Posted in Pengajaran

Soal Rencana Ilahi: Sebuah Pengantar

Rencana ilahi harus dipahami sebagai manifestasi dari hukum ilahi (divine law). Hal ini dapat dianalogikan seperti matahari yang memancarkan sinar-sinar yang banyak jumlahnya, sinar tersebut mempunyai inti yang sama dengan matahari yang memancarkannya. Dengan demikian sinar tersebut dipancarkan dari hukum ilahi yang mempunyai isi sama dengan sumbernya, oleh karena itu sinar ini adalah hukum ilahi itu.

Hukum ilahi mendukung rencana ilahi. Hukum ilahi bersifat sangat mendasar dalam ruang lingkupnya, hukum itu sudah berlaku sebelum adanya jagat raya, hukum tersebut akan terus menjalankan fungsinya selama jagat raya berada dalam keadaan terbabar dan akan bekerja jika alam semesta berhenti bereksistensi. Hukum ilahi akan terus berlaku tidak peduli mansia, planet, matahari atau bahkan seluruh jagat raya berada dalam keadaan manifestasi atau non manifestasi, maka hukum itu adalah hukum-hukum ilahi. Hal itu dikarenakan hukum-hukum itu sama sekali tidak terjangkau oleh ruang dan waktu.

Terjadinya jagat raya (came into being) disebabkan oleh hukum-hukum yang menguasainya, maka segala sesuatu di dalamnya harus tunduk kepada hukum-hukum tersebut dan ikut serta dalam rencana ilahi, apa sebabnya? Karena sebagai bagian dari suatu keseluruhan ia harus mengikuti pola yang sama dengan pola yang dipakai oleh keseluruhan. Konsekuensi logisnya adalah, saya, anda, dan teman-teman kita merupakan bagian dari pola tersebut.

Continue reading “Soal Rencana Ilahi: Sebuah Pengantar”