Posted in Diary, Refleksi

Soal Sejak Zaman Belanda, Pejabat Suka Korupsi!

Saya seminggu ini bongkar-bongkar perpustakaan pribadi, selain memang sedang mencari literatur Belanda soal kejahatan korporasi, sekalian merapikan tumpukan buku yang sudah lama belum saya tata lagi. Salah satu yang saya temukan adalah disertasi Prof. Dr. Jur. Andi Hamzah.

Disertasi tersebut dipromotori oleh alm. Prof. Sudarto (pendiri dan Guru Besar FH UNDIP) dan berisi mengenai tindak pidana ekonomi. Setelah membaca sekilas saya menemukan sebuah pernyataan yang menarik dari disertasi tersebut. Pernyataannya disekitar kemunculan pasal di KUHP yang memidanakan pejabat .

Continue reading “Soal Sejak Zaman Belanda, Pejabat Suka Korupsi!”

Posted in NgeJunk, noob

Soal Email Mabes Polri Kasus Cybercrime

Kali ini saya sedang selo, jadi iseng-iseng ngeliat soal pemberitaan email mabes Polri untuk pengaduan masalah kejahatan dalam transaksi elektronik. Email tersebut adalah cybercrime@polri.go.id yang konon milik Polri. Saat pertama membaca pemberitaan itu sudah curiga kalau email ini bukan email untuk pengaduan.

Kecurigaan itu lalu saya ingin uji dengan mengirimkan surat cinta~ kepada email cybercrime@polri.go.id itu, karena pada salah satu pemberitaan di media online email tersebut bukan milik mabes Polri. Setelah mengirimkan surat cinta~ kepada email tersebut, eng..ing..eng surat cintaku dibales…sama mesinĀ šŸ˜

Continue reading “Soal Email Mabes Polri Kasus Cybercrime”

Posted in cybercrime, ilmu, masyarakat

Soal Menerawang Kasus Wildan

Setelah sebelumnya saya bilang “im not interested” terhadap kasus Wildan ini, hari ini saya berubah pikiran, saya akhirnya akan membahas kasus Wildan. Pertama-tama saya hanya akan membahas dakwaan dan tuntutan serta beberapa fakta persidangan soal kasus Wildan, selebihnya saya tidak begitu mengikuti karena sudah jelas “ending”nya bagaimana.

Kedua, saya membatasi diri untuk tidak berkomentar masalah putusan hakim yang akan dibacakan karena itu di luar kompetensi saya. Satu-satunya yang dapat dilakukan hanyalah menganalisis kasus tersebut dari perspektif hukum pidana an komputer/internet forensik (tapi saya tidak akan melakukan analisis komputer/internet forensik karena sudah banyak yang bahas).

Continue reading “Soal Menerawang Kasus Wildan”

Posted in horor-horor, ilmu, masyarakat, Uncategorized

Soal Hukum Acara Pidana Pembuktian Tindak Pidana Sihir

Banyak orang mengulas mengenai tindak pidana sihir dengan melakukan kajian perbandingan hukum pidana. Kajian tersebut menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa di beberapa negara tindak pidana sihir ada yang dirumuskan perbuatan sihirnya dan ada yang dirumuskan perbuatan menawarkan jasa melakukan perbuatan sihir atau melakukan penipuan atas nama sihir.

Kajian terhadap hukum acara pidana terkait dengan pembuktian tindak pidana sihir belum ditemui dalam buku-buku hukum pidana di Indonesia dikarenakan sangat sulit mencari negara yang memiliki undang-undang tindak pidana sihir sekaligus hukum acara pidana pembuktian, khususnya dalam hal pembuktian tindak pidana sihir tersebut. Setelah melakukan penelusuran, penulis dapati salah satu negara tetangga Indonesia memiliki Undang-undang Tindak Pidana Sihir sebagai lex specialis dari KUHP negara tersebut.

Negara tersebut adalah Papua Nugini atau Papua New Guinea. Di Papua Nugini, tindak pidana sihir terdapat pada Bab 274 tentang Undang-Undang Sihir Tahun 1971. Undang-undang tersebut memberikat pengertian perbuatan menyihir yang berartiĀ any act (including a traditional ceremony or ritual) that is intended to bring, or that purports to be able or to be adapted to bring, powers of sorcery into action, or to make them possible or carry them into effect. Selain itu, di dalam undang-undang tersebut juga memberikan pengertian tentang sihir (sorcery) dan penyihir (sorcerer).

Continue reading “Soal Hukum Acara Pidana Pembuktian Tindak Pidana Sihir”

Posted in Uncategorized

Aku Wisuda!

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya wisuda universitas. Setelah secara de facto pada wisuda fakultas, secara de jure sudah sah memakai gelar akademis, yaitu magister. Suasana haru bersama teman-teman seperjuangan, doa dari para dosen, dan ucapan selamat dari orang terdekat menambah aura wisuda kemarin sangat “istimewa”.

Tak terhitung berapa ratus kertas, berapa puluh botol tinta, dan peluh keringat untuk menyusun tesis. Tapi jerih payah semua itu terbayar sudah dengan sebuah kata, wisuda. Setelah Pembantu Rektor menyebutkan beberapa nama wisudawan barisan terdepan, tibalah nama saya. Saat melangkah ke panggung senat universitas, nervous menghampiri. Keadaan itu bertambah ketika Rektor memberikan ijzah dilanjutkan berjabat tangan dan menjabat tangan Pembantu Rektor II, klakep, cuma itu yang bisa dirasakan.

Continue reading “Aku Wisuda!”