Posted in Diary, masyarakat

Soal Aset Organisasi Kebatinan Kuno Palang Mawar (A.M.O.R.C)

Pada tanggal 22-26 Desember 2015 lalu saya melakukan perjalanan ke Bandung untuk menelusuri sebuah Loji Kemasonan yang diindikasikan masih aktif sampai tahun 2012 (cerita lengkap perjalanan saya menelusuri Loji Kemasonan akan dituliskan terpisah). Selain menelusuri Loji Kemasonan tersebut, saya diminta untuk melihat apakah bekas Loji dari Organisasi Kebatinan Kuno Palang Mawar (A.M.O.R.C) masih ada di Bandung.

Aloude Mystieke Orde Rosae Crucis adalah nama yang dikenal masyarakat Bandung tempo dulu. Saya pribadi tidak banyak tahu tentang pergerakan organisasi ini dulu di Indonesia. Organisasi ini dulu di Indonesia melabeli dirinya sebagai sebuah ajaran mistik yang sesungguhnya, maksudnya adalah akumulasi upaya-upaya pencari kebenaran untuk memahami “missing link” antara yang terbatas dengan yang tak terbatas. Ajaran kebatinan Organisasi Kebatinan Kuno Palang Mawar mempunyai tujuan mengangkat kesadaran manusia ke arah kebersatuan agung dengan Sang Pencipta Jagat Raya. Di awali dengan menilik mikrokosmos dalam diri, maka dengan sendirinya akan memahami makrokosmos yang ada di luar diri. Selanjutnya melakukan perubahan dan transformasi positif demi tercapainya harmonium dalam diri individu, keluarga, masyarakat, negara dan dunia.

Continue reading “Soal Aset Organisasi Kebatinan Kuno Palang Mawar (A.M.O.R.C)”

Posted in ilmu, masyarakat

Tanggapan atas Tulisan Hendri F. Isnaeni “Sukarno Dipengaruhi Freemason”

Tulisan Hendri F. Isnaeni yang dimuat pada website Historia dengan judul “Sukarno Dipengaruhi Freemason” jika dibaca dengan seksama, memuat beberapa hal yang perlu dikaji ulang. Berikut adalah beberapa hal tersebut:

  1. Kutipan atas buku Dr. Theo Stevens

Saudara Hendri dalam artikel tersebut menulis dengan menggunakan kutipan langsung sebagai berikut:

“Berhubungan dengan pengangkatan Yang Mulia sebagai presiden pertama Republik Indonesia Serikat, Freemason dengan segala hormat mengucapkan selamat kepada Yang Mulia, dan menegaskan kepada Anda bahwa tujuan-tujuan RIS untuk melayani kemanusiaan, seluruhnya mendapat resonansi dalam asas-asas Freemason.”

Saya asumsikan saudara Hendri F. Isnaeni tidak menerjemahkan sendiri dari buku berbahasa Belanda yang ditulis oleh Dr. Theo Stevens. Ia hanya mengutip dari halaman 482 edisi terjemahan. Hanya menambah akhiran “an” pada kata “berhubungan” dan “mengucapkan” serta  mengubah “Tarekat Mason Bebas” menjadi “Freemason”. Silahkan merujuk kepada buku Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962 Saya menjadi gagal paham bagaimana sebuah kutipan langsung bisa diubah kalimatnya sesuai keinginan penulis. Kecuali memang saudara Hendri ingin menerjemahkan ulang seluruh konteks kutipan tersebut, dengan senang hati saya akan pindai kalimat asli berbahasa Belanda tersebut untuk diterjemahkan ulang. Agar tidak terkesan “copas”.

Continue reading “Tanggapan atas Tulisan Hendri F. Isnaeni “Sukarno Dipengaruhi Freemason””