Posted in ilmu, Internet, masyarakat

Siapakah yang Disebut Ahli ?

Pertanyaan diatas sering ditanyakan kepada saya baik dalam kopdar maupun suasana formal seperti diperkuliahan. Dalam beberapa kasus sering dipergunakan keterangan ahli (saya tidak suka terhadap penyebutan saksi ahli) dalam mengungkap suatu kejahatan. Dalam kasus korupsi dipergunakan ahli hukum pidana korupsi, dalam kasus makanan expired dipergunakan ahli dari BPPOM, dalam kasus yang berhubungan dengan teknologi dan informasi dipergunakan akademisi maupun praktisi.

Keterangan ahli memang terkait dengan alat bukti untuk membentuk keyakinan hakim dalam memutus suatu perkara. Hal itu tertuang dalam Pasal 184 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (selanjutnya disebut KUHAP):

Alat bukti yang sah ialah:

a.keterangan saksi;

b.keterangan ahli;

c.surat;

d.petunjuk;

e.keterangan terdakwa.

Hal yang secara umum sudah diketahui tidak perlu dibuktikan.

Tidak ada keterangan siapakah atau bagaimana kualifikasi yang termasuk kriteria ahli maupun keterangan ahli itu sendiri berdasarkan KUHAP. Saya akan membandingkan dengan kriteria atau siapa yang disebut ahli dari beberapa ketentuan perundangan diluar Indonesia:

  1. Pasal 343 Nev. SV.: Pendapat seorang ahli yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan yang telah dipelajarinya, tentang sesuatu apa yang dimintai pertimbangannya.1
  2. California Evidence Code: A person is qualified to testify as an expert if he has special knowledge, skill, experience, training, or education sufficient to qualify him as an expert on the subject to which his testimony relates.2

Spesifikasi seorang ahli lebih jelas kita dapat melihatnya pada California Evidence Code dengan beberapa kriteria diantaranya seperti keilmuan dan pengetahuan sesuai bidangnya, training atau pelatihan, pengalaman kerja (praktisi), atau bahkan pendidikan khusus. Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagai lex specialis dari KUHAP didalam penjelasan Pasal 43 ayat 5 butir h memberikan definisi tersendiri terhadap ahli:

Yang dimaksud dengan “ahli” adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus di bidang Teknologi Informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis maupun praktis mengenai pengetahuannya tersebut

Berdasarkan hal tersebut ahli adalah seseorang yang memiliki parameter berdasarkan akademis maupun praktisi dalam bidang teknologi informasi, sifatnya opsional. Background pendidikan misalnya adalah ketika menempuh pendidikan formal mengambil teknik informatika ataupun ilmu komputer; atau memiliki pengalaman bekerja yang khusus berhubungan dengan teknologi informasi seperti seorang penetration tester, system administrator, dan sebagainya.

Jangkauan teknologi informasi juga sangat luas, maka dibutuhkan pula seorang ahli yang memiliki spesifikasi khusus dalam kasus tertentu. Jadi tidak tepat asal mempunyai background teknologi informasi dapat dijadikan ahli dipersidangan, tidak tepat juga jika orang tersebut tidak memiliki pengalaman dibidang teknologi informasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s