Posted in cybercrime, ilmu, Internet, masyarakat

Filter, Blocking, dan Pornografi

Indonesia diguncang pornografi !, rasanya terlalu berlebihan jika kita memakai mindset itu, terlebih pasca hebohnya video mirip artis yang mengakibatkan Tifatul Sembiring menitahkan kepada Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan “pencegahan” dengan melakukan pembatasan akses kepada website yang berbau dan mengandung muatan pornografi. Pro kontra terjadi masyarakat, ada yang mendukung sepenuhnya masalah itu dan ada pula yang menolaknya.

Kali ini saya tidak akan menyoroti berdasarkan analisis terhadap perundangan yang dipakai dasar melakukan hal itu, tapi lebih menyoroti apa yang terjadi dilapangan, mungkin pada artikel bagian kedua saya akan membahas hal tersebut. Curhatan saya ini jauh sebelum ramai masalah minta jatah kepada BlackBerry yang sedang ramai dibicarakan hari ini.

Continue reading “Filter, Blocking, dan Pornografi”

Posted in ilmu, Internet, masyarakat

RIM, BlackBerry, Operator, dan Uang

Oke saya mencoba singkat, padat, dan jelas.

Penjelasan

Masih kurang jelas ? Jikalau kurang jelas silahkan dibuka beberapa peraturan dibawah ini:

  1. UU no.36/1999: Pasal 8 (1) – yang bisa menyelenggarakan jaringan telekomunikasi); Pasal 9 ayat (1) – yang bisa menyelenggarakan jasa telekomunikasi); Pasal 16 ayat (3) – KPU diatur dalam PP; Pasal 20 – kewajiban prioritas bagi keamanan dll; Pasal 21 – larangan yang bertentangan dg kepentingan umum, kesusilaan, dsb; Pasal 32 – persyaratan teknis perangkat yang diimpor untuk digunakan; Pasal 34 – biaya penggunaan frekuensi.
  2. PP no.52/2000:  Pasal 8 ayat (2) dan (3) – kewajiban penyelenggara jasa telekomunikasi;  Pasal 13 – keharusan menggunakan jaringan telekomunikasi milik penyelenggara jaringan telekomunikasi; Pasal 14 ayat (1) c. (jasa multimedia); Pasal 20 – kewajiban penyelenggara jaringan telekomunikasi untuk interkoneksi; Pasal 21 – dalam interkoneksi, penyelenggara jaringan wajib berikan tingkat layanan yang disepakati; Pasal 24 – hubungan penyelenggara jasa dan jaringan telekomunikasi harus transparan; Pasal 25 – kewajiban menghubungkan ke jaringan lain (dalam dan luar negeri), dan hak untuk dapat bagian biaya interkoneksi; Pasal 28 ayat (4) – KPU untuk penyelenggara jaringan dan jasa lainnya; Pasal 32 – Kewajiban BHP Telekomunikasi; Pasal 71 – persyaratan teknis perangkat yang diimpor atau digunakan.
  3. KEPMEN KM no. 21/2001: Pasal 3 ayat (1) c. dan (2) – Jasa Multimedia; Pasal 6 – penyelenggara jasa telekomunikasi bisa bangun jaringan bila tak tersedia; Pasal 10 – wajib memenuhi persyaratan teknis dengan sertifikat Dirjen; Pasal 13 – setiap penyelenggara jasa telekomunikasi dikenakan KPU; Pasal 46 ayat (1) – penyelenggara jasa multimedia internet dan interkoneksi internet; Pasal 47 ayat (1) – Izin jasa multimedia oleh Dirjen.
  4. KEPMEN KM no.30/2004 – perubahan atau KM no.21/2001: Pasal I, D – tambahan thd Pasal 46 ayat (1), pertambahan huruf e baru ttg jasa sistem komunikasi data; Pasal I, E – izin multimedia oleh Dirjen.
  5. PERMEN PM no.31/2008 – Perubahan atas KM 21/2001 dan 30/2004: Pasal I – perubahan Pasal 46 ayat (1) tentang penyelenggaraan jasa multimedia.
  6. PerPres no. 36/2010 lampiran hal 83-84.

ISP asing 49%

Nb: attachment alur uang didesain oleh Iman Teguh Pribadi

Posted in cybercrime, ilmu, Internet, masyarakat

Video Porno Mirip Artis dan Serba-serbinya bag. 2

Sudah lewat 2010 persidangan video mirip artis disidangkan dan telah melewati agenda sidang penuntutan. Salah satu alat bukti menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (selanjutnya disebut KUHAP) adalah keterangan ahli, sebelum masuk kepada keterangan ahli, mari kita merujuk pasal 184 ayat 1 KUHAP sebagai berikut:

Alat bukti yang sah ialah:

a.keterangan saksi;

b.keterangan ahli;

c.surat;

d.petunjuk;

e.keterangan terdakwa.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada dosen-dosen senior serta praktisi hukum yang telah puluhan tahun melanglang buana praktik beracara, saya tidak menerima sepenuhnya penyebutan “saksi ahli”. Kembali ke pokok permasalahan, di dalam KUHAP tidak disebutkan perihal kriteria seorang ahli, hanya disebutkan apa yang ahli ketahui berdasarkan pengetahuannya.

Continue reading “Video Porno Mirip Artis dan Serba-serbinya bag. 2”