Posted in cybercrime, ilmu, Internet, masyarakat

Diary: Surat Kaleng

Pergerakan timeline saya sampai kemarin malam masih membahas tentang indikasi korupsi yang ada di Kementrian Komunikasi dan Informatika. Setelah saya telusuri, ternyata yang dimaksud surat kaleng itu adalah sebuah thread di Kaskus. Isi dari thread tersebut pada pokoknya adalah adanya korupsi saat lelang. Salah satu serangan dari thread “panas” tersebut adalah adanya sejumlah oknum yang bekerja di Kominfo dari Partai Keadilan Sejahtera yang diduga melakukan korupsi atas lelang/tender di BP3TI (Balai Penyedia, Pengelola, Pendanaan Telekomunikasi dan Informatika) dan Ditjen PPI (Penyelenggaraan Pos dan Informatika) tersebut.

Continue reading “Diary: Surat Kaleng”

Posted in Diary, masyarakat

Diary: RPP ITE

Tadi malam saya membaca dan mencoba menelaah tentang Naskah Akademik Rancangan Peraturan Pemerintah (selanjutnya disebut RPP) E-Commerce (perdagangan elektronik) dan matriks RPP E-Commerce dengan hukum positif yang dibahas beberapa minggu lalu. Dalam dokumen yang saya terima tersebut rencananya akan ada harmonisasi antara RPP E-Commerce dengan RPP Penyelenggaraan Informasi dan Transaksi Elektronik (selanjutnya disebut PITE).

Continue reading “Diary: RPP ITE”

Posted in Diary

Diary: Krisis Keilmuan?

Mulai hari ini judul “diary” saya buat untuk blog ini. Isi dari diary adalah curhatan-curhatan yang sedikit keluar dari pakem blog ini dan berisi baik pengalaman lapangan maupun kajian normatif atas segala sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan saya selama berada di Semarang. Isinya tidak selalu serius karena hanya berbentuk curhatan semata.

Agak trenyuh juga ketika kemarin ngobrol dengan Prof. Dr Barda Nawawi Arief, S.H. guru saya di Undip Semarang. Menuru Prof. Dr Barda Nawawi Arief, indikator menurunnya kualitas pendekatan keilmuan tercermin dari 3 hal, yaitu:

  • Adanya realita yang sering diresahkan masyarakat umum, bahwa ada “budaya amplop” atau “budaya kotor/tercela” (dikenal umum sebagai “budaya mafia peradilan”) dalam praktik penegakan hukum
  • Seringnya mendatangkan “saksi ahli” dari kalangan ahli/pakar hukum (walaupun ada jaksa atau hakim yang menolak kedatangan saksi ahli) dalam persidangan.
  • Melihat hukum pidana hanya berdasarkan kaca mata kuda

Continue reading “Diary: Krisis Keilmuan?”

Posted in cybercrime, Diary, Internet, Kerjaan Ofis, masyarakat, Uncategorized

Apa Kabar Kasusnya Ariel?

Untuk mengembalikan ingatan kita semua tentang kasus ini, ada baiknya penulis mengutip surat dakwaan dalam kasus video porno yang melibatkan Nazril Irham alias Ariel Peterpan ini. Adapun ringkasan surat dakwaannya adalah sebagai berikut:

Bahwa pada waktu antara tanggal 20 Januari 2006 sampai bulan Juli tahun 2006 atau setidak-tidaknya pada waktu-waktu lain dalam tahun 2006, bertempat di Studio Musik Capung Jl. Antapani Bougenville Blok L No.2 Bandung dan di Jl. Tamborin No.12 RT.006/002 Kel. Turangga Kec. Lengkkong Bandung terdakwa dengan sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan kepada REZA RIZALDY Alias REJOY Alias JOY dan ANGGIT GAGAH PRATAMA telah memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit membuat persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang, kekerasan seksual, masturbasi atau onani, ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan, alat kelamin atau pornografi anak, dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentranmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Adapun pasal-pasal yang didakwakan adalah sebagai berikut:

  • Pertama Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat (1) UU RI No.44 tahun 2008 tentang Pornografi Jo Pasal 56 ke-2 KUHP.
  • Kedua Pasal 27 Jo Pasal 45 ayat (1) UU RI No.44 tahun 2008 tentang Pornografi Jo Pasal 56 ke-2 KUHP.
  • Ketiga Pasal 282 ayat (1) KUHP Jo Pasal 56 ke-2 KUHP.
Posted in Diary, masyarakat

Waspada di ATM

Bermula dari RT twit dari salah seorang teman di Twitter 1 Nomvember 2011 lalu tentang sebuah foto di ATM. Sticker ATM Mandiri dalam foto tersebut diindikasikan telah dipalsukan atau palsu. Setelah saya telusuri, ternyata link tersebut merujuk kepada foto dari akun facebook yang memberi keterangan foto tersebut diambil kapan dan dimana. Adapun dalam akun facebook tersebut terdapat keterangan sebagai berikut:

Teman2… Silahkan di share… Teman aq di Jogja nyaris. Dia mau ambil di ATM Mandiri di TamSis deket UII Hukum. Dia curiga dgn sticker’y krn dr kertas agak keras/tebal (foto diatas dari dia), Info’y dr group Tareuman-Manado (my lovely village). Trus dia cabut kertas sticker tsb dan dia bawa ke kantor cabang Bank Mandiri. Pihak Bank berterima kasih, uang dia selamat dan pulang’y dia dpt payung 

Continue reading “Waspada di ATM”