Posted in NgeJunk, Refleksi

Malam Setelah Sidang Itsbat

Kemarin malam setelah sidang istbat berakhir, saya berusaha mencari referensi dan informasi tentang 1 Syawal. Prinsip saya satu, saya tidak ingin dan tidak suka membebek atau mengekor pendapat inilah pendapat itulah, ormas ini ormas itu, tanpa adanya argumen yang menurut saya benar dan argumen itu menjadikan saya yakin akan mengakhiri puasa kapan atas perbedaan penentuan 1 Syawal kemarin.

Ketika mencari referensi itu sebuah sms masuk ke hp pada jam 24.00 WIB dari seorang teman online yang menceritakan bahwa telah terjadi defacing atas website Jasakom. Wait…Jasakom? sepengetahuan saya yang awam IT dan security ini Jasakom merupakan salah satu forum yang cukup sepuh dan besar yang membahas tentang security. Sayapun langsung ke TKP dengan mengetik http://jasakom.com pada browser mobile saya, hasilnya? “504 not Implemented”.

Continue reading “Malam Setelah Sidang Itsbat”

Posted in cybercrime, Diary, Internet, masyarakat, Uncategorized

Oblong: Sharing Keamanan Blog Bersama Bloggerngalam

Rabu 24 Agustus 2011 kemarin saya dan Dani Firmansyah a.k.a Xnuxer mengisi agenda #Oblong (obrolan Bloggerngalam) yang bertempat di Kedai Kopi Medan, Malang. Acara tersebut dikemas dengan manis dan santai sehingga tidak terkesan serius seperti seminar atau workshop, melainkan dengan rasa kekeluargaan yang cukup kental diimbangi dengan tema yang cukup menarik dan layak untuk diperbincangkan.

Sesi pertama pemaparan dari Dani yang membahas tentang tipe-tipe ancaman bagi keberadaan blog. Beberapa tipe ancaman itu diantaranya karena serangan dari defacer, penggunaan software untuk cracking, dan kurang waspada dengan manajemen blog seperti audit. Serangan atau masalah yang harus diperhatikan ketika membuat blog adalah bagaimana cara kita untuk secara berkelanjutan mengupdate baik itu plug in dan berbagai perangkat lainnya untuk menghindari adanya celah.

Continue reading “Oblong: Sharing Keamanan Blog Bersama Bloggerngalam”

Posted in Diary, ilmu, masyarakat

Tersangka Tidak Boleh Bertemu Penasehat Hukum

Pengacara M. Nazaruddin, O.C. Kaligis, seperti yang diberitakan oleh detik.com dilarang bertemu kliennya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini tentu saja bertentangan dengan beberapa aturan main hukum acara di Indonesia. Peristiwa ini tidak hanya terjadi pada Nazaruddin saja, pada tingkat daerah, terkadang hak tersangka untuk bertemu dengan penasihat hukumnya sering kali diabaikan.

Amir Syarifuddin, seorang pengacara senior, berpendapat bahwa sebaiknya antara penasihat hukum yang dalam hal ini adalah O.C. Kaligis diperbolehkan bertemu dengan kliennya, hal ini menyangkut etika advokat dengan klien, andaikata dikemudian hari terdapat pencabutan surat kuasa maka hal itu merupakan persoalan yang lain. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana hak tersangka untuk didampingi kuasa hukumnya berdasarkan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (selanjutnya disebut KUHAP)?

Continue reading “Tersangka Tidak Boleh Bertemu Penasehat Hukum”

Posted in Uncategorized

Hak Cipta dan Mp3

Kementrian Komunikasi dan Informatika kembali akan melakukan blokir terhadap beberapa website yang dianggap sebagai “sarang” rekaman suara atau mp3 yang melanggar hak cipta. Salah satu alasannya adalah karena adanya laporan dari penggiat industri musik yang merasa dirugikan atas download gratis mp3 tersebut, menurut Tifatul Sembiring hal itu juga dianggap melanggar Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (selanjutnya disebut UU ITE).

Ada beberapa ketentuan perundang-undangan Hak atas Kekayaan Intelektual dalam ranah Hak Cipta terkait rekaman suara/mp3, adapun ketentuannya adalah sebagai berikut:

1. UU ITE

Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang disusun menjadi karya intelektual, situs internet, dan karya intelektual yang ada di dalamnya dilindungi sebagai Hak Kekayaan Intelektual berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan (Pasal 25)

2. Undang-undang No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta (selanjutnya disebut UU Hak Cipta)

(1) Dalam Undang-undang ini Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, yang mencakup:
a. buku, Program Komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain;

b. ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan lain yang sejenis dengan itu;
c. alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;
d. lagu atau musik dengan atau tanpa teks;
e. drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;

f. seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan;

g. arsitektur;
h. peta;
i. seni batik;
j. fotografi;
k. sinematografi;

l. terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database, dan karya lain dari hasil pengalihwujudan. (Pasal 12 ayat 1)