Posted in Diary, masyarakat

Soal Dialog Kemasonan dan Sukarno

Gerakan Kemasonan di Indonesia pernah menemui Presiden Sukarno di Istana Negara untuk menjelaskan apa dan bagaimana gerakan Kemasonan tersebut. Pengurus Besar Provinsial yang terdiri dari Wakil Ketua Pengurus Besar Provinsial Carpentier Alting, H.M.J Hart, Wisaksono Wirjodiharjo, dan Loa Sek Hie menjelaskan organisasi mereka karena presiden saat itu sudah sering mendengar organisasi mereka, meskipun ada beberapa yang negatif. Presiden berkenan menemui mereka pada tanggal 3 Maret 1950.

Continue reading “Soal Dialog Kemasonan dan Sukarno”

Posted in Diary, masyarakat

Soal Aset Organisasi Kebatinan Kuno Palang Mawar (A.M.O.R.C)

Pada tanggal 22-26 Desember 2015 lalu saya melakukan perjalanan ke Bandung untuk menelusuri sebuah Loji Kemasonan yang diindikasikan masih aktif sampai tahun 2012 (cerita lengkap perjalanan saya menelusuri Loji Kemasonan akan dituliskan terpisah). Selain menelusuri Loji Kemasonan tersebut, saya diminta untuk melihat apakah bekas Loji dari Organisasi Kebatinan Kuno Palang Mawar (A.M.O.R.C) masih ada di Bandung.

Aloude Mystieke Orde Rosae Crucis adalah nama yang dikenal masyarakat Bandung tempo dulu. Saya pribadi tidak banyak tahu tentang pergerakan organisasi ini dulu di Indonesia. Organisasi ini dulu di Indonesia melabeli dirinya sebagai sebuah ajaran mistik yang sesungguhnya, maksudnya adalah akumulasi upaya-upaya pencari kebenaran untuk memahami “missing link” antara yang terbatas dengan yang tak terbatas. Ajaran kebatinan Organisasi Kebatinan Kuno Palang Mawar mempunyai tujuan mengangkat kesadaran manusia ke arah kebersatuan agung dengan Sang Pencipta Jagat Raya. Di awali dengan menilik mikrokosmos dalam diri, maka dengan sendirinya akan memahami makrokosmos yang ada di luar diri. Selanjutnya melakukan perubahan dan transformasi positif demi tercapainya harmonium dalam diri individu, keluarga, masyarakat, negara dan dunia.

Continue reading “Soal Aset Organisasi Kebatinan Kuno Palang Mawar (A.M.O.R.C)”

Posted in Diary, ilmu, masyarakat

Soal Kekacauan Buku Freemasonry di Indonesia

Saya sebenarnya malas mengulas buku Freemasonry di Indonesia: Jaringan Zionis Tertua yang Mengendalikan Nusantara. Versi asli buku ini dibelikan teman saya dari toko online Amazon. Ketika dia menawari saya apakah mau beli buku ini, saya jawab saja mau. Mengapa? Selama masih bisa ditelusuri aslinya lebih afdhol mendapatkan aslinya, selain itu tentu saja saya malas membaca versi e-book yang sudah diberi watermark sana dan sini (numpang tenar ya?) oleh pengunggah e-book tersebut.

Order 1

Order ibu Sophia

Continue reading “Soal Kekacauan Buku Freemasonry di Indonesia”

Posted in Diary, NgeJunk, noob, nyubi, Uncategorized

Soal Anonymous yang Tidak Anonymous

Ya benar. Saat ini memang banyak abegeh yang mengaku sebagai hacker dan coba mencari peruntungan dengan bergabung dengan berbagai forum keamanan informasi tentunya dengan kemampuan yang…entahlah saya tidak bisa ngomongnya. Tahun lalu, saat Snowden membongkar usaha penyadapan Australia terhadap Indonesia, banyak yang mengaku hacker dan berlindung dibalik kata Anonymous serang-menyerang dengan sekedar double click software DDoS dan SQL Injection pada beberapa website Australia (untuk sekedar melakukan apa yang mereka bangga menyebutnya sebagai hacking). Salah satunya bisa dilihat pada link ini, bagaimana mereka mempunyai skill yang sangat tinggi sampai-sampai saya sendiri bingung mereka sebenarnya ngomong apa.

Continue reading “Soal Anonymous yang Tidak Anonymous”

Posted in Diary

Selamat Jalan bu Sri

Hari Minggu kemarin saya kehilangan sosok guru, teman diskusi yang baik, dan “ibu” yang senantiasa memberikan motivasi dan arahan positif kepada saya. Seperti disambar petir dan seolah tak percaya bahwa bu Sri Lestariningsih yang juga dosen pembimbing utama tugas akhir saya itu menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Panti Nirmala Malang.

Sedih dan terpukul rasanya orang yang selama ini peduli dengan saya tiba-tiba meninggalkan saya yang masih butuh bimbingan ini. Saya mengetahui kepergian beliau melalui teman saya Finnes lewat BlackBerry Messenger pada jam 12.15 WIB. Awalnya ia bertanya kepada saya apakah benar bahwa bu Sri telah meninggal. Setelah saya mendapat kabar itu saya mencari informasi dan ternyata benar bu Sri telah tiada. Hari Sabtu malam memang saya mendapat kabar kondisi beliau sudah kritis.

Continue reading “Selamat Jalan bu Sri”

Posted in Diary

Soal Tawuran Siber

Majalah TIME edisi 1995 pernah mengulas wacana Amerika Serikat membuat pasukan untuk menanggulangi serangan terhadap jaringan telekomunikasi dan internet Amerika. Wacana itu memunculkan sebuah istilah baru kala itu, mereka menyebutnya “Tentara Siber” atau dalam istilah asli “Cyber Soldier“.

Munculnya wacana tersebut diakibatkan menyebarnya virus komputer oleh para peretas yang dapat menghambat kinerja pemerintahan dan bisnis di Amerika Serikat. Menurut mereka penyebaran virus ini dapat menciptakan sebuah medan pertempuran baru dikemudian hari. Mereka menyebut potensi ini sebagai Information War (Infowar). Potensi ini membuat Amerika melalui National Security Agency (NSA) dan Central Intelligence Agency (CIA) melakukan pemantauan terhadap aktivitas telepon, email, dan segala informasi yang keluar dan masuk jaringan strategis milik Amerika Serikat. Bahkan CIA melakukan operasi klandestin dengan memasang chip pada setiap perangkat elektronik dan persenjataan yang berpotensi mengakibatkan serangan terhadap Amerika. Operasi klandestin ini dikenal dengan istilah chipping. Operasi itu dilakukan terhadap beberapa pabrik senjata yang biasanya bertujuan untuk ekspor atau untuk digunakan di dalam negeri.

Continue reading “Soal Tawuran Siber”