Posted in cybercrime, ilmu, Internet, masyarakat, Uncategorized

Semoga Prita Mulyasari yang Terakhir…

Tepat satu tahun yang lalu….

Om wes ndek Jakarta ? mene putusan, nang PN yo, bang Ruby teko kok

Pesan pada tanggal 28 Desember 2009 tersebut dikirim oleh salah satu anggota tim penasehat Prita Mulyasari dari kantor O.C. Kaligis & Associates. Untung diingatkan karena hampir lupa kalau keesokan harinya pada tanggal 29 Desember 2009, putusan apakah Prita akan dibebaskan, dilepaskan, atau dipidana akan dibacakan terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Tangerang. Saya jadi teringat puyengnya membaca tumpukan berkas mulai dari rekam medis, surat dakwaan, BAP, dan barang bukti hingga surat tuntutan jaksa kepada Prita Mulyasari karena dianggap melanggar Pasal 310 ayat 2 KUHP jo Pasal 311 ayat 1 KUHP jo Pasal 27 ayat 3 UU ITE, yang bagi saya tidak masuk nalar.

Berita Acara Pemeriksaan dan Salinan Surat Dakwaan
Ada baiknya kita melihat kutipan salinan dakwaan dari jaksa penuntut umum untuk menyegarkan ingatakan kita terhadap kronologis kasus ini:

Bahwa ia terdakwa PRITA MULYASARI pada tanggal 15 Agustus 2008 atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Agustus 2008, bertempat di Rumah Sakit Internasional Bintaro Tanggerang atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Tanggerang, yang memenuhi unsur dalam pasal 27 ayat (3) yaitu dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/ atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan  dan/atau pencemaran nama baik yaitu dr. Hengky Gosal, Sp.PD dan dr. Grace H. Yarlen Nela, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut :

–           Awalnya pada tanggal 7 Agustus 2008 sekitar jam 20.30 wib terdakwa datang ke R.S Omni Internasional Tanggerang dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala. Setelah dilakukan pemeriksaan darah diperoleh hasil bahwa trombositnya adalah 27.000, pada waktu itu terdakwa ditangani oleh dr. Indah (umum) dan dinyatakan harus rawat inap ;

Kemudian dr. Indah menanyakan dokter spesialis mana yang akan terdakwa pilih untuk menangani terdakwa. Selanjutnya terdakwa meminta referensi dari dr. Indah karena terdakwa sama sekali tidak tahu. Dan referensi dr. Indah adalah dr. Hengky ;

Setelah itu dr. Hengky memeriksa kondisi terdakwa yang disampaikan melalui anamnesa yaitu lemas, demam 3 hari, sakit kepala yang hebat, nyeri seluruh tubuh, mual, muntah dan tidak bisa makan serta dari observasi febris (demam) yaitu suspect demam berdarah dengan diagnosa banding viral infection secunder, sehingga malam itu terdakwa diinfus dan diberikan suntikan. Keesokan paginya dr. Hengky menginformasikan bahwa ada revisi hasil laboratorium semalam bukan 27.000 tetapi 181.000, selanjutnya tangan kiri terdakwa mulai membengkak dan terdakwa meminta dihentikan infus dan suntikan ;

–           Kemudian karena menurut terdakwa kondisinya semakin memburuk yaitu pada bagian leher dan mata terdakwa mengalami membengkak akhirnya terdakwa keluar dari R.S Omni Internasional Alam Sutera Tanggerang pada tanggal 12 Agustus 2008 dengan hasil diagnosa akhir parotitis (gondokan) dan langsung menuju RSI Bintaro Tangerang serta dirawat dari tanggal 12 s/d 15 Agustus 2008 ;

–           Dan sehubungan dengan perawatan terdakwa di R.S. Omni Internasional Alam Sutera Tanggerang, terdakwa menyampaikan komplain secara tertulis ke manajemen Omni yang diterima oleh OGI (Customer Service Coordinator) dan dr. Grace Hilza Yarlen Nela (Customer Service Coordinator) dimana yang menjadi obyek komplin adalah kondisi kesehatantubuh terdakwa pada saat masuk UGD, hasil laboratorium dan pada saat keluar dari R.S. Omni Internasional Alam Sutera Tanggerang mengalami keluhan lain selain itu selama perawatan terdakwa tidak mendapatkan pelayanan dan informasi yang baik dan jelas mengenai kondisi kesehatan terdakwa

Dari dr. Hengky Gosal, Sp.PD. Akan tetapi tanggapan dr. Grace mengenai masalah komplain terdakwa tidak profesional sehingga terdakwa pada waktu dirawat di RSI Bintaro Tangerang membuat dan mengirimkan email atau surat elektronik, dan yang dimaksud dengan E-mail atau surat elektronik adalah cara pembuatan. Pengiriman, penyimpanan dan penerimaan surat/pesan dengan cara menyimpan dan mengirimkan data surat/pesan melalui media komunikasi elektronik. Selanjutnya terdakwa mengirim E-Mail tersebut melalui alamat email “Prita Mulyasari @ yahoo.com” ke sejumlah orang yang berjudul “Penipuan OMNI Internasional Hospital Alam Sutera Tangerang” yang isinya antara lain “Saya informasikan juga dr. Hengky praktek di RSCM juga, saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini” dan “Tanggapan dr. Grace yang katanya adalah penanggungjawab masalah Komplain saya ini tidak profesional sama sekali” dan Tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer”;——————

Anda para pembaca mungkin dapat memperhatikan dengan seksama kutipan dari salinan surat dakwaan tersebut, Prita Mulyasari memang benar mengirimkan email kepada sejumlah orang, pertanyaan selanjutnya adalah siapakah orang yang ia kirimi email ? dalam persidangan terungkap bahwa Prita hanya mengirimkan email terbatas kepada teman-teman terdekatnya, jadi apakah unsur kepada publik yang mana harus ada di dalam delik pencemaran nama baik ada di dalam kasus ini ? tidak ada sama sekali.

Berita Acara Pengeluaran Tahanan

Bagi saya kasus Prita Mulyasari ini membukakan mata banyak orang terhadap kondisi hukum tanah air. Kepentingan dari berbagai elemenpun berdatangan mulai dari para calon presiden hingga orang yang hanya numpang tenar agar terlihat sebagai pakar telematika. Salah satu contoh misalnya, ada orang yang mengaku sebagai narasumber dan penyusun RUU ITE dan dia minta kepada jaksa penuntut umum agar dihadirkan ke dalam persidangan karena kasus Prita ini ibaratnya dia membela negara.

Mungkin sebagian awam yang jarang berinteraksi dengan internet akan mengamini pengakuan orang tersebut, tapi berdasarkan fakta persidangan, maka silahkan anda simpulkan apakah benar beliau adalah anggota penyusun RUU ITE, untuk lebih jelasnya mari kita lihat fakta persidangan terkait pemeriksaan ahli M. Yasin Kara:

  • Bahwa benar  riwayat pekerjaan ahli adalah :
  1. 1985 – 1991 Karyawan Bank Bukopin (System / Product Development)
  2. 1991 – 1996 Direktur PT. IPAM Consultant
  3. 1996 – 2000 Karyawan Bank Duta (Senior Vice President for I/T Development And Implementation).
  • Bahwa benar jabatan ahli di Tim Pansus pembentukan UU ITE adalah:
  1. Sebagai Wakil Ketua Panitia Khusus (PANSUS) RUU ITE
  2. Sebagai Ketua Panitia Kerja (PANJA) perumus RUU ITE.
  • Bahwa benar menurut ahli setiap pembahasan UU DPR RI selalu memulai dengan pembahasan naskah akademik serta mendengar masukan dari para ahli,  selain itu DPR RI juga mendengar pendapat dari kalangan praktisi dan pihak yang terkait langsung atas RUU tersebut baik sebagai pelaksana maupun sebagai pengguna
  • Bahwa benar  menurut ahli Setiap rumusan RUU yang masuk baik itu sebagai inisiatif DPRRI maupun inisiatif pemerintah, maka harus melalui kajian awal di Badan Legislasi (BALEG) DPRRI. Hanya naskah yang disetujui oleh BALEG yang dapat dibahas pada tingkat PANSUS atau PANJA DPR RI, kemudian DPR RI memiliki tata-tertib dalam pembahasan yang tidak memungkinkan adanya pengesahan atas naskah murni yakni bahwa :

i.        PANSUS wajib melakukan dengar pendapat dari masyarakat terkait maupun pihak yang dianggap perlu untuk memberi masukan.

ii.        PANSUS wajib membahas Daftar Inventory Masalah dari masing-masing fraksi di DPRRI bersama-sama dengan pemerintah.

iii.        Rumusan awal RUU wajib dilakukan dalam bentuk uji publik.

iv.        Semua proses bahasan tersebut dilaksanakan oleh DPR RI yang jika tidak dipenuhi maka UU yang dihasilkan dapat dikatakan cacat.

  • Bahwa benar PANSUS RUU ITE tidak pernah mengangkat Dewan Pakar, sementara keterlibatan ahli dilakukan sesuai dengan tema bahasan yang sifatnya berdasarkan permintaan rapat dan eksistensi kehadirannya dibatasi pada tingkat rapat yang telah ditentukan.
  • Bahwa benar yang mengangkat ahli  sebagai Wakil Ketua PANSUS adalah anggota PANSUS RUU ITE, Fraksi menetapkan Ahli sebagai anggota PANSUS terkait dengan background ahli sebagai orang yang memiliki track record dibidang teknologi informasi dalam waktu yang cukup lama yakni kurang lebih delapan tahun, walaupun ahli sendiri bukanlah anggota Komisi I.
  • Bahwa benar anggota PANSUS dari Fraksi-fraksi yang ada menyetujui ahli sebagai wakil ketua PANSUS.
  • Bahwa benar proses  dibentuknya UU ITE adalah
  1. Naskah RUU ITE adalah naskah yang seharusnya dibahas pada periode DPR RI 1999 – 2004 yang dalam proses perumusannya melibatkan ahli hukum dari beberapa universitas diantaranya UNPAD, UI dan UGM.
  2. Pembahasan RUU ITE baru dapat dilakukan setelah melalui persetujuan BALEG DPR RI periode 2004 – 2009.
  3. Dalam proses pembahasan tersebut kemudian PANSUS meminta masukan dari kalangan penyusun kemudian dilengkapi dengan masukan dari pakar imformatika.
  4. Penempatan RUU ITE sebagai RUU yang diprioritaskan pembahasannya karena tuntutan dimana  pemanfaatan system elektronik yang semakin besar dan terus mengalami perkembangan. Pada tingkat internasional Indonesia terisolasi dalam transaksi elektronik sehingga sejumlah kesempatan transaksional mengalami hambatan yang tentu saja juga berarti terhambatnya kesempatan peningkatan kesejahteraan bangsa. Pada saat yang sama, penggunaan elektronik dalam betransaksi di dalam negeri sudah mencapai ratusan triliun rupiah setiap harinya yang sesungguhnya tidak memiliki payung hukum yang pasti.
  • Setiap pembahasan rancangan Undang Undang selalu melakukan rapat dengar pendapat, dan memperoleh masukan dari pada akademis- akademis yang diundang terutama mendengarkan pendapat ahli hukum.
  • Bahwa benar ahli tidak pernah lihat ataupun bertemu dengan Roy Suryo dalam merumuskan UU ITE

Fakta persidangan diatas adalah ketika pemeriksaan ahli a de charge pada agenda pemeriksaan saksi dan ahli dari tim penasihat hukum Prita Mulyasari. Jelas sekali bahwa Roy Suryo bukan merupakan penyusun RUU ITE, apalagi Dewan Pakar, muncul saja tidak pernah ketika penyusunan draft RUU ITE.

Setelah melalui proses persidangan yang cukup lama, pada tanggal 29 Desember 2009, majelis hakim membacakan putusan terhadap Prita Mulyasari sebagai berikut:

M E N G A D I L I

  1. Menyatakan Terdakwa PRITA MULYASARI tersebut di atas tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan Kesatu, Kedua dan Ketiga ; ——————————
  2. Membebaskan Terdakwa dari semua dakwaan tersebut ; ———————-
  3. Memulihkan hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya ; ————————————————————————
  4. Menetapkan barang bukti berupa : —————————————————-

–       1 (satu) eksemplar berita di Yahoo email dengan subyek : Penipuan OMNI International Hospital Alam Sutera Tangerang, tanggal 22 Agustus 2008 ; ————————————————————————–

–       1 (satu) eksemplar email From : Prita Mulyasari, Sent : Friday, August 15, 2008, 3 : 51 PM, subyek : Penipuan OMNI International Hospital Alam Sutera Tangerang ; ————————————————————

tetap terlampir dalam berkas perkara————————————————-

5. Membebankan biaya perkara kepada Negara ; ————————————

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang pada hari : Selasa, tanggal : 22 Desember 2009 oleh : ARTHUR HANGEWA, S.H., sebagai Ketua Majelis, PERDANA GINTING, S.H., dan VIKTOR PAKPAHAN, S.H.,M.H.,M.Si., masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan mana diucapkan pada hari : Selasa, tanggal : 29 Desember 2009 di depan sidang terbuka untuk umum oleh Majelis Hakim tersebut, dibantu oleh SUKIMAN, S.H., sebagai Panitera Pengganti, dihadapan RAKHMAWATI UTAMI, S.H. dan RIYADI, S.H. sebagai Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Tangerang serta Terdakwa dan Penasihat Hukum

Cukuplah kasus Prita Mulyasari ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bagaimana ketidakprofesionalan mulai dari tingkat penyidik hingga tingkat kejaksaan negeri Tangerang dalam memeriksa perkara yang berujung pada perampasan hak asasi manusia di dalam jerurji besi. Semoga kedepannya hukum lebih berpihak kepada rakyat kecil yang tidak tahu menahu, bukan sebagai alat pemuas nafsu bejat dengan merampas kemerdekaan orang lain.

Kedepannya semoga aparat penegak hukum kita dapat berpikir “cerdas” manakala menangani kasus yang berkaitan dengan internet agar orang yang tidak bersalah tidak menjadi korban kepentingan sebuah kelompok agar tujuan dari hukum yaitu keadilan dapat dicapai. Fenomena kasus-kasus diatas sebenarnya hanya fenomena gunung es akan penegakan hukum Indonesia yang tentunya bukan rahasia umum lagi bagi masyarakat Indonesia.

12 thoughts on “Semoga Prita Mulyasari yang Terakhir…

  1. kenapa bulan desember? karena dekat tahun baru, habis pesta tahun baru orang lupa isu. atau bisa juga mereka butuh waktu lama sampai desember untuk mengarang indah

  2. mengapa desember? Karena akhir tahun hehe.. kalau kelewat udah taun depan n trackrecordnya jelek. Hihi..

    Oh ya yang Xnuxer masa ketauan dari search engine yach? (kebayang ngetik “xnuxer adalah”.. pada google hehe..tuing muncul deh nama yang punya)

  3. Ketua bloggerngalam satu ini emang top markotop..
    tapi iya, masak xnuxer bisa semudah itu ketemu di search engine? search engine khusus heker ya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s