Posted in Hukum Pidana

Soal Carok!

Tanggal Pengucapan Putusan: 13 Januari 2014

Jenis Perkara                          : Hukum Pidana

Proses                                      : Pengadilan Negeri Pamekasan

Nomor                                     : 127/Pid.B/2013/PN.Pks catatan Sam Ardi

Catatan Sam Ardi

Ada yang menarik dari putusan Pengadilan Negeri Pamekasan tanggal 13 Januari 2014. Selain putusan tersebut oleh Mahkamah Agung dikategorikan sebagai sebuah yurisprudensi, putusan tersebut juga merupakan putusan yang mempertimbangkan riset dan kondisi sosiologis masyarakat Madura mengenai carok. Dalam memutus perkara itu, majelis hakim mempertimbangkan aspek adat masyarakat Madura dan mendasarkan putusannya pada sebuah riset tentang Carok yang ditulis oleh A. Latief Wiyata yang awalnya merupakan disertasi dan diterbitkan oleh LKiS.

Secara ringkas makna Carok di dalam buku Carok: Konflik Kekerasan dan Harga Diri orang Madura adalah sebuah tradisi adu tanding “penghilangan nyawa” orang yang disebabkan karena penistaan harga diri yang ada di masyarakat Madura. Carok dapat dikatakan sebagai cara pembelaan harga diri yang dilakukan oleh seorang pria Madura terhadap pria Madura lainnya. Carok oleh masyarakat Madura dianggap sebagai masalah laki-laki saja, maka jika terjadi pembunuhan oleh perempuan hanya dapat dikatakan sebagai pembunuhan biasa saja. Hal ini juga diperkuat dengan sebuah ungkapan “oreng lake mate acarok, oreng bine mate arembi” yang berarti (laki-laki mati karena carok, perempuan mati karena melahirkan).

Continue reading “Soal Carok!”