Posted in ilmu, Internet, masyarakat

RIM, BlackBerry, Operator, dan Uang

Oke saya mencoba singkat, padat, dan jelas.

Penjelasan

Masih kurang jelas ? Jikalau kurang jelas silahkan dibuka beberapa peraturan dibawah ini:

  1. UU no.36/1999: Pasal 8 (1) – yang bisa menyelenggarakan jaringan telekomunikasi); Pasal 9 ayat (1) – yang bisa menyelenggarakan jasa telekomunikasi); Pasal 16 ayat (3) – KPU diatur dalam PP; Pasal 20 – kewajiban prioritas bagi keamanan dll; Pasal 21 – larangan yang bertentangan dg kepentingan umum, kesusilaan, dsb; Pasal 32 – persyaratan teknis perangkat yang diimpor untuk digunakan; Pasal 34 – biaya penggunaan frekuensi.
  2. PP no.52/2000:  Pasal 8 ayat (2) dan (3) – kewajiban penyelenggara jasa telekomunikasi;  Pasal 13 – keharusan menggunakan jaringan telekomunikasi milik penyelenggara jaringan telekomunikasi; Pasal 14 ayat (1) c. (jasa multimedia); Pasal 20 – kewajiban penyelenggara jaringan telekomunikasi untuk interkoneksi; Pasal 21 – dalam interkoneksi, penyelenggara jaringan wajib berikan tingkat layanan yang disepakati; Pasal 24 – hubungan penyelenggara jasa dan jaringan telekomunikasi harus transparan; Pasal 25 – kewajiban menghubungkan ke jaringan lain (dalam dan luar negeri), dan hak untuk dapat bagian biaya interkoneksi; Pasal 28 ayat (4) – KPU untuk penyelenggara jaringan dan jasa lainnya; Pasal 32 – Kewajiban BHP Telekomunikasi; Pasal 71 – persyaratan teknis perangkat yang diimpor atau digunakan.
  3. KEPMEN KM no. 21/2001: Pasal 3 ayat (1) c. dan (2) – Jasa Multimedia; Pasal 6 – penyelenggara jasa telekomunikasi bisa bangun jaringan bila tak tersedia; Pasal 10 – wajib memenuhi persyaratan teknis dengan sertifikat Dirjen; Pasal 13 – setiap penyelenggara jasa telekomunikasi dikenakan KPU; Pasal 46 ayat (1) – penyelenggara jasa multimedia internet dan interkoneksi internet; Pasal 47 ayat (1) – Izin jasa multimedia oleh Dirjen.
  4. KEPMEN KM no.30/2004 – perubahan atau KM no.21/2001: Pasal I, D – tambahan thd Pasal 46 ayat (1), pertambahan huruf e baru ttg jasa sistem komunikasi data; Pasal I, E – izin multimedia oleh Dirjen.
  5. PERMEN PM no.31/2008 – Perubahan atas KM 21/2001 dan 30/2004: Pasal I – perubahan Pasal 46 ayat (1) tentang penyelenggaraan jasa multimedia.
  6. PerPres no. 36/2010 lampiran hal 83-84.

ISP asing 49%

Nb: attachment alur uang didesain oleh Iman Teguh Pribadi

8 thoughts on “RIM, BlackBerry, Operator, dan Uang

  1. gambar memang sudah cukup jelas…ancamlah operatornya, bukan vendornya😀

    tapi daripada ribet maen ancam, dukunglah anak bangsa agar bisa menyaingi blackberry. Nah itu buktinya Nexian (memang gak 100% Indonesia) bisa mencuri pasar🙂

    salam,

    tuyul😀

  2. menteri kita terlalu pintar sehingga lupa gimana baca schema ini…😀
    wong layanan dari Operator / ISP di Indonesia aja masih banyak yg telanjang buat buka bisnis lendir

  3. Gak salah kalo RIM harus mendirikan entah itu cabang atau server di Indonesia terkait masalah pajak, cuma alasannya yang untuk blokir pornografi itu yang gak masuk akal..

    Duh, menteri siji iki, sekali gak masuk akal yo kok diterusno.. opo gak duwe akal IT.. ckckck..

  4. Kan sudah kubilang FAIL di awal abad ini adalah sok syari’ah untuk mendapatkan duit. Sok filter pornografi padahal yo pingine duit. Ujung-ujungnya Duit. UUD Maneh.

    Tapi sing ora habis pikir idene Roy Suryo mau, menjadikan satu jalur.

    KEPITING SUCI!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s