Posted in Hukum Pidana

Soal Pelarangan Peredaran Mein Kampf di Belanda

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari twit saya tadi malam yang menanggapi pertanyaan dari akun @radiobuku. Isi twit tersebut menanyakan buku apa yang dapat dijadikan “modus” untuk pendekatan terhadap seseorang. Saya jawab buku yang bisa dijadikan sarana “modus” adalah Mein Kampf karangan Adolf Hitler.

modus

Setahu saya memang beberapa negara melarang penerbitan dan penyebaran buku tersebut dikarenakan isinya menyinggung SARA. Berdasar pelarangan terhadap buku itu, Iseng-iseng saya mencari beberapa putusan Mahkamah Agung, tertujulah saya pada putusan Mahkamah Agung Belanda yang membatalkan putusan Pengadilan Negeri Maastricht 16 Mei 1986. Isi putusan Mahkamah Agung Belanda tersebut adalah mengenai terjemahan buku Mein Kampf berbahas Belanda yang dipajang pada etalase toko buku bekas.1

Kasus itu secara singkat sebagai berikut:

‘Op 13 mei 1985 is bij een onderzoek naar overtreding van art. 137e Sr het aan M. toebehorende boek getiteld ‘Mijn Kamp’ in beslag genomen. De OvJ vordert op grond van art. 137e Sr de onttrekking aan het verkeer van voornoemd voorwerp omdat daarin naar Zijn oordeel een uitlating is vervat die voor een groep mensen beledigend is…J.M.J. M. heeft het boek ‘Mijn Kamp’ ten verkoop aangeboden in zijn winkel in gebruikte en ongeregelde goederen, genaamd ‘Ratjetoe’, gevestigd in het pand Putstraat … te Sittard, de wijze waarop dit voorwerp in de winkel werd aangeboden, was op geen enkele wijze provocerend of aanstootgevend, bij M. is niet gebleken van enig motief van politieke, laat staan van discriminatoire aard.2

[Pada 13 Mei 1985, penyelidikan dan penyitaan terhadap buku Mein Kampf dimulai atas dasar perbuatan melanggar hukum terhadap Pasal 137e KUHP Belanda. Jaksa Penuntut Umum mendasarkan dakwaannya pada Pasal 137e KUHP Belanda dan meminta penyitaan dari peredaran buku tersebut karena menyinggung sekelompok orang…J.M.J. yang memiliki buku “Mein Kampf” itu menawarkan untuk dijual di toko miliknya, toko barang bekas, yang dinamakan “Ratjetoe”, terletak di gedung Putstraat … Sittard, cara di mana objek (buku) ini ditawarkan di toko M, sama sekali tidak provokatif atau menyinggung, tidak ditemukan adanya motif politik , apalagi sifat diskriminatif]

Pasal 137e KUHP Belanda merupakan pelaksanakan Konvensi Internasional New York tanggal 7 Maret 1966 tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial ( IVRD-Trb. 1966 , 237 dan Laporan Trb 1967 , 48.). Pasal ini diundangkan dengan Undang-Undang tertanggal 18 Februari 1971, Lembaran Negara No. 96 untuk dimasukkan ke dalam KUHP Belanda. Berisi perlindungan terhadap kelompok orang dari penghinaan karena ras , agama, atau kepercayaan masing-masing. Terhadap pernyataan kebencian atau diskriminasi dalam Pasal 137 tidak terbatas pada individu atau kelompok di Belanda.

Setelah menempuh proses hukum, maka Pengadilan Negeri Maastricht menolak permintaan dari Jaksa Penuntut Umum terhadap penyitaan buku tersebut karena tidak sesuai dengan unsur-unsur (di dalam Pasal 137e ayat 1 dan ayat 2 KUHP Belanda) sehingga tidak ada alasan dan ruang untuk melakukan penyitaan dan penarikan (Uit het voorgaande volgt dat het inbeslaggenomen boek, waarvan de OvJ de onttrekking aan het verkeer vordert, niet voor onttrekking aan het verkeer vatbaar is zodat de vordering van de OvJ dient te worden afgewezen). Atas alasan ini, maka Jaksa Penuntut Umum mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung Belanda. Mahkamah Agung Belanda, di dalam putusannya, membatalkan konstruksi hukum dari Pengadilan Negeri Maastricht dan memberikan pendapatnya sebagai berikut:

Voor het begaan van het in art. 137e Sr omschreven feit is weliswaar vereist dat wordt gehandeld anders dan ten behoeve van zakelijke berichtgeving, maar is niet nodig dat het voorwerp waarin een in die bepaling bedoelde uitlating is vervat op provocerende of aanstootgevende wijze wordt aangeboden, of dat blijkt van enig motief van politieke of discriminatoire aard bij de dader. Het oordeel van de Rb. dat niet is komen vast te staan dat het onderhavige inbeslaggenomen boek een voorwerp is als bedoeld in art. 137e lid 1 aanhef en onder 2e Sr rust derhalve op gronden die dat oordeel niet kunnen dragen. Het tweede onderdeel van het middel treft dus doel.3

[Terhadap ketentuan Pasal 137e KUHP Belanda, memang diperlukan tindakan apa pun selain untuk penyebaran terhadap sebuah informasi/berita, tetapi tidak harus objek yang dimaksud dalam ketentuan tersebut mengandung pernyataan yang provokatif atau menyinggung sekelompok orang sebagai cara untuk menawarkannya, atau tidak adanya motif politik atau sifat diskriminatif dari petindak. Putusan dari Pengadilan Negeri yang tidak menetapkan bahwa buku ini dapat disita, sebagai dimaksud dalam formulasi awal Pasal 137e ayat 1 dan pada ayat 2 KUHP Belanda, putusan tersebut tidak dapat dipertahankan. Bagian kedua dari permohonan itu harus dilaksanakan.]

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung ini, buku Mein Kampf di Belanda dilarang beredar karena bukan hanya cara penyebarannya saja, tetapi juga termasuk di dalamnya adalah konten buku tersebut.

—-

1. Konklusi Advokat Jenderal Mahkamah Agung Belanda, Mr. Jan Remmelink

2. Nederland Jurisprudentie 1988, 299

3. Idem.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s