Posted in Uncategorized

Diary: Sebuah Gambar

Konon sebuah gambar menyimpan beragam makna, setidaknya itu yang saya pernah baca entah di mana. Sebuah gambar terkadang merepresentasikan alam pikiran sang pembuat gambar tersebut. Sebut saja Mona Lisa karya Leonardo Da Vinci yang sampai hari ini makna dibalik lukisan tersebut masih mengandung tanda tanya bagi sejumlah orang.

Tak hanya itu, sebuah gambar juga dapat menjadi saranan penyambung informasi pada masa lalu sebelum ditemukannya kamera yang kita gunakan untuk mengabadikan momen tertentu. Sebuah gambar bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja yang mungkin ingin mempelajari sesuatu hal. Tak terkecuali gambar di bawah ini.

Continue reading “Diary: Sebuah Gambar”

Posted in Uncategorized

Selamat Jalan, Guru…

Kamis 15 Maret 2012 saya memasuki ruang pusat teknologi informasi magister ilmu hukum Universitas Diponegoro, Semarang. Seperti biasa saya cek koneksi dan melihat apakah ada yang trouble. Sekitar jam 10.05 WIB, teman saya yang kebetulan sedang jaga menerima telepon bahwa salah satu guru besar hukum pidana Undip, Prof. Dr. Paulus Hadisuprapto, S.H., meninggal dunia. Awalnya saya tidak percaya dan saya minta teman saya tersebut cross check ke bagian akademik untuk memastikannya.

Sekitar 15 menit berita itu masih diragukan kebenarannya dan suara di ruangan menjadi sedikit bising karena kabar “tidak enak” tersebut. Sayapun mencoba mencari validitas berita itu. Ternyata bagian akademikpun belum dapat memastikannya. Jam menunjukan pukul 10.30 WIB dan salah seorang staf bagian umum menerima informasi bahwa benar salah seorang guru besar Magister Ilmu Hukum Undip telah kembali padaNya di Rumah Sakit Elizabeth, Semarang.

Continue reading “Selamat Jalan, Guru…”

Posted in Diary, ilmu, masyarakat

Diary: Menerjemahkan Buku

Beberapa minggu ini, kegiatan selain kuliah dan kuliah, saya sedang menerjemahkan buku tentang kejahatan yang berhubungan dengan penyalahgunaan komputer. Seperti kita ketahui bersama, sistem hukum (khususnya hukum pidana) saat ini masih berinduk pada sistem hukum peninggalan era kolonial. Hal itu dibuktikan dengan masih digunakannya Wetboek van Strafrecht (WvS) yang telah diubah menjadi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Meskipun tidak semua diterapkan, tujuan mengubah WvS menjadi KUHP bertujuan sedikit demi sedikit untuk melakukan pembaharuan hukum pidana di Indonesia hingga diundangkannya KUHP Nasional yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila. Studi komparasi antara hukum pidana Belanda dan Indonesia banyak dilakukan dengan penerjemahan buku-buku dari bahasa Belanda ke Indonesia.

Continue reading “Diary: Menerjemahkan Buku”

Posted in cybercrime, Internet, masyarakat

Diary: Salah Pasal Ya, Pak Polisi!

Kamis 8 Maret 2012 lalu saya tidak sengaja memantau timeline teman, dan salah satu twitnya mengarahkan ke sebuah postingan tentang penipuan online. Membaca hal tersebut saya menjadi prihatin karena masih saja i’tikad tidak baik orang lain dengan menggunakan identitas orang lain untuk melakukan kejahatan. Setelah membaca sampai paragraf akhir, saya menjadi terkejut membaca isi laporan polisi. Mengapa terkejut? Ya, sang polisi salah menggunakan pasal yang diterapkan dalam laporan korban.

Continue reading “Diary: Salah Pasal Ya, Pak Polisi!”

Posted in Uncategorized

Diary: Penetration Testing dan Legalitas

Beberapa hari ini beberapa forum di internet sedikit “hangat” dengan sebuah wawancara yang pada pokoknya berisi tentang cybercrime dan cybersecurity. Saya sendiri tidak mengetahui siapa yang mewawancara tersebut dan tidak ingin tahu siapa dia, begitupun dengan narasumber wawancara itu.

Sepintas saya membaca wawancara tersebut menjadi bingung sendiri, hendak dibawa kemana arah wawancara ini, apakah membahas cybercrime? apakah membahas cybersecurity? apakah teknis hacking? atau regulasi (cyber law)?. Kalau melihat secara keseluruhan, seperti semua aspek yang berkaitan dengan dunia underground ingin dirangkum dalam sebuah wawancara. Saya tidak akan menanggapi poin-poin mulai dari definisi hacker, komunitas hacker, dan whatever yang berhubungan dengan hacker. Saya hanya membahas sisi lain dari wawancara tersebut yang berkaitan dengan poin no. 8

Continue reading “Diary: Penetration Testing dan Legalitas”

Posted in Uncategorized

Diary: Dolly

Kemarin malam saya dan teman-teman pascasarjana berdiskusi kecil tentang masalah kesusilaan. Diskusi kecil tapi hangat tersebut membahas kasus-kasus kesusilaan mulai dari kasus video “Belum Ada Judul” hingga terakhir kasus video porno Ariel Peterpan. Diskusi yang cukup hangat tersebut pada akhirnya bermuara pada lokalisasi dan hukum pidana. Beberapa teman menceritakan tentang keadaan dari lokalisasi di daerah asal mereka. Ada yang menganalisis dari sisi regulasi, ada yang menganalisis secara filsafati, dan ada juga yang menganalisis dari perspektif sosiologi.

Dalam diskusi tersebut, saya mengambil contoh dari sebuah penelitian yang diterbitkan untuk umum. Penelitian yang saya maksud disini adalah skripsi mahasiswa Universitas Airlangga yang dijadikan buku dan patut mendapat acungan jempol karena telah melakukan penelitian yang ilmiah tentang lokalisasi di Surabaya, in casu Dolly. Beranjak dari hal tersebut, saya masih jarang menemukan karya tulis ilmiah dari perguruan tinggi yang membahas tentang hal ini.

Continue reading “Diary: Dolly”