Soal Dialog Kemasonan dan Sukarno

Gerakan Kemasonan di Indonesia pernah menemui Presiden Sukarno di Istana Negara untuk menjelaskan apa dan bagaimana gerakan Kemasonan tersebut. Pengurus Besar Provinsial yang terdiri dari Wakil Ketua Pengurus Besar Provinsial Carpentier Alting, H.M.J Hart, Wisaksono Wirjodiharjo, dan Loa Sek Hie menjelaskan organisasi mereka karena presiden saat itu sudah sering mendengar organisasi mereka, meskipun ada beberapa …

Advertisements

Soal Aset Organisasi Kebatinan Kuno Palang Mawar (A.M.O.R.C)

Pada tanggal 22-26 Desember 2015 lalu saya melakukan perjalanan ke Bandung untuk menelusuri sebuah Loji Kemasonan yang diindikasikan masih aktif sampai tahun 2012 (cerita lengkap perjalanan saya menelusuri Loji Kemasonan akan dituliskan terpisah). Selain menelusuri Loji Kemasonan tersebut, saya diminta untuk melihat apakah bekas Loji dari Organisasi Kebatinan Kuno Palang Mawar (A.M.O.R.C) masih ada di …

Tanggapan atas Tulisan Hendri F. Isnaeni “Sukarno Dipengaruhi Freemason”

Tulisan Hendri F. Isnaeni yang dimuat pada website Historia dengan judul "Sukarno Dipengaruhi Freemason" jika dibaca dengan seksama, memuat beberapa hal yang perlu dikaji ulang. Berikut adalah beberapa hal tersebut: Kutipan atas buku Dr. Theo Stevens Saudara Hendri dalam artikel tersebut menulis dengan menggunakan kutipan langsung sebagai berikut: “Berhubungan dengan pengangkatan Yang Mulia sebagai presiden …

Soal Negara Republik Indonesia vs Loka Pamitran

Beberapa tahun setelah Kemerdekaan Indonesia, Gerakan Kemasonan Hindia Belanda di bawah Loge Grand Orient Belanda menyerahkan kepengurusan Gerakan Kemasonan di Indonesia sepenuhnya kepada para anggota Kemasonan Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan Timur Agung Indonesia. Singkat kata berdirilah Loge Agung Indonesia yang berkedudukan di Jakarta sebagai pusat kegiatan Gerakan Kemasonan Indonesia. Loji-loji di seluruh Indonesia otomatis …