Posted in Diary, Uncategorized

Diary: Privacy, Ilegal Akses, dan Cinta

Saya tidak tahu harus mulai darimana untuk membahas judul yang ngeri-ngeri sedap ini. Beberapa waktu yang lalu teman saya curhat bahwa email dia baru saja dimasuki oleh mantan pacarnya sendiri. Saya tanya kepada dia mengapa emailnya dengan mudah dapat dimasuki oleh mantan pacarnya itu. Setelah panjang lebar menjelaskan, saya menangkap bahwa teman saya ini sebenarnya sudah sangat aware terhadap keamanan informasi.

Menurut dia, password email juga terdiri dari lebih sepuluh karakter kombinasi huruf dan angka yang memakai bahasa ababil alay. Pertanyaan lupa password juga dia buat sedemikian rumit sehingga jika main tebak-tebakan, maka pelaku yang mencoba menebak password juga tidak akan menyangka pertanyaan lupa password tersebut harus dijawab apa. Nah lho, saya juga bingung dengar curhatan dari dia.

Selidik punya selidik, apakah dia pernah log in dari laptop mantan pacar dia? Dia terdiam sesaat. Dia hanya ingat ketika masih berpacaran dan sama-sama kuliah di fakultas teknik informatika salah satu universitas di Malang pernah memakai laptop mantan pacarnya untuk mengerjakan laporan penelitian. Teman saya ini juga ya…terkadang suka jahil juga dengan masang keylogger di beberapa laptop temannya. Lalu dia saya tanya “Tau-tau kamu kena jebakan keyloggermu sendiri yang kamu pasang di laptop mantan pacarmu dan mantanmu mbuka lognya?”

Dia mengerutkan dahi seperti orang berpikir. Saya bilang saja ya mau bagaimana lagi, toh emailmu sudah dia buka, dan untungnnya dia juga tidak sejahil dirimu suka mengintip apa isi email seseorang. Selanjutnya dia saya nasehatin, mau itu pacarmu, mau itu mbokmu, mau itu buapakmu, yang namanya password akun itu seperti sempak, sensitif. Kebiasaan orang-orang itu ngasih begitu aja password akun pada pasangannya, katanya supaya sama-sama tau. Parah ya?🙂 Bukan masalah cinta sih ini sebenernya, cuma masalah logical fallacy aja🙂

Untungnya dia tidak seceroboh saling tukar password, cuma mungkin lengah saja termakan jebakannya sendiri. Email yang kita miliki, kelola, dan gunakan sebenarnya merupakan privasi kita. Tidak dibenarkan untuk mengintip atau bahkan sampai membuka email tanpa sepengetahuan orang yang memilikinya, dengan alasan apapun! Bahkan untuk sekedar alasan cinta seperti teman saya tadi. Kok tidak sekalian saja tuker menuker PIN ATM? Harusnya jika ingin konsekuen, PIN ATM sekalian, pakai saja alasan supaya sama-sama tahu berapa saldo🙂

Kalau mau nurutin hukum sih, kalau pernah baca Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, pada Pasal 30 disebutkan tentang ketentuan mengenai akses ilegal. Bunyinya sebagai berikut:

Pasal 30

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.

(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.

jo

Pasal 46

(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).

(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah).

(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

Sekarang coba tanya pada diri sendiri, mau atau suka tidak jika privasi kita dibuka oleh orang lain? Kalau merasa fine-fine saja, ya silahkan saja anda melakukan hal yang sama, saling intip mengintip dan endus-mengendus. Setelah panjang lebar cerita, pertanyaan saya terakhir kepada dia, “You tau darimana kalau yang membuka email itu mantan pacarmu?”, teman saya tersebut terdiam beberapa saat dan menjawab “Lha..iyo yo?”. Nah lho!. Benar kalau urusan password itu termasuk urusan yang ngeri-ngeri sedap.

5 Mei 2012

Sam.

Ditulis di McDonald Malioboro Mall.

One thought on “Diary: Privacy, Ilegal Akses, dan Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s