Posted in cybercrime, Internet, masyarakat

Diary: Salah Pasal Ya, Pak Polisi!

Kamis 8 Maret 2012 lalu saya tidak sengaja memantau timeline teman, dan salah satu twitnya mengarahkan ke sebuah postingan tentang penipuan online. Membaca hal tersebut saya menjadi prihatin karena masih saja i’tikad tidak baik orang lain dengan menggunakan identitas orang lain untuk melakukan kejahatan. Setelah membaca sampai paragraf akhir, saya menjadi terkejut membaca isi laporan polisi. Mengapa terkejut? Ya, sang polisi salah menggunakan pasal yang diterapkan dalam laporan korban.

Ada baiknya kita melihat isi laporan tersebut:

Saya tidak paham mengapa polisi menggunakan Pasal 30 Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (selanjutnya disebut UU ITE). Entah karena memang tidak mengetahui  isi UU ITE atau entah karena typo akut😛. Isi dan konteks Pasal 30 UU ITE itu untuk memidanakan pelaku yang melakukan akses ilegal sengaja dan tanpa hak. Berikut ini adalah pasal yang dimaksud:

Pasal 30

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.
(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.

See? Di mana letak unsur penipuannya? Okelah, daripada saya entar sama polisi dibilangin tukang kritik doang tanpa memberikan solusi, maka, sini saya ajari pasal yang mendekati rumusan penipuan tersebut😛. Pak polisi harusnya, ya…minimal memakai Pasal 28 ayat 1 UU ITE sebagai berikut:

Pasal 28

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

Nah, menipu dengan menggunakan informasi orang lain dan memamerkannya di blog itu sudah masuk rumusan “menyebarkan berita bohong dan menyesatkan”, bukan akses ilegal. Implikasi hal tesebut jika ada konsumen yang termakan informasi bohong dan menyesatkan sehingga mengakibatkan kerugian maka hal itu masuk rumusan “mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik”. Dengan demikian tampaknya polisi perlu belajar lagi bagaimana menggunakan pasal dalam laporan mereka. Kan tugas polisi mengayomi masyarakat!😛 .

Sumber gambar dari sini
Semarang, 12 Maret 2012
Sam.
Ditulis di warung nasi ruwet Simpang Lima

7 thoughts on “Diary: Salah Pasal Ya, Pak Polisi!

  1. Ya kan namanya polisi juga manusia, Kak. Mungkin ini pas khilaf-khilafnya, sampe nyasarnya kejauhan. Ibarat naik bus, harusnya turun Mampang, ini bablas ke Lebak Bulus😆

    Btw, sekarang ada sumber gambar, nih? Uhuk!:mrgreen:

    1. :)) ojelas, tiap postku ono gambare plus link dooong, biar enggak kena gugat pake kalimat “mulailah dengan menggunakan kamera sendiri”😛

  2. ah…goblok kok di piara…
    Mungkin petugas nya lupa liat UU kali, atw mereka yakin yg terlapor ga bakal tau klo salah….

    AH CHICKEN tuh :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s