Posted in Diary, Internet, masyarakat, Uncategorized

Diary: Romli Atmasasmita

9 Juni 2012 lalu saya mengikuti perkuliahan yang cukup “langka” menurut saya, karena Hukum Pidana Internasional yang biasanya diampu oleh Dr. RB. Sularto diisi oleh Prof. Romli Atmasasmita. Momen yang cukup jarang menurut saya, sejak 2009 atau bahkan sebelum itu Prof. Romli tidak lagi mengampu mata kuliah Hukum Pidana Internasional di pabrik saya. Sontak saja setelah mengetahui bahwa beliau akan mengajar, saya sangat antusias.

Beberapa karya beliau antara lain

  1. Pengantar Hukum Pidana Internasional
  2. Teori dan Kapita Selekta Kriminologi
  3. Globalisasi Kejahatan Bisnis
  4. Teori Hukum Integratif
  5. Sistem Peradilan Pidana Kontemporer
  6. Hukum Pidana Internasional Dalam Kerangka Perdamaian dan Keamanan Internasional
  7. dll.

Perkuliahan dimulai tepat jam 09.00 WIB dimulai dengan perkenalan antara Prof. Romli dan mahasiswanya. Satu per satu mahasiswa ditanya pekerjaan atau alumnus universitas mana. Setelah selesai Prof. Romli mulai membahas tentang definisi hukum pidana internaisonal dan serba-serbinya dengan santai sambil duduk. Saat perkuliahan berlangsung, tiba-tiba Prof. Arief Hidayat “intervensi” dengan memasuki ruang kelas sambil menyapa beliau dan sekedar jabat tangan dan menanyakan kabar beliau bagaimana. Setelah itu pembahasan pidana internasional mulai memasuki kasus per kasus, mulai dari kasus koruptor di Singapura, Corby, ekstradisi WNI, sampai ketika beliau menjadi delegasi Indonesia untuk mengadakan perjanjian internasional dengan beberapa negara ASEAN.

Prof. Romli juga menjelaskan bahwa dalam memasuki era cyber, diperlukan teori baru yang dapat mengakomodasi cybercrime, seperti contohnya rekonseptualisasi teori locus delictie dan yurisdiksi. Seperti diketahui cybercrime termasuk kejahatan transnasional dan borderless sehingga instrumen-instrumen hukum jika tidak diperbaharui tidak dapat menangkap petindak cybercrime. Saat menjelaskan tentang cybercrime ini, tiba-tiba Prof. Barda masuk ke kelas, seperti Prof. Arief tadi. Prof. Romli yang tadinya duduk berdiri menghampiri rekannya tadi. Mereka seperti sahabat yang sekian lama tidak bertemu. “Eh Pak Barda, bagaimana kabarnya? Sehat?” lalu Prof. Barda menjawab “oh tentu, saya masih merokok beberapa bungkus sehari” Prof. Romli tertawa dan nyeletuk “Prof. Barda ini ahli hisap”.

Banyak hal menarik yang saya perbincangkan dengan beliau, terutama mengenai teori hukum integratif yang beliau cetuskan untuk menyempurnakan teori hukum pembangunan oleh alm. Prof. Mochtar Kusumaatmadja dan teori hukum progresif oleh alm. Prof. Satjipto Rahardjo. Teori yang beliau jadikan buku dengan judul “Teori Hukum Integratif” yang diterbitkan oleh Genta menjadi pembahasan mulai dari AKPOL hingga kaum akademisi di perguruan tinggi.

Sehabis berdiskusi saya mendapat buku yang sekaligus beliau tanda tangani untuk saya. Rasanya masih kurang yang waktu yang diberikan oleh Prof. Romli untuk berbincang tentang cybercrime kemarin untuk berdiskusi atau bahkan berdebat dengan beliau, semoga dapat bertemu pada kesempatan yang lain ya, Prof..

15 Juni 2012

Sam.

Ditulis di warung burjo

3 thoughts on “Diary: Romli Atmasasmita

  1. “kebiasaan kurang terpuji selama 50 tahun Indonesia merdeka, yakni bahwa pembuat kebijakan sering memanfaatkan celah untuk menggunakan hukum sebagai alat dengan tujuan mendahulukan kepentingan kekuasaan ketimbang kepentingan rakyat.” – Romli Atmasasmita

    :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s