Posted in Diary

2012

Setiap perjalanan pasti memiliki akhir…dan akhirnya tiba saatnya mengakhiri perjalanan di tahun 2012 dan mempersiapkan diri menuju tahun 2013. Ada beberapa hal yang menurut saya layak dibuat postingan untuk menutup seluruh postingan tahun 2012 di blog ini.

Oh iya…sebelumnya mohon maaf jika ada salah kata atau perbuatan yang saya sengaja dan menyinggung teman-teman sekalian melalui postingan blog ini selama tahun 2012.

Continue reading “2012”

Posted in ilmu, masyarakat

Fatwa-fatwa tentang Selamat Natal

Sore tadi saya sharing di twitter soal boleh atau tidaknya sesorang yang beragama Islam mengucapkan “selamat natal” terhadap sahabatnya yang non Islam. Saya melihat perdebatan di Twitter sudah seperti debat kusir, dan ironisnya yang terlibat debat kusir justru orang-orang yang dianggap senior, intelektual, dan jam terbang di masyarakat sudah tinggi.

Miris rasanya melihat kelakuan seperti itu di Twitter, apa ya tidak malu jika dilihat dan dibaca oleh followernya? Masalah utamanya adalah saya sangat yakin pihak yang pro dan kontra pengucapan selamat natal tersebut belum membaca fatwa baik yang pro dan kontra pengucapan selamat natal. Mengapa saya yakin? simple, mengutip redaksi fatwa saja salah.

twitter

Agar tidak terjadi kekisruhan maka tadi sore saya share di Twitter fatwa dari kedua kubu. Fatwa sendiri memang ranah “ijtihad” sehingga tidak bisa saling menggugurkan karena terkait situasi dan kondisi seorang mujtahid ketika mengeluarkan fatwa tersebut. Berikut ini adalah fatwa dari pihak pro dan kontra.

Continue reading “Fatwa-fatwa tentang Selamat Natal”

Posted in cybercrime, Diary

Pidana Kerja Sosial Bagi Hacker di Belanda

Ada sedikit oleh-oleh dari Belanda, khususnya yang berkaitan dengan akses ilegal. Memang kasusnya sudah dapat dikategorikan basbang (basi banget!), tetapi karena waktu itu di Belanda heboh, maka saya rasa saya perlu angkat. Saya dapat putusan hakim tentang kasus seseorang dari Belanda yang memasuki sistem komputer orang lain, dalam hal ini Pentagon dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dimana terdakwa diputus dengan pidana kerja sosial selama beberapa waktu lamanya.

Perbuatannya dilakukan dalam rentang waktu 1 April 2002 sampai 17 Juli 2002. Putusan Nomor 16/351424-04 tersebut dibacakan oleh hakim Mr. P. Bender pada 1 April 2005 dengan pidana kerja sosial selama 120 jam dengan ketentuan jika tidak dapat melaksanakannya maka akan dipenjara selama 60 hari. Hal ini sebenarnya relatif ringan, mengapa? Karena kalau melihat pasal-pasal yang dipakai untuk memidanakannya, hukumannya cukup berat. Dia dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 9, 14a, 14b, 14c, 22c, 22d, 57, dan khususnya Pasal 138a .

Continue reading “Pidana Kerja Sosial Bagi Hacker di Belanda”