Posted in masyarakat

Organisasi Terlarang? (Bagian 1)

Gebouw van de Loge “Malang”.1

Membahas Freemasonry mungkin dapat dikatakan membahas sesuatu yang unik. Bagaimana tidak, banyak penulis Indonesia yang saya temui membuat buku maupun e-book  membahas Freemasonry ini. Isi buku mereka kebanyakan standar, yaitu bahwa Freemasonry merupakan organisasi rahasia Yahudi/Zionis internasional yang gemar melakukan konspirasi untuk memuluskan niatnya menguasai dunia dengan apa yang mereka sebut “New World Order”. Saya sendiri mungkin sedikit orang yang kadang tidak percaya dengan konspirasi yang demikian itu, saya hanya percaya dengan konspirasi atau dalam bahasa hukum disebut permufakatan jahat seperti yang ada di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, selain itu…saya “agnostik.

Sepanjang yang saya tahu, saya hanya menemukan 3 buah referensi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis tentang keberadaan Freemasonry di Indonesia. Pertama adalah buku Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962 karya Dr. Th. Stevens. Buku ini merupakan hasil penelitian Dr, Th. Stevens tentang Freemasonry di Indonesia dan diterbitkan tahun 1994 dengan judul Vrijmetselarij en Samenleving in Nederlands-Indië en Indonesië 1764-1962 terbitan Verloren dengan beberapa modifikasi pada beberapa bagian buku edisi Indonesia. Kedua edisi buku tersebut saya punya, tapi saya lebih memilih menggunakan edisi berbahasa Belanda karena dalam edisi Indonesia beberapa makna dalam bahasa Belanda yang kurang pas ketika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Buku edisi Indonesia saya dapatkan ketika acara bedah buku tahun 2004 di Jakarta dimana saya mendapatkan langsung buku tersebut dari peneliti Belanda itu secara cuma-cuma (semua peserta bedah buku diberikan buku ini secara cuma-cuma).

Referensi kedua adalah sebuah paper yang diterbitkan Ohio University yang berjudul Freemasonry in Indonesia from Radermacher to Soekanto, 1762-1961 paper pada international studies bagian Southeast Asia, karangan Paul van der Veur. Paper tipis ini membahas secara singkat keberadaan Freemasonry di Indonesia dan anggota-anggotanya. Referensi ketiga adalah buku TeosofiNasionalisme & Elite Modern Indonesia karya Iskandar P. Nugraha. Awalnya buku ini merupakan skripsi dia di Universitas Indonesia, buku tersebut merupakan cetakan ulang yang diterbitkan oleh Komunitas Bambu. Ketiga referensi tersebut saya anggap dapat menjadi referensi yang obyektif dan bebas dari tendensi dan perkataan sinis untuk Freemasonry seperti misalnya organisasi rahasia Yahudi, organisasi Zionis, dan organisasi rahasia, atau bahkan dengan otak-atik gathuk simbol bintang David.

Dalam postingan saya kali ini, saya tidak akan membahas tentang apa itu Freemasonry, para pembaca dapat merujuk 3 (tiga) referensi diatas. Saya hanya akan membahas mengapa anggapan bahwa Freemasonry jika dilarang di Indonesia justru merupakan pelanggaran hukum. Sejarah Freemasonry di Indonesia tergolong sejarah sampingan karena jarang diceritakan dalam sejarah mainstream. Sebelumnya saya harus memberikan peringatan bahwa saya bukan anggota Freemasonry di Indonesia. Saya akan mengambil alur Freemasonry ini setelah Jepang kalah oleh sekutu di mana mereka bertemu dengan presiden Sukarno. Artikel ini sekaligus bantahan atas kekacauan pemahaman “ahli konsultasi konspirasi” Eramuslim yang bernama Rizky Ridyasmara dengan judul konsultasi “Freemasonry Indonesia Masih Eksis” pada tanggal 9 Maret 2009 jam 06:04 WIB, sebaiknya Rizky Ridyasmara belajar terlebih dahulu agar tidak gegabah memberikan jawaban atas pertanyaan yang tidak ia ketahui, karena jawabannya pada rubrik konsultasi konspirasi tersebut memalukan! Kutipannya sebagai berikut:

Akhirnya, Februari 1961, lewat Lembaran Negara nomor 18/1961, Presiden Soekarno membubarkan dan melarang keberadaan Freemasonry di Indonesia. Lembaran Negara ini kemudian dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 tahun 1962 yang membubarkan dan melarang Freemasonry dan segala “derivat”nya seperti Rosikrusian, Moral Re-armament, Lions Club, Rotary Blub, dan Baha’isme. Sejak itu, loji-loji mereka disita oleh negara.

Baiklah…mari kita mulai…

=======

Apakah Freemasonry Merupakan Organisasi Terlarang?*

Loge de Vriendschap.2

Organisasi kemanusiaan Internasional yang banyak berkecimpung pada aksi sosial ini di Indonesia dikenal dengan nama Vrijmetseraij/Vrijmetselaren (Belanda), Freemasonry (Inggris) dan Gerakan Kemasonan. Presiden Sukarno pernah memanggil organisasi ini untuk dimintai keterangannya. Dialog antara presiden Soekarno dan delegasi Freemasonry ini dapat dilihat di paper karangan Paul van der Veur3. Dialog tersebut sebagai berikut:

Berdasarkan buku Vrijmetselarij en Samenleving in Nederlands-Indië en Indonesië 1764-1962 , delegasi itu adalah Carpentier Alting (Wakil Grand Master), H.M.J. Hart (deputi), Wisaksono Wirjodiharjo (anggota), dan Loa Sok Hie (anggota)4. Beberapa waktu kemudian, delegasi tersebut bertemu dengan Menteri Agama Wahid Hasyim untuk menjelaskan tentang Freemasonry, menurut delegasi tersebut Menteri Agama tidak mempermasalahkan keberadaan Freemasonry. Atas kronologis pertemuan dan penjelasan tersebut, secara singkat keberadaan Freemasonry di Indonesia bukanlah sesuatu yang melanggar hukum dan diakui eksistensinya

Beberapa waktu setelah itu, Indonesia sedang mengadakan revolusi dalam segala bidang. Pada tahun 1959, Presiden Soekarno memberikan pidato berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita”5. Salah satu poin dari pidato tersebut ialah tentang manifesto politik Indonesia yang dibuat oleh Soekarno. Dua tahun setelah pidato itu, maka pada tahun 1961 Soekarno membuat Peraturan Penguasa Perang Tertinggi (PEPERTI) yang pada pokoknya berisi seluruh organisasi yang tidak sesuai dengan manifesto politik Indonesia harus dilarang dan dibubarkan. Selain itu, sarana dan pra sarana dibawah organisasi yang dilarang tersebut jatuh ke tangan pemerintah.

Freemasonry sendiri eksis hingga dikeluarkan PEPERTI tersebut6. Bunyi PEPERTI tersebut adalah sebagai berikut:

Untuk sarana dan pra sarana dibawah lembaga tersebut sebagai berikut:

Setahun setelah pelarangan tersebut, Sukarno mencabut PEPERTI tersebut dengan PEPERTI No. 9 Tahun 1962. PEPERTI itu tidak mencabut substansi dari PEPERTI yang melarang keberadaan Freemasonry, melainkan hanya mencabut nomor dari PEPERTI tersebut karena Sukarno telah mengeluarkan Keppres No. 264 Tahun 1962 yang telah mengatur hal yang serupa pada tanggal 15 Agustus 1962. Agar tidak terjadi perbenturan antara PEPERTI dan Keppres, maka seluruh larangan organisasi yang tidak sesuai dengan manifesto politik disatukan dalam Keppres No. 264 Tahun 1962.

Pada tahun 2000, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Keppres No. 264 Tahun 1962 tersebut dengan Keppres No. 69 Tahun 2000. Beberapa organisasi sosial serupa sebenarnya telah melakukan aktivitas sosial lainnya seperti Rotary Club. Alasan Presiden Abdurrahman Wahid adalah karena melarang organisasi seperti bertentangan dengan UUD 1945 dan Demokrasi yang ada di Indonesia7.

Berdasarkan pada kronologis PEPERTI dan Keppres di atas, dapat diambil 3 kesimpulan. Pertama, anggapan bahwa Freemasonry merupakan organisasi rahasia sudah terbantahkan dengan sendirinya. Saling berkirim telegram dengan pejabat negara seperti presiden dan wakil presiden8, eksistensi gedung pertemuan mereka, bahkan aktivitas mereka dengan mendirikan sekolah-sekolah swasta dan perpustakaan di beberapa daerah merupakan bukti bahwa sejatinya Freemasonry bersifat “terbuka”. Kedua, keluarnya PEPERTI dan Keppres tersebut juga membantah beberapa penulis “buku konspirasi” yang mengatakan bahwa untuk membubarkan Freemasonry, Soekarno mengeluarkan Lembaran Negara. Hal itu menunjukan bahwa para penulis beberapa “buku konspirasi” tidak mengetahui bagaimana cara membaca suatu peraturan perundang-undangan. Belum pernah terjadi di negara Indonesia ini seorang presiden dapat mengeluarkan Lembaran Negara (bahkan penulis ragu mereka pernah membaca secara langsung Lembaran Negara yang dimaksud).

Kesimpulan ketiga adalah, berdasarkan Keppres No. 69 Tahun 2000 yang mencabut Keppres 264 Tahun 1962, tidak ada larangan keberadaan organisasi seperti Freemasonry di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut keberadaan Freemasonry menurut hukum yang berlaku adalah sah dan legal. (Bersambung ke bagian 2)

———

*Kutipan Makalah penulis pada acara diskusi “Kebebasan Berorganisasi Dalam Bingkai Undang-Undang Dasar 1945

1. Foto Gebouw van de Loge “Malang” dari Yayasan Inggil. Loji tersebut pernah menjadi Radio Republik Indonesia (RRI) Malang.

2. Gebouw van de Loge “de Vriendschap”, De Ster in het Oosten, Gedenkboek van de Vrijmetselarij in Nederlandsch Oost-Indië, 1767-1917. Uitgegeven door de oudste der drie Werkplaatsen op Java: De Ster in het Oosten, Weltevreden, La Constante et Fidèle, Semarang, De Vriendschap, Soerabaia. Van Drop & Company, 1917, tanpa halaman.

3. Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa masyarakat Indonesia memanggil gedung pertemuan Freemasonry sebagai Rumah Setan/Gedung Setan. Oleh para delegasi dijawab bahwa hal tersebut merupakan pengucapan dari lidah orang Indonesia terhadap “Saint Jan”, panutan Freemasonry (Sama seperti Kethcup dengan Kecap, pen). (Bandingkan dengan: berita Merdeka.com, Suara Merdeka, dan Kompas.com) Paul van de Veur. Freemasonry in Indonesia From Radermacher To Soekanto 1762-1961. Ohio University, hal. 27.

4. Th. Stevens. Vrijmetselarij en Samenleving in Nederlands-Indië en Indonesië 1764-1962. Uitgeverij Verloren, Netherlands, 1994, hal. 339-342

5. Sukarno, Dibawah Bendera Revolusi, Panitia Penerbit Dibawah Bendera Revolusi, Jakarta, 1963, hal. 351-357

6. “De maatregel van de regering-Soekarno van 27 Februari 1961, die de Indonesische Vrijmetselarij tot een verboden vereniging maakte betekende dat ook het werk van de “Jajasan Raden Saleh” spoedig geestakt zou worden: op 12 Juni 1962…” (kalimat tersebut tidak ada dalam edisi berbahasa Indonesia, pen.), Th, Stevens., hal. 327

7. Negara Hukum ataukah Kekuasaan http://www.gusdur.net/Thoughts/Detail/?id=97/hl=id/Negara_Hukum_Ataukah_Kekuasaan (diakses 15 Agustus 2012)

8. Op 21 December, had de Gedeputeerd Grootmeester Carpentier Alting aan ir Soekarno een gelukstelegram gezonden ter gelegenheid van zijn benoeming tot president Republik Indonesia Serikat, aan minister-president drs Hatta en aan de pas benoemde leden van zijn kabinet. Dr. Th. Stevens, hal. 339

18 thoughts on “Organisasi Terlarang? (Bagian 1)

  1. Aku punya buku Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962 karya Dr. Th. Stevens. , tapi nggak ada sampulnya😦

  2. Gedung Bappenas dibangun pada tahun 1925, masa awal pembangunan daerah Menteng oleh Pemerintah Kotapraja Batavia. Gedung berbentuk melebar ke samping itu dibangun sebagai gedung pertemuan perkumpulan kebatinan Ster van het Oosten (Bintang Timur). Perkumpulan ini merupakan bagian dari gerakan spiritual internasional masoni (freemasonry), yang dalam bahasa Belanda disebut vrijmetselaarij. Karena itu, orang Belanda di Batavia waktu itu mengenal gedung tersebut sebagai Vrijmetselaarsloge alias gedung pertemuan masoni.

      1. Pak Sam yang budiman. Dengan segala hormat mohon kiranya saya diijinkan meng-copy buku Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962 karya Dr. Th. Stevens.

  3. Saya sangat berterimakasih atas ulasannya yang cukup memberikan saya gambaran. Tapi sebenarnya saya membutuhkan informasi yang lebih. bisa minta emailnya mas Sam?

  4. Pengertian rahasia dari Freemason sepertinya bukan pada ‘kehadiran’-nya secara fisik. Namun lebih pada kegiatan, pola penerimaan anggota dll. Btw, apakah Sam Ardi merupakan anggota/simpatisan dari Freemason dkk (spt yang dibahas dalam bagian 1 dan 2)?
    Jawaban jujur atas pertanyaan tsb menjadi cukup penting untuk dibahas karena menentukan bagaimana seseorang bersikap.🙂

  5. Sudah dua tahun lebih saya mencari Keppres No. 264 Tahun 1962 ini, jika anda berkenan sudilah kiranya untuk berbagi Keppres misterius tersebut. Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s