Posted in Diary, Uncategorized

Diary: Privacy, Ilegal Akses, dan Cinta

Saya tidak tahu harus mulai darimana untuk membahas judul yang ngeri-ngeri sedap ini. Beberapa waktu yang lalu teman saya curhat bahwa email dia baru saja dimasuki oleh mantan pacarnya sendiri. Saya tanya kepada dia mengapa emailnya dengan mudah dapat dimasuki oleh mantan pacarnya itu. Setelah panjang lebar menjelaskan, saya menangkap bahwa teman saya ini sebenarnya sudah sangat aware terhadap keamanan informasi.

Menurut dia, password email juga terdiri dari lebih sepuluh karakter kombinasi huruf dan angka yang memakai bahasa ababil alay. Pertanyaan lupa password juga dia buat sedemikian rumit sehingga jika main tebak-tebakan, maka pelaku yang mencoba menebak password juga tidak akan menyangka pertanyaan lupa password tersebut harus dijawab apa. Nah lho, saya juga bingung dengar curhatan dari dia.

Continue reading “Diary: Privacy, Ilegal Akses, dan Cinta”

Posted in Diary, masyarakat

Diary: Muladi, S.H.

Saya baru saja selesai mengikuti kuliah yang diampu oleh Prof. Dr. Muladi, S.H., mata kuliah tersebut adalah Hukum dan Hak Asasi Manusia. Angkatan saya cukup beruntung karena sering diajar oleh beliau sedangkan beberapa angkatan atas yang saya tanya hanya sekali saja diajar oleh beliau dan bahkan ada yang sama sekali tidak pernah beliau ajar. Muladi dikenal sebagai ahli hukum pidana yang cukup senior di Indonesia dan sebagai birokrat.

Pada pidato pengukuhan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro tahun 1990, beliau sudah membahas Computer Related Crime, yang saat itu mungkin komputer masih merupakan barang dewa dan tidak semua orang mempunyai atau bahkan mengetahui. Karya beliau yang cukup fundamental dan menurut saya menjadi masterpiece adalah Statuta Roma Tahun 1998 Tentang Mahkamah Pidana Internasional Dalam Kerangka Hukum Pidana Internasional dan Implikasinya Terhadap Hukum Pidana Nasional.

Continue reading “Diary: Muladi, S.H.”