapat dipercaya silahkan buka http://bursa.fotografer.net/ (sory sam kalo iklan)

    kenapa bursa.fotografer.net (baca bursa fn) karena disana itu memang diperuntukan jual-beli pernak-pernik kamera, dari kamera bekas sampe baru, dari kamera poket sampe kamera slr/pro.
    disana ada fitur rating/rokemendasi dan pembeli bisa meliat testimoni pembeli2 sebelumnya.
    TAPI jangan langsung percaya begitu saja kecuali memang meraka ada dalam kategori barang unggulan (http://bursa.fotografer.net/list.php?a=2) karena biasanya yang masuk kategori ini adalah penjual yang nilai rekomendasinya 100 atau sangat bisa dipercaya. sebut saja eddy. arifin, danang. mereka adalah penjual2 yang sangat bisa dipercaya. deal hari ini kirim barang datang besok, tergantung lokasi juga kalo terlalu jauh dipelosok dunia mungkin 1-2 hari, ini berdasarkan pengalaman pribadi saya.

    jadi kesimpulannya:
    1-liat nilai rekomendasi
    2-liat testimoni user lain
    3-liat siapa yang pernah transaki kemereka, tanya2 untuk lebih percaya lagi.
    4.kalau memang ada milis/forum tanya pendapat user lain soal penjual ini aman/rekomen atau apa.
    5.cek rekening bersama atau cod (kalau nilai yang terlalu besar dan baru pertama transaksi usahakan cod atau lewat rekening bersama.
    6.minta dikirim lewat perusahaan pengiriman yang bisa lacak status pengiriman barang lewat no resi misalnya jne.
    7.jika ada masalah share ke forum/milis atau user lain.
    8.semua ini berdasar pengalaman pribadi saya, dan sejauh ini aman dan lancar2 saja.

  4. Informasinya sangat jelas dan to the point.

    Trims banget. Lain kali klo ada yang maen2, udah tau nih bakal ngomong apa dan tau tu orang bakal kena apa.

  5. Wah mas kmaren account fb sy di hack dan diganti nama,,bahkan email default pun di ganti,,sy sdh tdk pny akses u/ masuk ke account fb sy sndr,,enak banget dia ga ush cari pelanggan sy,,dia tinggal manfaatkan 2000 orang di account sy,,sy lapor ke polrestabes bandung,,malah sy diketawain,,krn blm ada yg dirugikan scr materil,,lha masa mau nunggu jatuh korban sih,,mending kalo ketemu pelakunya,,kalo ngga?dan satu hal lagi,,no telp pelaku ada,,pak polisi malah bilang “kami ga akan dilayani operator u/ mendapatkan record posisi pelaku krn ancaman hukuman dibawah 5 tahun”,,lucu ya,,padahal menurut uu ITE ancaman hukuman 6 thn penjara,,bgm yg spt ini?

  6. Wah mas kmaren account fb sy di hack dan diganti nama,,bahkan email default pun di ganti,,sy sdh tdk pny akses u/ masuk ke account fb sy sndr,,enak banget dia ga ush cari pelanggan sy,,dia tinggal manfaatkan 2000 orang di account sy,,sy lapor ke polrestabes bandung,,malah sy diketawain,,krn blm ada yg dirugikan scr materil,,lha masa mau nunggu jatuh korban sih,,mending kalo ketemu pelakunya,,kalo ngga?dan satu hal lagi,,no telp pelaku ada,,pak polisi malah bilang “kami ga akan dilayani operator u/ mendapatkan record posisi pelaku krn ancaman hukuman dibawah 5 tahun”,,lucu ya,,padahal menurut uu ITE ancaman hukuman 6 thn penjara,,bgm yg spt ini? Bgm dgn uu HAKI dan perlindungan hukum lainnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s