Posted in Uncategorized

Organisasi Terlarang? (Bagian 2-Tamat)

Pada artikel bagian pertama, saya membahas tentang Freemasonry/Vrijmetselarij di Indonesia dengan mengambil alur setelah kemerdekaan, yaitu dengan bertemunya mereka dengan Presiden Sukarno di Istana Negara hingga Keppres 69 Tahun 2000. Pada bagian kedua ini, saya ingin membahas tentang Rotary Club yang juga disinggung dalam salah satu Keppres yang dikeluarkan oleh Sukarno. Seperti halnya Freemasonry, keberadaan Rotary Club di Indonesia dianggap sebagai kepanjangan tangan atau cabang dari Freemasonry. Salah satunya diungkapkan oleh Rizki Ridyasmara, penulis buku-buku konspirasi Yahudi untuk menguasai dunia. Kesalahan fatal dari Rizki Ridyasmara adalah karena dia tidak bisa membedakan apa itu Keppres, Lembaran Negara, hingga PEPERTI.

Pada artikel sebelumnya saya sudah sampaikan bahwa saya yakin Rizky Ridyasmara belum membaca secara utuh Keppres dan PEPERTI yang dikeluarkan oleh Sukarno sehingga kacau balau analisisnya. Untuk lebih jelasnya saya akan kutipkan pendapat Rizky Ridyasmara yang salah besar tersebut (sudah jelas salah tapi dikutip oleh puluhan blog tidak jelas):

Akhirnya, Februari 1961, lewat Lembaran Negara nomor 18/1961, Presiden Soekarno membubarkan dan melarang keberadaan Freemasonry di IndonesiaLembaran Negara ini kemudian dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 tahun 1962 yang membubarkan dan melarang Freemasonry dan segala “derivat”nya seperti Rosikrusian, Moral Re-armament, Lions Club, Rotary Blub (typo, seharunya Club, mungkin saking semangatnya Rizky Ridyasmara menulis, pen.), dan Baha’isme. Sejak itu, loji-loji mereka disita oleh negara.

Apakah benar Rotary Club merupakan organisasi derivat dari Freemasonry yang dibredel oleh Sukarno? Silahkan pembaca menyimpulkan sendiri. Selamat membaca!

Continue reading “Organisasi Terlarang? (Bagian 2-Tamat)”

Posted in masyarakat

Organisasi Terlarang? (Bagian 1)

Gebouw van de Loge “Malang”.1

Membahas Freemasonry mungkin dapat dikatakan membahas sesuatu yang unik. Bagaimana tidak, banyak penulis Indonesia yang saya temui membuat buku maupun e-book  membahas Freemasonry ini. Isi buku mereka kebanyakan standar, yaitu bahwa Freemasonry merupakan organisasi rahasia Yahudi/Zionis internasional yang gemar melakukan konspirasi untuk memuluskan niatnya menguasai dunia dengan apa yang mereka sebut “New World Order”. Saya sendiri mungkin sedikit orang yang kadang tidak percaya dengan konspirasi yang demikian itu, saya hanya percaya dengan konspirasi atau dalam bahasa hukum disebut permufakatan jahat seperti yang ada di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, selain itu…saya “agnostik.

Sepanjang yang saya tahu, saya hanya menemukan 3 buah referensi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis tentang keberadaan Freemasonry di Indonesia. Pertama adalah buku Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962 karya Dr. Th. Stevens. Buku ini merupakan hasil penelitian Dr, Th. Stevens tentang Freemasonry di Indonesia dan diterbitkan tahun 1994 dengan judul Vrijmetselarij en Samenleving in Nederlands-Indië en Indonesië 1764-1962 terbitan Verloren dengan beberapa modifikasi pada beberapa bagian buku edisi Indonesia. Kedua edisi buku tersebut saya punya, tapi saya lebih memilih menggunakan edisi berbahasa Belanda karena dalam edisi Indonesia beberapa makna dalam bahasa Belanda yang kurang pas ketika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Buku edisi Indonesia saya dapatkan ketika acara bedah buku tahun 2004 di Jakarta dimana saya mendapatkan langsung buku tersebut dari peneliti Belanda itu secara cuma-cuma (semua peserta bedah buku diberikan buku ini secara cuma-cuma).

Continue reading “Organisasi Terlarang? (Bagian 1)”

Posted in Diary

Diary: Perjalanan Mencari Seteguk Ilmu

Alhamdulillah, masa-masa perkuliahan saya hampir selesai, tinggal merampukan tugas akhir. Tidak terasa sudah 1 tahun saya hijrah ke kota yang belum pernah saya singgahi untuk sekedar rekreasi ataupun urusan kerjaan. Banyak suka dan duka selama saya berusaha mencari seteguk ilmu ditengah padang pasir yang gersang dikehidupan ini. Tak hanya kesenangan yang saya dapat, tapi juga beberapa cobaan yang ada di daerah saya tinggal.

Awalnya saya tidak mengira akan mengambil pascasarjana ini, bagaimana tidak, gelar saya itu sudah lebih dari cukup dari segi formal maupun non formal, untuk kerjaan saya juga sudah menemukan passion saya pada bidang yang saya tekuni saat ini, dan untungnya lagi bidang tersebut belum banyak yang mengambil, kalaupun ada mungkin karena beberapa kasus heboh yang jadi isu nasional dimana bidang yang saya tekuni itu dipakai, biasalah….dulu ketika bidang tersebut masih sepi, dipandang sebelah mata, begitu ramai seketika itu juga berduyun-duyun, begitu diuji, hasilnya ya….gitu deh 😛

Mengambil program pascasarjana bagi saya mungkin tidak seperti kebanyakan orang untuk sekedar meningkat dari S1 atau mengejar kenaikan pangkat buat PNS dan polisi (kalaupun ada dan itu pasti ada, betapa menyedihkannya anda) untuk memenuhi standar formalitas, bukan mendapatkan ilmu yang memang layak untuk diperjuangkan. Bagi saya seorang mahasiswa pascasarjana dituntut untuk menguasai bidang yang melebihi S1, dan harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan akademis, jika tidak tentu saja anda hanya akan menjadi sampah akademis.

Continue reading “Diary: Perjalanan Mencari Seteguk Ilmu”