Posted in masyarakat

Soal Kamera Tersembunyi

Pagi ini saya membaca rubrik di Hukum Online yang ditwitkan oleh salah seorang teman di Twitter. Isi rubrik tersebut pada pokonya pertanyaan bagaimana kaidah hukum jika seseorang menggunakan kamera tersembunyi untuk merekam kegiatan sehari-hari. Bagi saya, setelah membaca rubrik tersebut, penggunaan Pasal 31 Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) kurang tepat (pasal tersebut membahas penyadapan). Saya tidak akan membahas rubrik tersebut, karena saya sudah menanggapi rubrik tersebut kepada Amrie Hakim lewat email.

Saya jadi teringat kasus “kamera tersembunyi” pada bulan Februari 2013 lalu di Jawa Tengah (Pengadilan Negeri Batang). Untuk lebih jelasnya posisi kasus tersebut, berikut ini dakwaan terhadap pelaku yang memasang kamera tersembunyi itu:

–     Bahwa terdakwa pada hari Kamis tanggal 11 November 2012 sekira pukul 19.00 Wib di Dk. Krajan Ds. Kalimanggis kec. Subah kab. Batang dan Sdr. MARYONO (belum tertangkap) alamat Dk. Krajan Rt.01 Rw.02 Ds. Kalimanggis kec. Subah kab. Batang telah terjadi tindak pidana Merekam atau mengambil gambar orang yang sedang mandi dengan menggunakan kamera tersembunyi.
–     Bahwa dengan cara menggunakan kamera kecil yang dipasang dibawah tangki air diatas kamar mandi rumah Sdr. MURYONO yang ditutup dengan paralon kecil yang sudah dilubangi kemudian dipasang kabel yang terhubung ke computer yang berada di kamar rumahnya Sdr. IRHAM Bin BUHARI.
–     Bahwa Sdr. IRHAM Bin BUHARI mengaku telah merakit kamera dan kabel dengan cara setelah Sdr. IRHAM Bin BUHARI berembuk dengan Sdr. MURYONO (belum tertangkap) untuk memasang kamera diatas kamar mandi di rumah Sdr. MURYONO, kemudian sdr. IRHAM Bin BUHARI membeli alat-alat yang yang dibutuhkan seingatnya pada hari jumat tanggal 28 September 2012 sekira pukul 08.00 Wib ia berangkat ke Limpung untuk membeli kamera dengan harga Rp 40.000,- (empat puluh ribu rupiah) selanjutnya Sdr. IRHAM Bin BUHARI langsung pulang kerumah yang kemudian Sdr. IRHAM Bin BUHARI merakitnya dengan cara menyiapkan kabel dengan panjang ± 4 (empat) meter menghubungkan ujung kabel dengan alat berupa kamera dengan mensolder bagian bagian kamera agar bisa terhubung dan ujung kabel satunya lagi saya solder / tempel dengan USB agar bisa terhubung dengan computer dan untuk kameranya Sdr. IRHAM Bin BUHARI tutupi dengan pipa paralon kecil yang sudah dilubangi dan setelah selesai merakitnya kemudian ditinggal pergi karena ada pekerjaan lain sedangkan Sdr. MURYONO (belum tertangkap) masih tinggal di rumah Sdr. IRHAM Bin BUHARI dan setelah Sdr. IRHAM Bin BUHARI pulang pada sore harinya Sdr. MURYONO datang kerumah Sdr. IRHAM Bin BUHARI dan memberitahukan bahwa kabel yang telah Sdr. IRHAM Bin BUHARI rakit dan terpasang kamera tersebut sudah dipasang oleh Sdr. MURYONO, kemudian pada ke esokan harinya sekira jam 15.00 Wib Sdr. MURYONO (belum tertangkap) datang kerumah Sdr. IRHAM Bin BUHARI dan memberitahukan bahwa para mahasiswi tersebut akan melaksanakan aktifitas mandi kemudian Sdr. IRHAM Bin BUHARI dan Sdr. MURYONO masuk kekamar Sdr. IRHAM Bin BUHARI dan menghidupkan computer yang sudah dihubungkan dengan kabel yang sudah terpasang kamera yang diletakan diatas kamar mandi secara tersembunyi oleh Sdr. MURYONO tersebut dan kemudian mereka berdua melihat bersama aktifitas para mahasiswi yang sedang mandi tersebut.
–     Bahwa maksud dan tujuanya adalah ingin mengetahui dan melihat para mahasiswi tersebut sedang melakukan aktifitas mandi dan dengan melihat aktifitas mahasiswi sedang mandi tersebut Sdr. IRHAM Bin BUHARI merasakan kepuasan tersendiri dan saat melihatnya Sdr. IRHAM Bin BUHARI dapat melihatnya dengan jelas bagaimana para mahasiswi yang telah menjadi sasaran obyek tersebut dari mulai masuk ke kamar mandi hingga membuka baju untuk mandi dan buang air sehingga terlihat jelas sekali saat dalam keadaan telanjang hingga selesai mandi dan keluar dari kamar mandi tersebut.
–     Bahwa sebelum merekam para mahasiswi dengan menggunakan kamera yang telah disembunyikan dan dipasang diatas kamar mandi tersebut Sdr. IRHAM Bin BUHARI tidak meminta ijin kepada para mahasiswi tersebut. Dan mengaku komputer yang digunakan untuk merekam adalah milik Sdr. IRHAM Bin BUHARI.
–     Bahwa rekaman tersebut kemudian Sdr. IRHAM Bin BUHARI simpan ke sebuah file di komputer milik Sdr. IRHAM Bin BUHARI namun sudah dihapus, akan tetapi untuk menggandakanya Sdr. IRHAM Bin BUHARI mengaku belum pernah dan Sdr. IRHAM Bin BUHARI mengaku saat menghapusnya setelah Sdr. IRHAM Bin BUHARI diketahui dan ada rame-rame di rumah Sdr. MURYONO serta ada yang telah menemukan kamera yang telah dipasang diatas kamar mandi dibawah tangki air.  Mengaku maksudnya untuk menghapus dari file komputer adalah untuk menghilangkan jejak agar tidak ketahuan. Dan mengaku file rekaman mahasiswi mandi yang tersimpan dan sudah ia hapus ada kurang lebih lima file.
–     Bahwa selain untuk merekam para mahasiswi yang sedang mandi di rumah Sdr. MURYONO, komputer tersebut Sdr. IRHAM Bin BUHARI gunakan untuk menyimpan film porno baik durasi waktu pendek maupun panjang dengan berbagai jenis film barat, asia maupun indonesia. Dan maksudnya menyimpan film porno tersebut adalah untuk koleksi pribadi, namun apabila ada yang minta download ya Sdr. IRHAM Bin BUHARI kasih dan film-film porno tersebut Sdr. IRHAM Bin BUHARI dapat dari koleksi antar teman, namun siapa dan kapanya Sdr. IRHAM Bin BUHARI sendiri sudah lupa.

Penuntut Umum mendakwa dengan menggunakan Undang-undang No. 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi, Pasal 29, Pasal 32, atau Pasal 35. Berkaitan dengan tuntutan, Penuntut Umum menuntut Majelis Hakim agar:

1. Menyatakan bahwa terdakwa IRHAM BIN BUHARI terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana yang menjadikan orang lain sbg objek atau model yang mengandung unsur pornografi

2. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa IRHAM BIN BUHARI dengan pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa ditahan

3. Membayar denda sebesar Rp.500.000.000,- subsidiair 3 bulan pidana penjara

Perbuatan kedua orang tersebut merekam mahasiswi yang sedang mandi dengan menggunakan kamera, yang sebelumnya telah dipasang dengan motif agar keduanya dapat melihat kegiatan “privat” mahasiswi. Perbuatan yang dipidana bukanlah perbuatan “memasang” kameranya, tetapi lebih melihat kepada hasil dari rekaman tersebut (konten), kebetulan yang direkam adalah aktivitas mandi yang sudah tentu tanpa sehelai benang.

Perbuatan yang menjadikan seseorang sebagai obyek yang mengandung muatan pornografi, dikenai Pasal 35 UU Pornografi, dalam hal ini mahasiswi yang direkam oleh kamera tersembunyi dalam keadaan telanjang. Perbuatan merekam mahasiswi yang sedang mandi tersebut dapat dikategorikan sebagai membuat konten pornografi (Pasal 29 UU Pornografi). Sementara perbuatan memiliki atau menyimpan rekaman tersebut dapat dikenai Pasal 32 UU Pornografi. Dengan demikian, meskipun tidak terdapat undang-undang yang secara khusus mengatur mengenai perbuatan memasang kamera tersembunyi, dapat dipidana dengan merujuk kepada hasil rekaman tersebut (konten) yang dianggap melanggar  Undang-undang yang ada.

7 thoughts on “Soal Kamera Tersembunyi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s