Posted in cybercrime, ilmu, masyarakat

Soal Menerawang Kasus Wildan

Setelah sebelumnya saya bilang “im not interested” terhadap kasus Wildan ini, hari ini saya berubah pikiran, saya akhirnya akan membahas kasus Wildan. Pertama-tama saya hanya akan membahas dakwaan dan tuntutan serta beberapa fakta persidangan soal kasus Wildan, selebihnya saya tidak begitu mengikuti karena sudah jelas “ending”nya bagaimana.

Kedua, saya membatasi diri untuk tidak berkomentar masalah putusan hakim yang akan dibacakan karena itu di luar kompetensi saya. Satu-satunya yang dapat dilakukan hanyalah menganalisis kasus tersebut dari perspektif hukum pidana an komputer/internet forensik (tapi saya tidak akan melakukan analisis komputer/internet forensik karena sudah banyak yang bahas).

Pada artikel “Diary: Website Defacement Lagi” saya jelaskan secara singkat bahwa perbuatan Wildan mengubah dns website lawas presiden SBY di http://presidensby.info yang menurut media adalah website resmi Presiden SBY, Memalukan memang karena website tersebut ternyata bukan website resmi presiden SBY. Kronologis perbuatan Wildan menurut surat dakwaan dan fakta persidangan adalah sebagai berikut:

  1. Wildan masuk ke laman http://www.techscape.com dengan IP address 202.155.61.121 setelah menemukan celah keamanan. Kemudian ia memasuki server yang dikelola Techscape dan memasuki aplikasi WHM Complete Solution (WHMCS) pada direktori my.techscape.com. Ia dapat leluasa memasuki server http://www.techscape.com dengan mengubah my.techscape.com/feeds menjadi my.techscape.com/feeds/domain.php. Sebelumnya pada November 2012, Wildan mengakseshttp://www.jatirejanetwork.com
  2. 8 Januari 2013 ia mengakses http://www.enom.com, page dari domain registrar www. techscape.com,  melakukan log in ke akun techscape di domain registrar eNom. Inc yang di Amerika Serikat. Berkat log in ke akun techscape inilah ia mengetahui DNS website lawas presiden SBY.
  3. Untuk memasuki beberapa website tersebut, Wildan menggunakan software WHCMS Killer serta WSO webshell.
  4. Pada halaman informasi DNS website lawas presiden SBY tersebut ia mengubah Sahi7879.earth.orderbox-dns.com, Sahi7876.mars.orderbox-dns.com, Sahi7879.venus.orderbox-dns.com, dan Sahi7876.mercuri.orderbox-dns.com menjadi  id1.jatirejanetwork.com dan id2.jatirejanetwork.com menggunakan akun jatirejanetwork yang sebelumnya ia telah masuki.
  5. Pengubahan DNS tersebut terjadi pada jam 22.45 WIB, dengan menggunakan akun  jatirejanetwork, dan menempatkan sebuah file HTML Jember Hacker Team. Sehingga ketika pengguna mengakses http://www.presidensby.infoyang terakses adalah tampilan file HTML Jember Hacker Team.

Berdasarkan itu pula Penuntut Umum mendakwa Wildan dengan beberapa lapis pasal, yaitu:

  1. Bahwa ia terdakwa Wildan Yani Ashari alias Yayan alias MLJ007 pada hari dan tanggal yang sudah tidak dapat diingat di pertengahan tahun 2012 sampai dengan tanggal 08 Januari 2013 sekira jam 22.45 wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2012 sampai dengan bulan januari 2013 bertempat di CV. Surya Infotama, Jalan Letjen Suprapto No. 169, Kebon Sari Kab. Jember, Jawa Timur atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Jember, melakukan perbuatan tanpa hak, tidak sah, atau manipulasi akses ke jasa telekomunikasi. Perbuatan ia terdakwa Wildan Yani Ashari alias Yayan alias MLJ007 sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 50 jo Pasal 22 huruf b Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.
  2. Bahwa ia terdakwa Wildan Yani Ashari alias Yayan alias MLJ007 pada hari dan tanggal yang sudah tidak dapat diingat di pertengahan tahun 2012 sampai dengan tanggal 08 Januari 2013 sekira jam 22.45 wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2012 sampai dengan bulan januari 2013 bertempat di CV. Surya Infotama, Jalan Letjen Suprapto No. 169, Kebon Sari Kab. Jember, Jawa Timur atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Jember, dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan/atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun. Perbuatan ia terdakwa Wildan Yani Ashari alias Yayan alias MLJ007 sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 46 ayat (1) jo Pasal 30 ayat (1) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
  3. Bahwa ia terdakwa Wildan Yani Ashari alias Yayan alias MLJ007 pada hari dan tanggal yang sudah tidak dapat diingat di pertengahan tahun 2012 sampai dengan tanggal 08 Januari 2013 sekira jam 22.45 wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2012 sampai dengan bulan januari 2013 bertempat di CV. Surya Infotama, Jalan Letjen Suprapto No. 169, Kebon Sari Kab. Jember, Jawa Timur atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Jember, dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan/atau sistem elektronik dengan cara apapun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik. Perbuatan ia terdakwa Wildan Yani Ashari alias Yayan alias MLJ007 sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 46 ayat (2) jo Pasal 30 ayat (2) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
  4. Bahwa ia terdakwa Wildan Yani Ashari alias Yayan alias MLJ007 pada hari dan tanggal yang sudah tidak dapat diingat di pertengahan tahun 2012 sampai dengan tanggal 08 Januari 2013 sekira jam 22.45 wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2012 sampai dengan bulan januari 2013 bertempat di CV. Surya Infotama, Jalan Letjen Suprapto No. 169, Kebon Sari Kab. Jember, Jawa Timur atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Jember, dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan/atau sistem elektronik dengan cara apapun dengan melanggar,menerobos,melampaui, atau menjebol sistem pengamanan. Perbuatan ia terdakwa Wildan Yani Ashari alias Yayan alias MLJ007 sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 46 ayat (3) jo Pasal 30 ayat (3) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
  5. Bahwa ia terdakwa Wildan Yani Ashari alias Yayan alias MLJ007 pada hari dan tanggal yang sudah tidak dapat diingat di pertengahan tahun 2012 sampai dengan tanggal 08 Januari 2013 sekira jam 22.45 wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2012 sampai dengan bulan januari 2013 bertempat di CV. Surya Infotama, Jalan Letjen Suprapto No. 169, Kebon Sari Kab. Jember, Jawa Timur atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Jember, dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik. Perbuatan ia terdakwa Wildan Yani Ashari alias Yayan alias MLJ007 sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 48 ayat (1) jo Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Berdasarkan kronologis dan fakta persidangan serta dakwaan, Wildan tidak ditemukan memasuki website lawas Presiden SBY lalu melakukan website defacement, yang ia lakukan adalah mengganti DNS website tersebut dan mengarahkannya kepada laman html Jember Hacker Team. Sampai disini kita sepakat bukan? Baik, jika kita sepakat, mari kita lihat tuntutan Penuntut Umum. Dalam tuntutannya Penuntut Umum menuntut agar Wildan dipidana dengan pidana penjara 10 bulan dan denda Rp 250.000,00 yang jika Wildan tidak dapat membayar denda tersebut ia akan menjalani kurungan 1 bulan penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.

Wildan dengan kata lain-menurut Penuntut Umum-memenuhi unsur Pasal 30 ayat 3 UU ITE jo Pasal 46 UU ITE. Sampai membaca tuntutan ini saya menjadi bingung. Obyek dari kasus ini adalah website lawas Presiden SBY, mengapa dikatakan mengakses secara ilegal sedangkan Wildan tidak pernah memasuki website tersebut? Jika yang dimaksud adalah memasuki website Jatirejanetwork dan website Techscape ya tentu saja Wildan melakukannya, tetapi obyek dalam kasus ini adalah website lawas presiden, bukan kedua website tersebut. Apakah tidak lebih baik menuntut Wildan menggunakan Pasal 32 ayat 1 jo Pasal 48 ayat 1 UU ITE? Yaitu perbuatan mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik.

Pertimbangan dari Penuntut Umum dalam persidangan pun tidak jauh berbeda dengan surat dakwaan dan BAP, terlebih Wildan juga tidak melakukan tanggapan secara keseluruhan terhadap jalannya persidangan karena tidak didampingi penasihat hukum. Ya semoga saja Wildan dalam pembelaan (pledooi) dapat menanggapi tuntutan Penuntut Umum dengan baik.

UPDATE

19 Juni 2013 jam 16.30 WIB

Wildan akhirnya diputus oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jember, adapun kutipan putusannya sebagai berikut:

MENGADILI,

1. Menyatakan, bahwa Terdakwa WILDAN YANI ASHARI alias YAYAN alias MJL007 telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak melawan hukum mengakses komputer dan/atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun ;

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan dan denda sebesar Rp. 250.000,- ( dua ratus lima puluh ribu rupiah), Subsidair 15 (lima belas) hari kurungan ;

3. Menetapkan, bahwa masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ;

4. Memerintahkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan ;

5. Menetapkan barang bukti berupa :

  • 1 (satu) unit CPU merk Simbadda warna abu-abu kapasitas 1 TB1 (satu) unit CPU merk Power Case warna merah hitam kapasitas 80 GB,  dikembalikan kepada yang berhak yaitu : Warnet CV. Surya Infotama,
  • 1 (satu) KTP atas nama WILDAN YANI ASHARI dikembalikan kepada Terdakwa,
  • 1 (satu) keping Compact Disc (CD) berisi file domain php pada server techscape,
  • 1 (satu) keping media cakram DVD berisi file akses IP address 180.247.245.185 pada server alvindevelopment.com dirampas untuk dimusnahkan ;

6. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp.5.000,- ( Lima ribu rupiah ) ;

14 thoughts on “Soal Menerawang Kasus Wildan

  1. Aku dari awal kasus baca banyak tentang Wildan ini, sebenarnya celah bahwa Wildan tidak ditemukan memasuki website lawas Presiden SBY, bisa membuat Wildan aman. Cuma ya dari awal Wildan ini terlihat terpukul atau diintimidasi, lha wong tanpa penasehat hukum. Ketika diwawancarai, Wildan juga sudah pasrah mau dihukum apa aja. Duh..

    1. Sejak awal kasus ini aku ngga nyangka bakalan masuk urusan hukum. Selain pihak istana juga tidak masalah dengan kasus ini (karena tidak ada yang dirugikan), satpam website kepresidenan juga menyatakan website presiden yang sebenarnya tidak kebobolan. Kayaknya ini cuma “show off” polisi bisa nangkep “heker” dan mengungkap cybercrime

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s