Posted in Diary

Soal Sadap Menyadap Pertemuan G-20 Tahun 2009

Membaca beberapa pemberitaan soal disadapnya Blackberry rombongan kepresidenan di Inggris saat G20 Summit 2009 lalu, membuat prihatin. Bagaimana tidak, yang melakukan penyadapan tidak tanggung-tanggung adalah the Government Communications Headquarters (GCHQ) (berdasarkan dokumen yang dibocorkan oleh Edward Snowden).

Memang berita tersebut sudah basi karena pertama kali diunggah oleh The Guardian pada 17 Juni 2013. Dokumen yang menyatakan penyadapan terhadap Blackberry para peserta G20 sebagai berikut:

GCHQ Ragout 2

Masih dalam pemberitaan yang sama, terdapat keterangan sebagai berikut:

New converged events capabilities against BlackBerry provided advance copies of G20 briefings to ministers … Diplomatic targets from all nations have an MO of using smartphones. Exploited this use at the G20 meetings last year

Apakah ini pertama kalinya para diplomat asal Indonesia menjadi sasaran penyadapan oleh intelijen Inggris?. Jawabannya tentu saja tidak. Salah satu contoh (meskipun contohnya sudah basi) sebagaimana diakui oleh pensiunan asisten Direktur Millitary Intelligence 5 (MI-5) dalam autobiografinya yang berjudul “Spycatcher”. MI-5 pernah melakukan penyadapan terhadap Kedubes Indonesia saat terjadi konfrontasi Indonesia dengan Malaysia.

Kami berhasil menempatkan sebuah mikrofon “satelit” di belakang mesin sandi Kedutaan Yunani di London. Ini sesuatu yang sangat bernilai, karena Yunani memberikan dukungan kuat terhadap Kolonel Grivas, pimpinan geriliyawan Cyproit, selama Keadaan Darurat Cyprus (Cyprus Emergency). Kami melakukan operasi dengan cara yang sama terhadap Kedutaan Indonesia selama konfrontasi Indonesia-Malaysia dan menyadap seluruh pesan sandi mereka selama berlangsungnya konflik tersebut.

Jadi sejarah sadap menyadap yang dilakukan oleh Inggris bukanlah sesuatu yang “baru” bagi Indonesia. Tinggal bagaimana Indonesia menyikapinya dari rentetan peristiwa yang dialami Indonesia. Setahu saya, lembaga penyandian kita sering melakukan penyisiran diberbagai tempat yang dijadikan Kedubes Indonesia dan memang sering ditemukan mikro transmitter yang dipasang di dalam pot bunga, tanaman, sampai gagang pintu.

mikro-tx1

mikro-tx2

Indonesia sendiri tidak bisa jika hanya pasrah bongkokan kepada jammer untuk menghindari penyadapan. PR yang lumayan bagus untuk meningkatkan kinerja lembaga penyadian. Bagaimanapun juga counter interception sangat diperlukan untuk menghindari hal-hal yang seperti ini.

Jangan dilupakan bahwa perangkat jammer toh yang merancang dan membuat adalah mereka juga, sangat mungkin mereka dapat melakukan by pass terhadap jammer yang dipakai (pake saja logika master key). Semoga saja stakeholder yang berkepentingan dapat berbenah diri. Terakhir dan terpenting, jangan keganjenan kalau dapat koneksi WiFi gratis dari hotel atau penginapan saat acara sepenting itu berlangsung. Tanya kenapa…

Sumber foto

1. Foto slide penyadapan Blackberry oleh GCHQ dari The Guardian 17 Juni 2013

2. Foto Micro Tx Radio Transmitter dari Lembaga Sandi Negara

3 thoughts on “Soal Sadap Menyadap Pertemuan G-20 Tahun 2009

  1. Masyarakat tentu masih ingat bagaimana ketika KPK memutar rekaman penyadapan terhadap anggodo pada sidang kasus pengujian Undang-undang terkait hak konstitusional dari Bibit-Chandra. Rekaman itu dibuka pada sidang di Mahkamah Konstitusi dan diajukan sebagai salah satu bukti dalam pengujian Pasal 32 Ayat (1) huruf c UU KPK yang berbunyi, Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi berhenti atau diberhentikan karena menjadi terdakwa karena melakukan tindak pidana kejahatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s