Posted in cybercrime, Hukum Pidana, Internet

Soal Kasus Misbakhun vs Benhan

Saya baru selesai membaca surat dakwaan atas nama Benny Handoko alias Benhan (selanjutnya saya sebut Benhan) yang akan menjalani sidang perdana kasus pencemaran nama baik Mukhammad Misbakhun hari ini. Oh ya, sebelum lebih jauh saya ingin menegaskan terlebih dahulu bahwa apa yang saya tulis disini berdasarkan bahan hukum dan fakta persidangan kelak, jadi tulisan ini nanti akan diupdate jika terdapat perkembangan proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Adapun opini pribadi/catatan terhadap kasus ini akan ditulis setelah putusan pengadilan kelak secara terpisah.

Surat dakwaan terhadap Benhan bernomor Reg.Perkara.: PDM-820//JKTSL/E12/09/2013. Pada surat dakwaan yang disusun secara tunggal tersebut (sepanjang pengamatan penulis terhadap kasus cybercrime defamasi, surat dakwaan kasus Benhan ini adalah surat dakwaan pertama yang disusun tunggal hanya menggunakan Pasal 27 ayat 3 jo 45 ayat 1 UU ITE), Penuntut Umum mendakwa Benhan karena perbuatannya pada hari Sabtu, tanggal 8 Desember 2012 pada sekitar pukul 02.55 WIB yang bertempat di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah; atau disebuah tempat yang menurut Pasal 84 KUHAP masih termasuk yurisdiksi Pengadilan Jakarta Selatan yang berwenang mengadili perkara tersebut. Secara ringkas kronologisnya sebagai berikut:

  • Bermula ketika Benhan mengomentari Tweet dari akun @triomacan2000 yang ia tweetkan pada 12/8/2012 jam 2:55:02 AM
  • Pada tanggal yang sama dan waktu 2:57:26 AM selanjutnya ia menuliskan tweet  bahwa Misbakhun ikut “ngrampok” Bank Century.
  • Pada jam 3:00:07 AM ia menulis bahwa Misbakhun adalah perampok bank century, pembuat akun anonim penyebar fitnah, penyokong PKS, mantan pegawai pajak di era paling korup.
  • Tweet tersebut akhirnya dibaca oleh beberapa saksi, diantaranya GFP dan APP selanjutnya diberitahukan kepada Mukhammad Misbakhun.
  • Berdasarkan hal tersebut Mukhammad Misbakhun mencari tweet itu dan setelah menemukannya ia meminta klarifikasi terhadap Benhan serta meralat kata-katanya karena berdasarkan putusan PK Mahkamah Agung RI No. 47/PID.SUS/2012 tanggal 5 Juli 2012 yang dalam putusannya pada poin dua membebaskan Mukhammad Misbakhun dari dakwaan, tetapi tidak ditanggapi oleh Benhan.
  • Atas perbuatan tersebut, Mukhammad Misbakhun merasa terhina dan mencemarkan nama baiknya. Kemudian melalui surat pernyataan tertanggal 10 Desember 2012 saksi korban melaporkannya ke Polda Metro Jaya.

Perbuatan tersebut oleh Penuntut Umum didakwa melanggar Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 1 Undang-undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

UPDATE 13 September 2014

Pertimbangan putusan:

BENHAN-2 BENHAN-3 BENHAN-4

Diktum putusan:

putusan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s