Posted in Diary

Selamat Jalan bu Sri

Hari Minggu kemarin saya kehilangan sosok guru, teman diskusi yang baik, dan “ibu” yang senantiasa memberikan motivasi dan arahan positif kepada saya. Seperti disambar petir dan seolah tak percaya bahwa bu Sri Lestariningsih yang juga dosen pembimbing utama tugas akhir saya itu menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Panti Nirmala Malang.

Sedih dan terpukul rasanya orang yang selama ini peduli dengan saya tiba-tiba meninggalkan saya yang masih butuh bimbingan ini. Saya mengetahui kepergian beliau melalui teman saya Finnes lewat BlackBerry Messenger pada jam 12.15 WIB. Awalnya ia bertanya kepada saya apakah benar bahwa bu Sri telah meninggal. Setelah saya mendapat kabar itu saya mencari informasi dan ternyata benar bu Sri telah tiada. Hari Sabtu malam memang saya mendapat kabar kondisi beliau sudah kritis.

Beberapa hari sebelumnya saya masih sempat chat dengan bu Sri menanyakan kabar dan ternyata beliau bilang bahwa sedang di rumah sakit. Saya masih ingat bagaimana bu Sri membimbing tugas akhir saya dengan penuh kesabaran dan disiplin yang tinggi. Kebetulan tugas akhir saya bukan skripsi dan karena hal itu pula, bu Sri harus membuka kembali pedoman penulisan tugas akhir untuk memahami tugas akhir yang saya buat berbeda dengan skripsi. “Gara-gara kamu saya buka-buka lagi beberapa buku pedoman penulisan tugas akhir” katanya sambil tertawa. Saya juga masih ingat bagaimana saat pendadaran bu Sri membela tugas akhir saya dan yang saat itu “diserang” oleh salah satu penguji karena dianggap analisis saya tidak tepat. Sedikit informasi, tugas akhir saya membahas tentang komputer forensik yang saat itu sangat banyak sarjana hukum belum kenal dan paham. Dalam tugas akhir tersebut saya melalukan studi perbandingan. Bu Sri membela saya dengan argumen yang apik kepada “penguji” tersebut.

Setelah tugas akhir dan pendadaran, sampai wisuda, saya tetap komunikasi dengan beliau melalui sms (belum ada Blackberry Messenger saat itu) sekedar bertanya kabar atau menyapa. Tahun 2010 saya berkunjung ke FH UB dan bertemu dengan beliau, saya nyatakan keinginan saya untuk melanjutkan ke program magister. Pertanyaan beliau yang pertama kali muncul adalah “kamu mau cari gelar apa mau cari ilmu?”, saya jawab saya ingin cari ilmu. Maka beliau pula yang menyarankan saya agar ke MIH UNDIP karena di UNDIP ada Prof. Barda Nawawi Arief yang bisa membimbing saya untuk mendalami kajian hukum pidana. Ternyata disaat yang bersamaan bu Sri sedang menyelesaikan program doktoral di UNDIP.

Dr. Sri

Saat di Semarang saya sering bertemu bu Sri karena beberapa buku saya ada yang beliau pinjam untuk menyusun disertasi. Saya sempet guyon sama bu Sri bahwa saya akan menyalip bu Sri di MIH sehingga wisuda bisa bebarengan karena saat Agustus 2012 saya sudah menyelesaikan tesis saya. Ternyata bu Sri wisuda bulan Agustus 2012 sedangkan saya 2013. Setelah wisuda S2, saya kembali ke FH UB untuk bertemu beliau dan mengucapkan terima kasih atas masukan selama ini dari mulai S1 sampai S2 dan tentu saja anehnya, saya yang ditraktir makan siang di kantin Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB, kebalik memang, harusnya saya nraktir beliau. Dalam perbincangan di kantin FIA itu bu Sri mengajak saya untuk sama-sama mengembangkan keilmuan hukum pidana dengan membuat sebuah buku, Kejahatan Korporasi. Ya! Saya diajak oleh Sri untuk membuat sebuah buku. Saya cuma melongo saat itu, lha wong jam terbang saya dan ilmu yang saya miliki terbatas, kok berani banget bikin buku. Jadi karena bu Sri melihat saya melongo, beliau jadi ikutan melongo dan bilang “kenopo emange? aneh a?”. Berangkat dari pembicaraan itu saya dan bu Sri mengumpulkan berbagai bahan mengenai kejahatan korporasi. Sayang impian tersebut belum sempat terwujud beliau sudah dipanggil olehNya.

IMG02809-20140126-1507

Pak Shihabuddin (Dekan FH UB) memberikan ucapan bela sungkawa  terhadap  almarhumah mewakili FH UB
Pak Shihabuddin (Dekan FH UB) memberikan ucapan bela sungkawa terhadap keluarga almarhumah mewakili FH UB

Beliau dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Bedali, Lawang setelah para warga, kerabat, dan mahasiswa terlebih dahulu melakukan sholat jenazah di masjid Sukun Pondok Indah yang berjarak 10 meter dari rumahnya. Semoga amal ibadah serta ilmu yang bermanfaat dari bu Sri mendapat ganjaran yang layak dari Allah Subhana Wa Ta’ala…. Allahumaghfirlaha warhamha wa’fuanha… T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s