Soal Perampasan Aset Loge Agung Indonesia

Tags

,

Pada 4 artikel yang membahas Vrijmetselaarij/Freemasonry/Gerakan Kemasonan (selanjutnya disebut Loge Agung Indonesia) sebelumnya, penulis telah menjelaskan legalitas yayasan persaudaraan Internasional ini dari perspektif data sejarah dan hukum. Selain itu penulis juga menjelaskan pula bagaimana mereka berhenti dari segala aktifitasnya karena Presiden Soekarno saat itu-dengan sekedar menyatakan yayasan mereka bertentangan dengan kepribadian nasional-membubarkan dan merampas aset Yayasan Raden Saleh berdasar Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962.

Continue reading

Soal Pidana Mati dalam Putusan Mahkamah Agung

Tags

, ,

Hukum pidana sebagaimana sudah diketahui oleh umum, satu-satunya hukum yang dapat “bertindak” sebagai Tuhan dengan mencabut atau mengakhiri kehidupan seseorang. Beberapa hari yang lalu menjadi perbincangan hangat seiring dengan dilaksanakannya eksekusi pidana mati terhadap “Bali Nine”. Tak urung, perdebatan apakah pidana mati masih relevan dilaksanakan atau sudah ketinggalan zaman.

Continue reading

Soal Perkosaan

Tanggal Pengucapan Putusan  : 09 Pebruari 2015

Jenis Perkara                             : Hukum Pidana

Proses                                         : Pengadilan Negeri Bengkulu

Nomor                                         : 410/Pid. B/2014/PN.Bgl catatan Sam Ardi

Menarik mencermati putusan Pengadilan Negeri Bengkulu dengan normor perkara 410/Pid. B/2014/PN. Bgl yang dibacakan pada 9 Pebruari 2015 lalu. Majelis Hakim memperluas cakupan Pasal 285 KUHP. Perluasan yang dimaksud adalah pada rumusan “dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dirinya di luar perkawinan” selanjutnya termasuk di dalamnya “membujuk dan merayu…dengan modus asmara atau pacaran atau janji-janji manis padahal sesungguhnya hal tersebut kebohongan belaka…untuk memperdayai korban agar mau bersetubuh dan menyerahkan keperawanan….“.

Continue reading

Soal Kekacauan Buku Freemasonry di Indonesia

Tags

, ,

Saya sebenarnya malas mengulas buku Freemasonry di Indonesia: Jaringan Zionis Tertua yang Mengendalikan Nusantara. Versi asli buku ini dibelikan teman saya dari toko online Amazon. Ketika dia menawari saya apakah mau beli buku ini, saya jawab saja mau. Mengapa? Selama masih bisa ditelusuri aslinya lebih afdhol mendapatkan aslinya, selain itu tentu saja saya malas membaca versi e-book yang sudah diberi watermark sana dan sini (numpang tenar ya?) oleh pengunggah e-book tersebut.

Order 1

Order ibu Sophia

Continue reading

Soal BW

Tags

, , , ,

Saya kemarin membaca Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Lanjutan atas nama Bambang Widjodjanto, salah satu komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut BAP tersebut, Bambang Widjodjanto disangka melanggar Pasal 242 KUHP jo. Pasal 55 KUHP berdasarkan laporan dari H. Sugianto Sabran

BAP1

Melihat konteks pelaporan ini, bermula dari kasus sengketa di Mahkamah Konstitusi. Salah satu bukti yang diajukan adalah putusan Mahkamah Konstitusi No. 45/PHPU.D-VIII/2010 tahun 2010.

Continue reading

Soal Carok!

Tags

, , ,

Tanggal Pengucapan Putusan: 13 Januari 2014

Jenis Perkara                          : Hukum Pidana

Proses                                      : Pengadilan Negeri Pamekasan

Nomor                                     : 127/Pid.B/2013/PN.Pks catatan Sam Ardi

Catatan Sam Ardi

Ada yang menarik dari putusan Pengadilan Negeri Pamekasan tanggal 13 Januari 2014. Selain putusan tersebut oleh Mahkamah Agung dikategorikan sebagai sebuah yurisprudensi, putusan tersebut juga merupakan putusan yang mempertimbangkan riset dan kondisi sosiologis masyarakat Madura mengenai carok. Dalam memutus perkara itu, majelis hakim mempertimbangkan aspek adat masyarakat Madura dan mendasarkan putusannya pada sebuah riset tentang Carok yang ditulis oleh A. Latief Wiyata yang awalnya merupakan disertasi dan diterbitkan oleh LKiS.

Secara ringkas makna Carok di dalam buku Carok: Konflik Kekerasan dan Harga Diri orang Madura adalah sebuah tradisi adu tanding “penghilangan nyawa” orang yang disebabkan karena penistaan harga diri yang ada di masyarakat Madura. Carok dapat dikatakan sebagai cara pembelaan harga diri yang dilakukan oleh seorang pria Madura terhadap pria Madura lainnya. Carok oleh masyarakat Madura dianggap sebagai masalah laki-laki saja, maka jika terjadi pembunuhan oleh perempuan hanya dapat dikatakan sebagai pembunuhan biasa saja. Hal ini juga diperkuat dengan sebuah ungkapan “oreng lake mate acarok, oreng bine mate arembi” yang berarti (laki-laki mati karena carok, perempuan mati karena melahirkan).

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,798 other followers