Posted in Uncategorized

Tanggung Jawab Operator dan Content Provider dalam “Pencurian” Pulsa

Sebelumnya, saya persilahkan para pembaca memahami kutipan berita dari Kompas berikut ini:

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyedia layanan konten, Colibri Networks, melaporkan balik korban pencurian pulsa, Mohammad Feri Kuntoro (36) atas tuduhan pencemaran nama baik, fitnah, dan perbuatan tidak menyenangkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan ini dilakukan terkait dengan pengaduan Feri ke Polda Metro Jaya dalam kasus pencurian beberapa waktu lalu.

…..

Atas dasar ini, pihak Colibri Network yang diwakilkan kuasa hukumnya Tricahyono Novanto melaporkan Mohammad Feri Kuntoro ke Polrestro Jakarta Selatan pada Kamis, 6 Oktober 2011. Laporan ini dicatat dengan nomor polisi LP/1565/B/X/2011/PMJ/Resjaksel. Feri diadukan telah melakukan tindak pidana pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik, pasal 311 KUHP tentang fitnah, dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Banyak yang bertanya bagaimana tanggung jawab operator terhadap masalah “sedot” pulsa pelanggan? Apakah oprator dapat digugat?. Untuk mengetahui kedudukan operator seluler (selanjutnya disebut operator) sebagai penyelenggara sistem elektronik maka kita harus mengetahui terlebih dahulu kedudukan penyelenggaran sistem elektronik dalam Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (selanjutnya disebut UU ITE).

Penyelenggaraan Sistem Elektronik

Pasal 15

(1)    Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik harus  menyelenggarakan Sistem Elektronik secara andal dan aman serta bertanggung jawab terhadap beroperasinya Sistem Elektronik sebagaimana mestinya.

(2)    Penyelenggara Sistem Elektronik bertanggung jawab terhadap Penyelenggaraan Sistem Elektroniknya.

(3)    Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan terjadinya keadaan memaksa, kesalahan, dan/atau kelalaian pihak pengguna Sistem Elektronik.

Pertanyaannya adalah, bagaimana bentuk tanggung jawab penyelenggara sistem elektronik? apakah menggunakan prinsip tanggung jawab atas kesalahan (liability based on fault)? apakah tanggung jawab atas kelalaian (negligence) atau tanggung jawab tanpa kesalahan?. Penjelasan pada penjelasan Pasal 15 tersebut yang dimaksud bertanggung jawab adalah ada subyek hukum yang bertanggung jawab secara hukum terhadap penyelenggaraan sistem elektronik tersebut.

Continue reading “Tanggung Jawab Operator dan Content Provider dalam “Pencurian” Pulsa”

Posted in Diary, masyarakat

Pulsa Berkurang?

Tadi malam saya, Ruby Alamsyah, dan Edmon Makarim berdiskusi mengenai sms yang konon katanya menyedot pulsa para pelanggan telepon seluler. Perbincangan diawali dengan mengetengahkan masalah cara pulsa yang berkurang ketika melakukan registrasi atau bahkan tidak regitrasi terhadap suatu layanan konten dari operator. Media massa memberikan ilustrasi tentang korban dari salah operator yang merasa dirugikan karena merasa tidak pernah melakukan langganan terhadap konten tertentu dari operator.

Perbuatan dari penyedia konten atau oprator yang seperti ini apakah dapat dilakukan tindakan hukum, mengingat dari sisi konsumen terhadap hal yang merugikan dari segi materiil. Apakah perbuatan tersebut dapat dikatakan pencurian? penggelapan? penipuan?, data interference? atau delik yang bagaimana? Pertama-tama adalah penyamaan persepsi terlebih dahulu bahwa pulsa adalah informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik.

Continue reading “Pulsa Berkurang?”