Posted in Diary

Soal CDR SBY

Pagi ini The Guardian memuat berita tentang usaha penyadapan yang dilakukan Defence Signal Directorate (DSD) Australia. Berita itu memuat bahwa pihak Australia sudah lama, tepatnya sejak 2009 (berdasarkan 6 halaman .pdf), melakukan usaha penyadapan terhadap presiden, ibu negara, dan pejabat tinggi negara. Semoga usaha penyadapan terhadap ibu negara bukan merupakan konfirmasi terhadap “sesuatu”

Saya sendiri menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang “biasa saja” karena, pertama,  memang fungsi dari intelijen melakukan “penggalian” informasi, cuma masalah ketahuan atau tidak saja. Penyadapan dikalangan intelijen sudah sangat lumrah, antar negara berlaku kebiasaan saling sadap. Mendapati hal ini tentu saja permasalahan bukan soal legalitas sadap-menyadap lagi, tetapi di dalam praktik dan di lapangan lebih kepada masalah kontra intelijennya alias menangkal penyadapan. Kedua, berita penyadapan antar negara merupakan barang “basi”. Mungkin yang membuat sensasi adalah karena terdapat embel-embel “Top Secret”. Sampai poin ini saya sangat tidak tertarik membahas penyadapan terhadap pejabat negara ini.

Satu hal yang menarik perhatian saya adalah pada halaman 4 slide .pdf tersebut digambarkan Call Detail Record (CDR) milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Gambar tersebut sebagai berikut:

CDR-SBY

Sependek yang saya tahu, CDR hanya bisa dibuka oleh operator dan tidak semua orang yang bekerja pada operator dapat membuka CDR. Dengan kata lain ada pembatasan terhadap akses CDR di dalam tubuh operator sendiri. Pertanyaannya adalah, bagaimana mungkin CDR milik SBY bisa diketahui oleh pihak DSD? Apakah DSD dapat memasuki server penyimpanan data pelanggan dari operator? Apakah keamanan data pelanggan milik operator sedemikian rentan?

Pertanyaan paling penting, siapa yang berkhianat membuka CDR SBY kepada pihak asing? Jawabannya hanya dapat ditemukan dengan memeriksa perangkat penyimpan data pelanggan dari operator di atas bulan Agustus 2009 dan memeriksa siapa yang mempunyai akses terhadap perangkat tersebut. *batuk-batuk*

2 thoughts on “Soal CDR SBY

  1. pasti SBY gak pake ESIA !!

    Salah sendiri saham operator dikuasai sama perusahaan asing, jadi ya wajar aja dong kalo CDR bisa diminta dengan gampang😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s