Posted in Diary, ilmu, masyarakat

Diary: Marjanne Termorshuizen Arts, Ahli Hukum Belanda Fasih Berbahasa Indonesia

Setelah sekitar 6 tahun saya kembali kontak dengan guru bahasa Belanda saya dalam bidang hukum, Marjanne Termorshuizen Arts. Saya mengenal beliau sekitar tahun 2006 ketika Indonesia dan Belanda kerjasama terkait penataran hukum pidana bagi dosen-dosen hukum pidana di Indonesia. Ternyata beliau masih inget penataran hukum  pidana tahun 2006 tersebut walaupun usianya sudah dapat dibilang sepuh.

Tahun 2006 Indonesia mengadakan kerjasama dengan Belanda terkait perbandingan hukum pidana, hal ini sebenarnya sebagai lanjutan kerjasama Indonesia dan Belanda tahun 1986 dalam pembuatan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. RUU KUHP yang dibuat oleh suhu dan begawan hukum pidana Indonesia sejak zaman Prof. Moeljatno, Prof. Sudarto, hingga Prof. Mr. Roeslan Saleh ditanggapi oleh pihak Belanda. Rombongan tahun 1986 adalah Prof. Nico Keijzer (Ketua Mahkamah Agung Belanda) dan Prof. Dieter Schaffmesiter (Guru Besar Hukum Pidana Belanda).

Marjanne

Tahun 2006 rombongan bertambah 1, yaitu Dr. Marjanne Termorshuizen, yang berbicara mengenai asas legalitas dalam koridor hukum pidana saat ini. Disertasi dari Dr. Marjanne diterbitkan dalam bentuk buku oleh penerbit Djambatan, yaitu Kamus Hukum Belanda-Indonesia. Saat itulah saya pertama kali saya mengetahui beliau dan mengadakan kontak, dan belajar bahasa Belanda kepada beliau, malah saking kurang ajarnya saya meminta beliau menerjemahkan beberapa pasal Wetboek van Strafvordering (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) ke bahasa Indonesia, dan beliaunya mau😀

Dr. Marjanne setahu saya adalah salah satu sarjana hukum Belanda yang sangat fasih berbahasa Indonesia, bahkan beberapa buku berbahasa Belanda ia terjemahkan dalam rangka pembaharuan hukum pidana Indonesia bersama Prof. Dr. J.E.Sahetappy (Universitas Airlangga) dan Prof. Dr. Boy Mardjono Reksodiputro (Universitas Indonesia). Diantaranya adalah Hukum Pidana karya Prof. D. Schaffmeister, Prof. N. Keijzer, dan Mr. Sitorius dan Hukum Pidana karangan Jan Rammelink.

Awal kontak saya bertanya tentang kabar beliau setelah terakhir bertemu tahun 2006 dan saya bertanya kabar Prof. Nico Keijzer dan Prof. Dieter Scaffmeister. Makalah hardcopy penataran tersebut sudah hilang entah kemana, beruntung guru saya Prof. Barda N. Arief memberi saya softcopy 9 makalah penataran tersebut. Banyak hal yang kami perbincangkan, termasuk disertasi beliau yang sangat berharga dalam kajian pembaharuan hukum pidana di Indonesia. Dari bu Marjanne saya baru mengetahui bahwa Prof. Nico Keijzer masih aktif di Mahkamah Agung Belanda diusia beliau yang mungkin…menginjak 80 tahun (jika tidak salah). Ada satu hal yang berbeda dari dari bu Marjanne, sekarang tambah gemuk🙂

Sumber foto: ekslusif Marjanne Termorsuizen-Arts

13 Juni 2012

Sam.

Ditulis di KFC Pandanaran saat sarapan.

One thought on “Diary: Marjanne Termorshuizen Arts, Ahli Hukum Belanda Fasih Berbahasa Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s